Tak Lagi Krisis tapi Masih Rapuh: Liverpool Petik Pelajaran Mahal dari Kandang Spurs
Richard Andreas | 22 Desember 2025 11:04
Bola.net - Pembicaraan tentang krisis di Anfield perlahan mereda. Liverpool kembali menemukan pijakan lewat rangkaian hasil positif yang mengangkat suasana ruang ganti dan meredakan tekanan terhadap pelatih Arne Slot.
Namun, kemenangan tandang 2-1 atas Tottenham justru menyisakan kegelisahan. Di balik tiga poin berharga itu, 17 menit terakhir yang kacau menunjukkan bahwa kebangkitan Liverpool masih dibayangi kelemahan mendasar.
Krisis mungkin sudah lewat, tetapi laga di London utara menegaskan pekerjaan Slot belum selesai. Ada progres nyata, tetapi juga peringatan keras yang tak boleh diabaikan.
Kebangkitan Liverpool dan Kredit untuk Arne Slot

Liverpool datang ke laga ini dengan modal kepercayaan diri yang kembali tumbuh. Enam pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi mengubah narasi yang sempat begitu suram di penghujung November.
Dari 15 poin terakhir yang tersedia di liga, The Reds mengamankan 11 poin dan menambah keyakinan lewat kemenangan tandang meyakinkan di Liga Champions atas Inter.
Perubahan suasana itu terasa signifikan jika menengok ke belakang. Kekalahan telak 1-4 dari PSV di Anfield, disusul hasil mengecewakan melawan Nottingham Forest dan Manchester City, sempat memicu keraguan besar.
Kini, Slot perlahan membalikkan situasi dengan pendekatan yang lebih pragmatis. Pelatih asal Belanda itu juga berani mengambil keputusan sulit.
Ia mencadangkan Mohamed Salah setelah sang penyerang meluapkan kekecewaan secara terbuka, sekaligus mengubah sistem permainan agar Liverpool tampil lebih rapat.
Keunggulan Numerik yang Tak Termanfaatkan

Masalahnya muncul ketika pertandingan memasuki fase krusial. Liverpool unggul jumlah pemain sejak menit ke-33 setelah Xavi Simons dikartu merah akibat tekel keras terhadap Virgil van Dijk. Dengan penguasaan bola mencapai 65 persen, keunggulan itu seharusnya menjadi modal untuk mengontrol laga.
Faktanya, Liverpool justru kesulitan mengonversi dominasi tersebut. Tottenham mampu bertahan dalam permainan dan tetap menciptakan ancaman. Ketika Richarlison memperkecil ketertinggalan pada menit ke-83, kontrol Liverpool mulai goyah.
Situasi semakin mengkhawatirkan di masa tambahan waktu. Setelah Cristian Romero menyusul keluar lapangan, tuan rumah bermain dengan sembilan orang. Namun, alih-alih menenangkan permainan, Liverpool justru terlihat panik dan kehilangan struktur.
Kekacauan Akhir dan Kemarahan di Tepi Lapangan
Slot tak menutupi kekecewaannya usai laga. Ia menyoroti bagaimana timnya nyaris tak mampu memegang bola di menit-menit terakhir.
“Yang paling menyakitkan bagi saya adalah dari sembilan menit tambahan waktu, yang akhirnya menjadi 10 menit, saya rasa mereka menguasai 95 persen bola,” kata Slot.
“Setiap kali kami mendapatkan bola, kami justru membuangnya. Sulit dipercaya kami tidak bisa menahan bola sedikit lebih lama. Rasanya seperti kami yang bermain dengan sembilan orang dan mereka dengan 11, karena serangan demi serangan terus datang.”
Manajemen permainan Liverpool benar-benar hilang. Umpan-umpan ceroboh dan pelanggaran tak perlu memberi Tottenham kesempatan untuk terus menekan. Slot bahkan terlihat frustrasi di pinggir lapangan karena timnya terlalu dalam bertahan, tetapi instruksi itu tak sepenuhnya dijalankan.
Puncak Kekacauan Liverpool
Momen simbolik dari kekacauan itu adalah keputusan Slot menarik Jeremie Frimpong yang sempat tergeletak akibat benturan di mulut.
Sang pemain sebenarnya masih bisa melanjutkan laga, tetapi Slot memilih memasukkan Federico Chiesa demi menghindari risiko bermain dengan 10 orang, meski hanya sebentar.
“Saya tidak ingin bermain dengan 10 orang selama 30 detik,” jelas Slot. “Ini mungkin satu-satunya negara di mana pemain harus keluar lapangan selama 30 detik saat cedera, bahkan 45 detik jika cedera kepala. Kami sudah kesulitan meski unggul satu pemain.”
Di balik kekhawatiran tersebut, Liverpool tetap memetik sejumlah hal positif. Gol pembuka lahir dari kombinasi mahal Florian Wirtz dan Alexander Isak, yang untuk pertama kalinya berbuah gol Liga Inggris.
Sayangnya, kegembiraan Isak tak berlangsung lama setelah ia mengalami cedera akibat benturan dengan Micky van de Ven.
Jangan sampai ketinggalan infonya
5 Pelajaran dari Aston Villa vs Man Utd: Sudah Kalah, Bruno Fernandes Cedera Pula
Jujur Saja, Ole Gunnar Solskjaer Pantas Diberi Waktu Lebih di Man United!
Jadwal Lengkap Manchester United 2025/2026
Semprotan Pedas Roy Keane untuk Diogo Dalot: Bakat Saja Percuma Kalau Mainnya Begitu!
Gary Neville Semprot Chelsea: Mereka Main Seperti Tim Akademi, Butuh 'Monster' untuk Juara!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man Utd Pernah Raih Cuma 5 Poin dari 5 Laga Awal, Bagaimana Akhirnya?
Liga Inggris 23 September 2026, 11:02
-
Menengok Kiprah 5 Pemain Pinjaman dari Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:17
-
Mikel Arteta Sepakat Kontrak Baru Arsenal, Gajinya Naik Signifikan
Liga Inggris 23 September 2026, 00:05
-
Kylian Mbappe Ungkap Alasan Tolak Liverpool meski Didorong Sang Ibu
Liga Spanyol 22 September 2026, 22:55
-
Antonio Conte Semakin Dekat Jadi Manajer Baru MU?
Liga Inggris 22 September 2026, 22:34
LATEST UPDATE
-
Daftar Pelatih FIFA ASEAN Cup 2026: Hanya Malaysia dan Singapura yang Andalkan Pelatih Lokal
Tim Nasional 23 September 2026, 17:44
-
Persija Resmi Rekrut Marselino Ferdinan, Dikontrak 2 Tahun
Bola Indonesia 23 September 2026, 17:09
-
Bekuk Thailand, Tim Beregu Putra Indonesia Lolos ke Final Badminton Asian Games 2026
Bulu Tangkis 23 September 2026, 16:38
-
Fimelahood Playdate Hadirkan Dino Rescue Adventure, Cara Seru Asah Motorik Anak
Lain Lain 23 September 2026, 16:25
-
Manchester United Bakal Impor Bek Baru dari Italia?
Liga Inggris 23 September 2026, 16:20
-
Pengakuan Jujur Tijjani Reijnders: Pindah ke Arab demi Uang!
Liga Inggris 23 September 2026, 16:00
-
Start MU Lambat karena Bruno Fernandes Memble?
Liga Inggris 23 September 2026, 15:40
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33



