Saat Chelsea Kehilangan 2 Poin Lawan Leeds: Stop Berlindung di Balik Alasan Minim Pengalaman!

Richard Andreas | 12 Februari 2026 10:27
Saat Chelsea Kehilangan 2 Poin Lawan Leeds: Stop Berlindung di Balik Alasan Minim Pengalaman!
Pemain Chelsea, Enzo Fernandez, menyapa para penggemar di akhir pertandingan leg kedua semifinal Carabao Cup kontra Arsenal, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Chelsea kembali kehilangan poin penting di Premier League setelah ditahan Leeds United meski sempat unggul 2-0 di Stamford Bridge. Hasil imbang itu memperpanjang daftar poin yang terbuang dari posisi unggul musim ini.

Banyak pihak kembali menyoroti usia rata-rata skuad The Blues yang termuda di liga. Namun, performa dan kesalahan yang terjadi dalam laga tersebut menunjukkan bahwa persoalannya lebih kompleks dari sekadar pengalaman.

Advertisement

Pelatih Liam Rosenior pun secara terbuka menegaskan bahwa timnya tidak bisa terus berlindung di balik narasi usia muda setiap kali hasil buruk datang.

1 dari 4 halaman

Kesalahan Individu Yang Tak Perlu Terjadi

Kesalahan Individu Yang Tak Perlu Terjadi

Malo Gusto dan Gabriel Gudmundsson berebut bola dalam laga Premier League antara Chelsea vs Leeds United di Stamford Bridge, 11 Februari 2026 (c) Nick Potts/PA via AP

Momentum perubahan laga bermula dari situasi yang seharusnya bisa diredam. Umpan panjang Ethan Ampadu ke arah James Justin membuat Andrey Santos harus melakukan tekel darurat saat menutup ruang yang ditinggalkan Jorrel Hato.

Santos memang memenangkan bola, tetapi si kulit bundar justru mengarah ke Jayden Bogle. Situasi belum sepenuhnya genting. 

Moises Caicedo, gelandang bertahan yang dibeli dengan nilai transfer rekor klub dan telah memainkan lebih dari 100 laga bersama Chelsea, berada di posisi ideal untuk mengamankan keadaan.

Biar begitu, Caicedo memilih melakukan tekel gegabah terhadap Bogle. Wasit menunjuk titik putih dan Lukas Nmecha menuntaskan penalti. Kesalahan itu terasa mahal. 

Pada usia 24 tahun dan dengan pengalaman internasional bersama Ekuador, sulit menyebut momen tersebut sebagai akibat kurangnya pengalaman.

2 dari 4 halaman

Gol Kedua: Masalah Dasar Yang Terabaikan

Gol Kedua: Masalah Dasar Yang Terabaikan

Duel Joao Pedro dan Jaka Bijol dalam laga Premier League antara Chelsea vs Leeds United di Stamford Bridge, 11 Februari 2026 (c) Nick Potts/PA via AP

Enam menit berselang, Leeds kembali memanfaatkan celah. Bola panjang kembali merepotkan lini belakang. Hato dan Josh Acheampong yang sama-sama berusia 19 tahun memang tampak kesulitan menghadapi duel fisik Bogle.

Biar begitu, menyalahkan dua pemain muda semata akan terlalu mudah. Caicedo memiliki peluang merebut bola di tepi kotak penalti, tetapi sentuhannya terlalu lunak. 

Malo Gusto dan Trevoh Chalobah juga terlihat lebih sibuk bereaksi ketimbang mengantisipasi.

Ketika bola memantul ke arah Noah Okafor, situasi menjadi ironis. Enam pemain Chelsea berada di sekitar area tersebut, menghadapi tiga pemain Leeds. 

Nahasnya, tidak satu pun benar-benar mengawal Okafor. Gawang kosong pun tak terhindarkan. Ini bukan persoalan usia, melainkan kegagalan menjalankan hal-hal mendasar dalam bertahan.

3 dari 4 halaman

Peluang Emas Yang Terbuang

Peluang Emas Yang Terbuang

Estevao dan Lukas Nmecha berebut bola dalam laga Premier League antara Chelsea vs Leeds United di Stamford Bridge, 11 Februari 2026 (c) Nick Potts/PA via AP

Chelsea sejatinya masih punya kesempatan merebut kemenangan. Pada masa injury time, Caicedo mengirim umpan matang kepada Cole Palmer yang berdiri tanpa kawalan, hanya sekitar dua meter dari gawang.

Palmer, yang telah mencetak 52 gol dalam dua setengah musim bersama klub, justru mengirim bola melambung ke tribune Matthew Harding Stand. Peluang itu terasa lebih mudah untuk dikonversi menjadi gol ketimbang dilewatkan.

Momen tersebut menegaskan betapa mahalnya kesalahan kecil dalam laga ketat. Bukan hanya saat bertahan, tetapi juga dalam penyelesaian akhir.

4 dari 4 halaman

Fakta Pengalaman yang Tak Bisa Diabaikan

Menyebut Chelsea sebagai tim minim pengalaman juga tidak sepenuhnya akurat. Sebanyak 11 dari 15 pemain yang digunakan melawan Leeds pernah tampil dalam final Piala Dunia Antarklub saat menjuarai laga tersebut di bawah arahan Enzo Maresca pada Juli lalu. 

Tujuh di antaranya juga ambil bagian dalam kemenangan final Conference League atas Real Betis.

Dari 20 pemain dalam skuad pertandingan, 13 merupakan bagian dari tim yang finis empat besar Premier League musim 2024-25. 

Hanya dua pemain yang belum memiliki caps senior di level internasional, dan keduanya sudah memperkuat Inggris U-21.

Chelsea tetap memiliki pemain berpengalaman seperti Enzo Fernandez yang berstatus juara Piala Dunia, Marc Cucurella juara Eropa 2024 bersama Spanyol, serta kapten Reece James yang pernah mengangkat trofi Liga Champions 2021.

Chelsea kini telah kehilangan 17 poin dari posisi unggul musim ini, termasuk 15 poin di kandang sendiri, jumlah tertinggi di Premier League. Statistik tersebut menjadi alarm keras.

LATEST UPDATE