Roman Abramovich dan Kontroversi Aliran Dana ke Israel
Richard Andreas | 12 September 2025 10:30
Bola.net - Roman Abramovich kembali menjadi sorotan internasional, kali ini bukan karena kiprahnya di sepak bola. Laporan investigasi BBC News Arabic mengungkap bahwa perusahaan milik sang miliarder menyalurkan dana besar ke organisasi pemukim Israel.
Menurut dokumen bocor yang dikenal sebagai FinCEN Files, Abramovich disebut sebagai donor tunggal terbesar dalam 15 tahun terakhir bagi kelompok bernama Elad. Organisasi ini dikenal luas karena aktivitasnya di kawasan Silwan, Yerusalem Timur, yang memicu ketegangan dengan warga Palestina.
Nilai donasi yang dikaitkan dengan Abramovich mencapai lebih dari 100 juta dolar AS. Temuan ini menambah daftar panjang kontroversi dalam laporan global tentang dugaan transaksi keuangan mencurigakan.
Kisah ini bukan hanya soal aliran dana seorang pemilik klub sepak bola ternama, tapi juga menyentuh isu politik, hukum internasional, hingga sengketa sejarah di jantung Yerusalem.
Donasi Abramovich ke Organisasi Elad

BBC News Arabic melaporkan, empat perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan Abramovich di British Virgin Islands menyalurkan dana lebih dari 100 juta dolar AS ke Elad. Jumlah tersebut menjadikannya sebagai donor tunggal terbesar kelompok itu dalam satu setengah dekade terakhir.
Elad, yang berarti "Tuhan abadi" dalam bahasa Ibrani, adalah organisasi pemukim yang berfokus pada memperkuat kehadiran Yahudi di Silwan. Kawasan ini merupakan permukiman Palestina yang menjadi salah satu titik panas konflik di Yerusalem Timur.
Selain Abramovich, Elad juga mendapatkan dukungan dari pemerintah Israel. Namun, donasi miliarder Rusia yang mendapat kewarganegaraan Israel pada 2018 itu menempatkannya di pusat pusaran kontroversi.
Silwan, Kota David, dan Polemik Sejarah
Elad mengelola situs arkeologi populer bernama City of David di Silwan. Situs ini menjadi magnet wisata dengan narasi yang dikritik banyak pihak, termasuk diplomat Uni Eropa. Mereka menilai penggalian tersebut mengabaikan keragaman sejarah kota kuno dan hanya menonjolkan perspektif Yahudi.
Website resmi City of David menyatakan bahwa mereka berkomitmen melanjutkan warisan Raja Daud melalui empat pilar: penggalian arkeologi, pengembangan wisata, program pendidikan, dan revitalisasi permukiman.
Namun, kritik keras tetap mengalir karena aktivitas Elad juga mencakup pembelian rumah warga Palestina dengan memanfaatkan hukum kontroversial Israel. Kini, sekitar 450 pemukim Yahudi tinggal berdampingan dengan hampir 10 ribu warga Palestina di Silwan.
FinCEN Files dan Sorotan Global

Donasi Abramovich ditemukan saat BBC menelusuri ribuan dokumen bocor bernama FinCEN Files. Dokumen ini berisi lebih dari 2.000 laporan aktivitas mencurigakan (SARs) dari bank-bank di AS terkait dugaan transaksi keuangan ilegal senilai 2 triliun dolar.
Laporan SARs biasanya diajukan ketika lembaga keuangan mencurigai aktivitas nasabahnya, meski tidak otomatis menandakan tindak pidana. Abramovich sendiri pernah disebut dalam laporan SAR 2016 terkait perusahaan cangkang lepas pantai yang berkaitan dengan bisnis sepak bolanya.
BBC menegaskan tidak ada bukti Abramovich atau perusahaannya melanggar hukum. Elad, saat dimintai konfirmasi, menyatakan selalu patuh pada regulasi organisasi nirlaba Israel namun enggan memastikan apakah Abramovich adalah salah satu donatur mereka.
Respons Abramovich dan Konteks Politik
Juru bicara Abramovich menanggapi laporan ini dengan menekankan peran sang miliarder sebagai filantropis besar. Disebutkan bahwa dalam dua dekade terakhir, ia telah menyumbangkan lebih dari 500 juta dolar untuk bidang kesehatan, sains, pendidikan, serta komunitas Yahudi di Israel maupun seluruh dunia.
Meski begitu, aktivitas pemukiman di tanah pendudukan tetap dianggap ilegal oleh hukum internasional. Israel bersikeras mengklaim seluruh Yerusalem sebagai wilayah kedaulatan, meski klaim ini tidak diakui secara luas di level global.
Situasi makin rumit setelah langkah Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kebijakan ini memperkuat gerakan pemukim dan mendapat dukungan simbolis lewat kehadiran Duta Besar AS, David Friedman, dalam peresmian proyek City of David.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Ngebet Lewis Hall, Newcastle: Gak Dulu!
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:40
-
Pesan Moises Caicedo untuk Enzo Fernandez: Plis, Jangan Pergi!
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:20
-
Manchester United Kepincut Gelandang Juventus ini?
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 19:00
-
Bye MU! Pemain Setan Merah Ini Segera Gabung dengan Klub asal Spanyol
Liga Spanyol 4 Agustus 2026, 17:29
-
PSG Tolak Tawaran Pertama Liverpool untuk Bradley Barcola
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 16:09
LATEST UPDATE
-
Xabi Alonso Buka Suara soal Masa Depan Mykhailo Mudryk di Chelsea
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 10:13
-
Neymar Akui Bisa Pensiun Usai Kontraknya di Santos Berakhir pada Desember
Bola Dunia Lainnya 5 Agustus 2026, 09:43
-
Bukan Cuma Bradley Barcola, Liverpool Juga Kejar Winger PSG Ini
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 06:06
-
Statistik Persebaya vs Arema: Bajul Ijo Tak Dominan, tetapi Sangat Efektif
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 23:11
-
Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya Berebut Trofi Juara
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:34
-
Final Piala Presiden 2026: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:21
-
Hasil Piala Presiden 2026: Persebaya Lolos ke Final Usai Kalahkan Arema FC
Bola Indonesia 4 Agustus 2026, 22:08
-
Pindah ke PSG atau Bertahan di Barcelona? Ini Kata Ferran Torres
Liga Spanyol 4 Agustus 2026, 21:00
-
Myles Lewis-Skelly Diminta Tolak MU dan Tetap Berjuang di Arsenal
Liga Inggris 4 Agustus 2026, 20:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16







