Strategi 'Nakal' Chelsea vs Arsenal: Terus Tekan Pemain yang Sudah Kantongi Kartu Kuning
Richard Andreas | 1 Desember 2025 18:21
Bola.net - Pertandingan Chelsea melawan Arsenal (1-1) di Stamford Bridge kembali memperlihatkan tensi tinggi khas derby London.
Laga itu berlangsung dalam ritme cepat dan penuh duel keras sejak menit awal. Situasi kian memanas setelah keputusan wasit dan VAR memengaruhi jalannya pertandingan kedua tim.
Moises Caicedo mengalaminya langsung ketika kartu kuningnya untuk tekel pada Mikel Merino diubah menjadi kartu merah langsung. Chelsea harus melanjutkan permainan dengan 10 pemain, tapi dinamika pertandingan justru semakin agresif.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pemain dari kedua kubu menerima kartu sebagai imbas intensitas laga. Di tengah suasana tersebut, Arsenal menghadapi tekanan lain ketika beberapa pemainnya sudah mengantongi kartu kuning sejak babak pertama.
Situasi ini membuat manajer Mikel Arteta mengambil keputusan strategis demi menjaga keseimbangan tim di sisa pertandingan.
Chelsea Dinilai Sengaja Membidik Pemain yang Berisiko

Mikel Arteta menilai bahwa Chelsea mencoba memanfaatkan situasi dengan menekan pemain Arsenal yang sudah menerima kartu.
Ia melihat pola itu terjadi sepanjang babak pertama hingga jeda turun minum. Dalam pandangannya, strategi tersebut dapat memicu kartu kedua bagi pemain yang menjadi target.
Arteta menyebut para pemainnya seperti Martin Zubimendi, Cristhian Mosquera, Piero Hincapie, dan Riccardo Calafiori berada dalam posisi rawan.
Ia kemudian harus membuat keputusan pergantian untuk meminimalkan risiko. Keputusan itu diambil seiring tekanan dari pemain seperti Estevao dan Pedro Neto yang terus menyerang ruang berbahaya.
“Kami memiliki empat pemain dengan kartu kuning dan Anda bisa melihat mereka menargetkan para pemain tersebut untuk membuat pertandingan tetap seimbang,” ujar Arteta kepada Sky Sports.
Pergantian Paksa Akibat Risiko Kartu Kedua

Situasi Calafiori menjadi perhatian khusus bagi Arteta. Tekanan dari lini serang Chelsea membuat bek asal Italia itu rentan menerima kartu kedua.
Arteta menilai kondisi tersebut dapat mengubah dinamika pertandingan secara drastis. Oleh karena itu, ia memilih melakukan pergantian di awal babak kedua.
Arteta menyebut duel yang harus dihadapi Calafiori dari Estevao atau Pedro Neto sebagai alasan utama pengambilan keputusan.
Kedua pemain Chelsea tersebut dianggap berpotensi memancing situasi berbahaya bagi pertahanan Arsenal. Keputusan itu diambil untuk menjaga stabilitas tim pada fase permainan berikutnya.
“Yang mungkin paling berisiko adalah Riccy , itulah sebabnya saya harus menariknya keluar menghadapi Estevao atau Neto, yang bisa masuk dan mengincar dia,” ujar Arteta.
Babak Kedua Dimulai dengan Tekanan Instan
Babak kedua langsung memperlihatkan tekanan cepat dari Chelsea. Meski unggul jumlah pemain, Arsenal tidak sempat membangun ketenangan dalam penguasaan bola. Situasi itu kembali memaksa mereka beradaptasi terhadap tekanan lawan.
Chelsea memulai babak kedua dengan serangkaian duel udara dan bola panjang. Hal itu memicu pelanggaran yang berujung pada situasi bola mati untuk tuan rumah. Transisi cepat tersebut berkontribusi pada terciptanya gol pembuka yang mengubah jalannya pertandingan.
“Kami tidak benar-benar bisa menenangkan permainan karena aksi pertama babak kedua, bola panjang, mereka mendapat pelanggaran, tendangan bebas, sepak pojok dan mereka mencetak gol,” ujar Arteta.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- 5 Pelajaran dari Kemenangan Liverpool atas West Ham: Isak Bangkit, Peluang Empat Besar Masih Terbuka
- Viktor Gyokeres, Striker yang Terlalu Baik
- Reaksi Alexander Isak Usai Sukses Pecah Telur Bagi Liverpool di Premier League
- Arne Slot Buka-bukaan Soal Alasannya Memarkir Salah di Laga West Ham vs Liverpool
- Main Full dan Cetak Gol Kemenangan MU, Mason Mount Full Senyum
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Liverpool vs Burnley 17 Januari 2026
Liga Inggris 16 Januari 2026, 22:00
-
Prediksi Chelsea vs Brentford 17 Januari 2026
Liga Inggris 16 Januari 2026, 22:00
-
Prediksi Man United vs Man City 17 Januari 2026
Liga Inggris 16 Januari 2026, 19:30
-
Live Streaming Man United vs Man City: Derby Panas Penentu Nasib
Liga Inggris 16 Januari 2026, 16:30
LATEST UPDATE
-
Juventus Tahan Laju Wacana Memulangkan Federico Chiesa
Liga Italia 17 Januari 2026, 04:53
-
Juventus Tolak Proposal Tukar Guling Crystal Palace untuk Jean-Philippe Mateta
Liga Italia 17 Januari 2026, 03:51
-
Kritik untuk Vinicius Junior: Perilakunya Menyimpang dari Nilai Historis Real Madrid
Liga Spanyol 17 Januari 2026, 03:43
-
Real Madrid dalam Tekanan, tapi Masih Tetap Kuat
Liga Spanyol 17 Januari 2026, 03:36
-
Dikabarkan Bisa Balik dari Lyon ke Madrid, Ini Respons Endrick
Liga Spanyol 17 Januari 2026, 02:58
-
Prediksi Cagliari vs Juventus 18 Januari 2026
Liga Italia 17 Januari 2026, 02:45
-
Akankah Liverpool Beli Bek Baru Pasca Cederanya Conor Bradley? Ini Kata Arne Slot
Liga Inggris 17 Januari 2026, 02:34
-
Prediksi RB Leipzig vs Bayern 18 Januari 2026
Bundesliga 17 Januari 2026, 00:30
-
Prediksi Nottm Forest vs Arsenal 18 Januari 2026
Liga Inggris 17 Januari 2026, 00:30
-
Prediksi Napoli vs Sassuolo 18 Januari 2026
Liga Italia 17 Januari 2026, 00:00
-
Como vs Milan, Adrien Rabiot Bersinar tapi Tetap Rendah Hati
Liga Italia 16 Januari 2026, 22:52
-
Saat Real Madrid Terpuruk, Mbappe Malah Cedera dan Dipastikan Absen Lawan Levante
Liga Spanyol 16 Januari 2026, 22:36
-
Prediksi Liverpool vs Burnley 17 Januari 2026
Liga Inggris 16 Januari 2026, 22:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26
-
5 Pemain yang Bisa Dibeli Alvaro Arbeloa untuk Menyelamatkan Musim Real Madrid
Editorial 14 Januari 2026, 12:30
-
Para Pemain yang Pernah Membela Chelsea dan Arsenal
Editorial 14 Januari 2026, 11:48
-
Pemain yang Diuntungkan dan Dirugikan dari Pemecatan Xabi Alonso di Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:45


