5 Pelajaran Laga Spezia vs Juventus: Mode Bertahan yang Riskan dari Bianconeri
Yaumil Azis | 23 September 2021 03:00
Bola.net - Tiga poin krusial berhasil diraih Juventus dalam laga lanjutan Serie A, Rabu (22/9/2021) malam WIB. Bertandang ke markas Spezia, Stadio Alberto Picco, tim besutan Massimiliano Allegri tersebut menang dengan skor 3-2.
Juventus wajib berterima kasih kepada tiga pemainnya, Moise Kean, Federico Chiesa, dan Matthijs De Ligt, yang mencetak gol di laga tersebut. Kalau bukan karena mereka, Bianconeri mungkin akan kembali meraih hasil buruk.
Ada lima pelajaran penting yang bisa dipetik dari pertandingan kali ini. Informasi selengkapnya bisa Bolaneters simak dengan melakukan scroll ke bawah.
Dybala Bagus, Tapi Belum Memuaskan

Kepergian Cristiano Ronaldo membuat Paulo Dybala secara otomatis jadi pilar permainan utama Juventus. Atribut yang dimiliki penyerang berkebangsaan Argentina itu sebenarnya sangat mumpuni untuk melakukan peran tersebut.
Performa Dybala sejauh ini bisa dikatakan apik. Aksi-aksinya dalam menggiring dan mengedarkan bola ke rekan setimnya membuat permainan Juventus di lini depan jadi lebih cair dari era Ronaldo dulu.
Kendati demikian, Dybala masih belum memuaskan banyak pihak. Pertandingan kali ini menunjukkan bahwa permainan Juventus jauh lebih baik ketika peran sebagai pilar diberikan kepada bintang lainnya, Federico Chiesa.
Determinasi Kuat Federico Chiesa

Berlari tanpa henti dan secara konsisten menebar ancaman ke lini pertahanan Spezia. Kalau tanpa Federico Chiesa, entah apa hasil yang bakal diterima Bianconeri pada pertandingan kali ini.
Whoscored sudah benar memberinya gelar man of the match sekaligus rating 9,5. Chiesa ada di mana-mana. Kontribusinya sangat krusial baik untuk lini pertahanan dan penyerangan, yang dipermanis dengan torehan gol.
Sederet statistik ini menggambarkan betapa apiknya performa Chiesa: Sampai digantikan Dejan Kulusevski pada menit ke-84, iamelepaskan empat tembakan, melewati lawan sebanyak lima kali, dan membuat enam jegalan.
Mempertahankan Keunggulan di Situasi Riskan
Dalam beberapa kesempatan, Allegri mengungkapkan betapa pentingnya kemenangan untuk mendongkrak semangat para pemainnya. Itulah yang menjadi alasan dirinya ngamuk besar ketika Bianconeri menyia-nyiakan keunggulan ketika bertemu AC Milan beberapa hari yang lalu.
Allegri tidak ingin mengulangi kesalahan lagi. Begitu gol ketiga tercipta, Juventus tidak lagi melakukan serangan dan tekanan yang intens. Ini membuat pemain Spezia jadi berani keluar dari daerahnya untuk melancarkan serangan.
Strategi bertahan membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi, apalagi dalam situasi unggul dengan selisih satu gol saja. Ini cukup riskan. Maka dari itu, ada baiknya Allegri memakai strategi bertahan ketika Juventus sedang unggul dua gol atau lebih.
Tanpa Locatelli, Juventus Bisa Apa?

Penampilan Juventus di babak pertama tidak mengesankan. Berbeda dengan waktu menghadapi AC Milan, aliran bola yang diedarkan para pemainnya di laga ini terasa begitu lambat dan Spezia selalu punya ruang untuk melancarkan serangan.
Allegri sampai melakukan dua pergantian pemain pada awal babak kedua, salah satunya Manuel Locatelli. Pemain reguler Timnas Italia tersebut menggantikan Rodrigo Bentancur yang perannya tidak begitu terasa.
Setelah Locatelli masuk, permainan Juventus jauh lebih cair. Edaran bola menjadi lebih cepat seperti waktu menghadapi AC Milan. Andai tidak kecolongan gol Janis Antiste, Juventus mungkin bisa meraih kemenangan dengan margin skor yang lebih baik.
Kemenangan Pertama, Pendongkrak Motivasi
Juventus meraih kemenangan pertamanya setelah melewati lima pekan Serie A, kedua jika menghitung laga fase grup Liga Champions kontra Malmo FF pekan lalu. Buat klub sekelas Juventus, ini adalah torehan yang buruk.
Dalam empat pertandingan sebelumnya, Juventus meraih dua kemenangan dan dua hasil imbang. Sederet hasil buruk itu membuat mereka terdampar hingga ke zona degradasi dalam klasemen sementara Serie A sebelum bertemu Spezia.
Hasil ini bisa mendongkrak motivasi Juventus untuk meraih torehan-torehan positif lainnya. Modal yang sangat bagus untuk menghadapi Sampdoria dan Chelsea selama satu pekan ke depan.
Baca Juga:
- Juventus Bungkam Spezia, Warganet: Kemenangan Pertama Calon Peraih Scudetto
- Man of the Match Spezia vs Juventus: Federico Chiesa
- Hasil Pertandingan Spezia vs Juventus: Skor 2-3
- Mencak-mencak Usai Laga Juventus vs AC Milan, Allegri: Saya Juga Manusia
- Dihina Rasis Suporter Juventus, Kiper AC Milan: Saya Mike Maignan, Berdiri, Hitam, dan Bangga!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Juventus vs Benfica 22 Januari 2026, Streaming UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:59
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06










