Sarri Memilih Tinggalkan Chelsea karena Satu Momen Buruk Ini
Yaumil Azis | 14 Juni 2019 23:30
Bola.net - Maurizio Sarri berulang kali menyatakan ingin bertahan di Chelsea serta kecintaannya terhadap sepak bola Inggris. Lantas, mengapa pelatih berumur 61 tahun tersebut memilih kembali ke Serie A dan bergabung dengan Juventus?
Padahal, kiprah Sarri di sepanjang musim 2018-2019 ini tak bisa dikatakan buruk. Meski sempat melempem pada awal tahun 2019, tetapi ia tetap mampu mengakhirinya dengan mempersembahkan gelar Liga Europa.
Pada akhir bulan Mei lalu, ia sempat meredam rumor kepindahannya ke Juventus dengan berkata soal keinginannya bertahan di Chelsea. Atau jika tidak memungkinkan, mantan nahkoda Napoli tersebut ingin terus berkiprah di Inggris.
"Tentu saja, saya harus mempertimbangkan masa depan. Saya harus mempertimbangkan kecintaan saya terhadap sepak bola Inggris, saya cinta Premier League," tutur Sarri sebelum menghadapi Arsenal di final Liga Europa, dilansir dari Goal International.
Lantas, mengapa Sarri kemudian berubah pikiran dan memilih untuk pulang ke Italia? Simak informasi selengkapnya di bawah ini, ya!
Hubungan dengan Fans Retak
Sempat diketahui bahwa hubungan Sarri dengan para penggemar Chelsea retak pada awal tahun 2019 ini. Tentu saja itu diakibatkan oleh serangkaian hasil buruk yang diterima oleh Eden Hazard dkk.
Dalam waktu yang hampir berdekatan, Chelsea menelan dua kekalahan memalukan. Pertama, tepat di akhir bulan Januari, mereka tumbang atas Bournemouth dengan skor 0-4. Padahal tim asuhan Eddie Howe itu lebih banyak bertengger di papan tengah klasemen.
Kekesalan para penggemar semakin memuncak setelah klub berjuluk The Blues tersebut dipermak oleh raksasa Inggris lainnya, Manchester City. Tidak tanggung-tanggung, mereka dihantam enam gol tanpa balas pada laga yang berlangsung di Etihad Stadium itu.
Para penggemar semakin kesal dengan skema bawaan Sarri, atau yang sering disebut dengan 'Sarriball'. Mereka menganggap taktik tersebut telah mematikan kualitas salah satu gelandang, N'Golo Kante, demi memberikan ruang bermain untuk Jorginho.
Banyak yang beranggapan bahwa Jorginho merupakan pemain kesayangan Sarri. Ya, gelandang asal Italia tersebut didatangkan bersamaan dari Napoli dengan bandrol yang cukup tinggi, yakni sebesar 50 juta pounds.
Momen Kekesalan Sarri
Hubungan Sarri dengan penggemar telah retak, tapi bukan karena dua kekalahan itu yang membuat ia memutuskan untuk meninggalkan Chelsea. The Sun mengklaim bahwa laga kontra Cardiff City-lah yang membuat Sarri membulatkan keputusannya.
Pertandingan itu sendiri berakhir dengan kedudukan 2-1 untuk kemenangan Chelsea. Tetapi, mereka sempat tertinggal lebih dulu berkat gol dari Victor Camarasa satu menit setelah babak kedua dimulai.
Kala itu, performa tim yang berbasis di kota London tersebut masih inkonsisten. Dan penggemar pun kembali berang karena Chelsea tertinggal dari klub yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi. Mereka mulai menyuarakan kekesalannya.
Sejumlah oknum penggemar Chelsea menyanyikan lantunan yang disebut menyakitkan untuk Sarri. Mereka berkata 'persetan Sarri-Ball' dan 'Kami ingin Sarri pergi'.
Tak lama berselang, teriakan itu berubah menjadi sorak kegembiraan karena Cesar Azpilicueta dan Ruben Loftus-Cheek membobol gawang Cardiff City jelang pertandingan berakhir. Tapi, kabar buruknya, Sarri justru membulatkan tekadnya untuk hengkang dari Stamford Bridge.
Baca Juga:
- Enam Pemain Bergaji Terbesar di Top Six Premier League, Layakkah Mereka Menerimanya?
- Komputer Super Prediksi Pemenang Premier League 2019-20
- EPL Resmi Terapkan 'Winter Break' di Musim 2019/2020
- Seberapa Jauh Klub Premier League Jalani Tur Pramusim? MU Paling Jauh!
- Dapatkan Maurizio Sarri, Berapa yang Dibayar Juventus ke Chelsea?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Ingin Boyong Pemain Middlesbrough ini ke Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:22
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
-
Gercep, MU Lagi Nego Tipis-tipis dengan Pelatih asal Italia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:52
-
Arsenal Tikung Manchester United untuk Bek Tangguh Inter Milan Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:41
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06



