Atmosfer Baru di AC Milan: Kerja Intens ala Allegri dan Panutan Bernama Luka Modric
Gia Yuda Pradana | 19 Juli 2025 16:22
Bola.net - Ruben Loftus-Cheek mungkin belum sepenuhnya jadi sosok utama di AC Milan, tapi musim ini bisa jadi titik balik baginya. Setelah musim lalu lebih sering bergelut dengan cedera, ia menyambut musim baru dengan antusias — terutama karena hadirnya dua sosok penting, Massimiliano Allegri dan Luka Modric.
Perubahan besar terjadi di ruang ganti Rossoneri. Allegri kembali sebagai pelatih, membawa pengalaman dan gaya kerja yang intens. Di sisi lain, Modric datang sebagai legenda hidup, dan Loftus-Cheek tak bisa menyembunyikan rasa hormat dan kekagumannya.
Dalam wawancara dengan The Strait Times, Loftus-Cheek membagikan kesan awalnya terhadap dua figur tersebut, sembari menatap musim 2025/26 dengan kepala tegak dan ambisi yang baru. Ia tahu, ini adalah momen untuk bangkit — dan ia siap menjalaninya.
Allegri, Pelatih yang Serius
Baru sebentar berlatih bersama Allegri, tapi Loftus-Cheek sudah merasakan atmosfer yang berbeda. Ia mengungkapkan bahwa sang pelatih punya pendekatan personal yang kuat. “Dia baru mulai mengenal pemain-pemain lain secara personal dan membangun hubungan dengan semua orang, tapi Anda bisa lihat bagaimana dia bekerja, sangat intens ketika bekerja,” ujarnya, dikutip Sempre Milan.
Allegri bukan pelatih biasa. Ia punya rekam jejak luar biasa dan itu jadi sumber motivasi tersendiri bagi para pemain. “Dia sudah memenangkan begitu banyak hal, begitu banyak trofi di masa lalu sehingga Anda tak bisa tidak mengagumi apa yang telah dia capai, dan punya rasa hormat yang besar untuknya,” lanjut Loftus-Cheek.
Gelandang asal Inggris itu merasa beruntung bisa dilatih oleh figur sekelas Allegri. Dengan bimbingan yang tepat dan kondisi fisik yang membaik, ia berharap bisa kembali ke performa terbaiknya musim ini.
Luka Modric, Panutan di Dalam dan Luar Lapangan
Kehadiran Modric jelas jadi kejutan manis di bursa transfer Milan. Loftus-Cheek tak menyangka akan berada satu tim dengan pemain yang pernah ia hadapi beberapa kali di Liga Champions. “Saya sudah beberapa kali bermain melawan dia. Dia pemenang Ballon d'Or, tidak banyak orang bisa mengatakan hal itu,” katanya.
Baginya, Modric bukan sekadar gelandang jenius, tapi juga sosok yang membawa stabilitas dan inspirasi. “Dia pemain top, punya karier yang luar biasa dan dengan pengalaman serta kualitas seperti itu, dia akan memberikan banyak hal untuk tim,” ujarnya.
Lebih dari itu, Loftus-Cheek ingin mengenal Modric secara pribadi, bukan cuma sebagai rekan di lapangan. “Saya sangat bersemangat menyambut kehadirannya di sini dan mengenalnya secara pribadi juga, karena dia adalah sosok yang dikagumi semua pesepak bola – bagaimana dia bisa tetap di level tertinggi dalam waktu yang sangat lama,” ucapnya.
Menyatu dengan Taktik Italia
Dua musim di Serie A sudah cukup untuk membuat Loftus-Cheek memahami bahwa sepak bola Italia punya karakter tersendiri, tak sekadar soal fisik, tapi juga permainan otak. “Sudah dua tahun, dua musim di Serie A dan Italia, sepak bolanya agak berbeda, lebih taktis,” katanya.
Ia menyukai ritme dan tantangan yang dihadirkan oleh liga yang dikenal sangat teknis itu. Setiap pertandingan menuntut konsentrasi penuh dan adaptasi cepat. “Itulah mengapa Serie A itu unik dan menjadi tantangan setiap musimnya. Ini liga yang sangat sulit, dan saya sangat menikmatinya,” ujarnya.
Kini, dengan sistem baru dan skuad yang lebih dalam, ia percaya Milan bisa bersaing lagi di papan atas. “Saya menantikan musim baru ini, untuk melihat apa yang bisa kami capai,” kata pemain bernomor punggung 8 itu.
Antara Klub dan Impian Tiga Singa
Nama Loftus-Cheek mungkin tak lagi jadi langganan skuad Inggris, tapi bukan berarti harapan itu padam. Namun, ia tak ingin memikirkannya terlalu jauh. “Mungkin saja, tapi itu bukan hal utama di pikiran saya,” ujarnya singkat.
Ia tahu, satu-satunya cara untuk membuka jalan kembali ke tim nasional adalah tampil bagus secara konsisten. Fokus utamanya kini adalah Milan, dan membantu tim sejauh mungkin. “Musim yang bagus mungkin bisa membantu saya ke sana, tapi saya harus menjalaninya satu pertandingan demi satu,” katanya.
Baginya, segala hal akan datang di waktu yang tepat. “Kami bekerja tanpa henti setiap hari dalam latihan dan memastikan kami tampil maksimal. Jika semuanya berjalan baik, hal-hal lain akan mengikutinya dengan sendirinya,” pungkasnya.
Sumber: The Strait Times, Sempre Milan
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
AC Milan ke Asia: Uji Taktik Allegri, Sapa Fans, Lawan Arsenal dan Liverpool
Cara Vanenburg Menempa Garuda Muda: Berani Mencoba, Siap Menang
Duel Penentuan: Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia, Catat Jadwalnya!
Bumbu-bumbu Penyedap Pramusim MU vs Leeds: Pemain Baru, Jersey Baru, Rivalitas Klasik
MU vs Leeds: Nostalgia, Rivalitas, dan Jejak Swedia di Pramusim Setan Merah
Timnas Indonesia U-23 Belum Aman: Masih Bisa Gagal Lolos ke Semifinal
Skenario Timnas Indonesia U-23 Lolos Semifinal Piala AFF U-23 2025: Nasib di Tangan Sendiri!
Putaran 4 Menanti, Peningkatan Level Kekuatan Timnas Indonesia Mutlak Diperlukan
Timnas Indonesia Butuh Tambahan Senjata Mematikan untuk Bertarung di Putaran 4
Standar Minimal Timnas Indonesia untuk Hadapi Ujian Berat di Timur Tengah
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
Piala Dunia 5 September 2026, 19:30
-
Prediksi Juventus vs Milan 7 September 2026
Liga Italia 5 September 2026, 13:44
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 08:09
-
Ruben Amorim Berpeluang Cetak Sejarah di Laga Juventus vs Milan
Liga Italia 4 September 2026, 13:12
LATEST UPDATE
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Valencia vs Barcelona: Fermin Lopez
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:30
-
Hasil Valencia vs Barcelona: Blaugrana Hancurkan Los Che 5-0 di Mestalla
Liga Spanyol 6 September 2026, 23:18
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


