Wah! Andai Jadi Juara EPL, Gelar Arsenal Bisa Dipertanyakan

Richard Andreas | 6 Maret 2026 12:17
Wah! Andai Jadi Juara EPL, Gelar Arsenal Bisa Dipertanyakan
Pemain Arsenal merayakan gol William Saliba saat melawan Chelsea, 1 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Arsenal kembali meraih kemenangan penting dalam perburuan gelar Premier League musim ini. Kemenangan 1-0 atas Brighton membuat tim asuhan Mikel Arteta kini unggul tujuh poin di puncak klasemen.

Biar begitu, kemenangan tersebut tidak lepas dari kontroversi. Sejumlah pihak menyoroti cara Arsenal mengelola pertandingan, terutama terkait dugaan taktik membuang waktu.

Advertisement

Kritik datang dari beberapa arah, termasuk dari mantan manajer Premier League Alan Pardew. Ia bahkan menilai jika Arsenal akhirnya menjadi juara, gelar tersebut bisa disertai tanda bintang.

1 dari 3 halaman

Pardew Soroti Taktik Arsenal saat Menang di Brighton

Pardew Soroti Taktik Arsenal saat Menang di Brighton

Bukayo Saka melepaskan tembakan melewati Mats Wieffer dalam laga Liga Inggris antara Brighton vs Arsenal di Amex Stadium, 5 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Pertandingan melawan Brighton di Amex Stadium berlangsung ketat. Arsenal unggul lebih dulu melalui gol Bukayo Saka pada menit kesembilan dan mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir laga.

Selama pertandingan, kiper David Raya sempat tiga kali terjatuh karena cedera dan mendapat perawatan dari tim medis di lapangan. Situasi ini memicu kritik dari kubu Brighton yang merasa permainan Arsenal terlalu banyak membuang waktu.

Alan Pardew menilai pendekatan tersebut merupakan bentuk permainan yang sangat pragmatis. Ia menyebut Arsenal melakukan segala cara untuk memastikan kemenangan.

"Saat saya melihat mereka dengan sudut pandang manajer sepak bola, mereka sangat profesional," ungkap Pardew. "Mereka melakukan setiap bentuk permainan psikologis untuk memastikan kemenangan."

2 dari 3 halaman

Permainan Efektif Arsenal, tapi Kurang Menghibur

Permainan Efektif Arsenal, tapi Kurang Menghibur

Duel fisik Pascal Gross dan Viktor Gyokeres dalam laga Liga Inggris antara Brighton vs Arsenal di American Express Stadium, 5 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Menurut Pardew, performa Arsenal dalam pertandingan itu memang efektif, tetapi tidak memberikan hiburan bagi penonton. Artinya andai jadi juara, gelar Arsenal mungkin akan diragukan atau dipertanyakan.

"Sejujurnya, Brighton memang meningkatkan tempo dan terlihat lebih baik di babak kedua, tetapi mereka sebenarnya tidak benar-benar menyakiti Arsenal," lanjut Pardew.

"Saat ini terlihat Arsenal akan mampu menjadi juara. Namun, akan ada tanda bintang di samping nama mereka (Arsenal*), karena Anda hanya perlu melihat penampilan mereka di laga seperti ini dan menyebutnya penampilan fungsional."

"Ini penampilan yang profesional dan fungsional. Mereka bagus, kuat, dan bertenaga. Tetapi tidak ada yang indah dari mereka. Itulah kenyataannya."

3 dari 3 halaman

Brighton Juga Kritik Cara Arsenal Mengelola Laga

Selain Pardew, kritik juga datang langsung dari manajer Brighton Fabian Hurzeler. Ia menyampaikan ketidakpuasannya terhadap cara Arsenal memainkan pertandingan.

Arsenal sebenarnya tidak terlalu dominan secara statistik dalam laga tersebut. Mereka hanya mencatatkan tujuh tembakan sepanjang pertandingan dan tingkat keberhasilan operan sekitar 70,9 persen.

Meski demikian, tim asuhan Arteta mampu mempertahankan keunggulan dengan disiplin dalam bertahan. Mereka juga berhasil mengganggu ritme permainan Brighton sehingga tuan rumah kesulitan mengembangkan serangan.

Hurzeler menegaskan bahwa pendekatan seperti itu bukan gaya yang ingin ia terapkan sebagai pelatih.

"Saya tidak akan pernah menjadi jenis pelatih yang mencoba menang dengan cara seperti itu," ungkap Hurzeler.

LATEST UPDATE