Bukan Cuma Melalui Gol, Ini Cara Zlatan Ibrahimovic Membangkitkan AC Milan
Yaumil Azis | 1 Desember 2020 05:58
Bola.net - Gol bukanlah satu-satunya cara Zlatan Ibrahimovic untuk membangkitkan kembali AC Milan yang telah lama tertidur. Pria berdarah Swedia tersebut mengaku masih punya cara lain untuk membantu timnya kembali seperti sedia kala.
Dulu, sebelum Ibrahimovic datang, Milan sempat mengalami masa-masa yang buruk. Mereka secara konsisten menempati papan tengah klasemen dan nyaris mendapatkan predikat 'medioker' dari pecinta sepak bola.
Masa-masa kelam itu seolah sirna sejak Ibrahimovic tiba dari LA Galaxy pada awal tahun 2020 kemarin. Penyerang berusia 39 tahun itu menjadi jawaban di lini depan Milan setelah Gonzalo Higuain hingga Krzysztof Piatek gagal membuktikan diri.
Sejak menginjakkan kaki kembali ke San Siro, Ibrahimovic telah menyumbangkan 22 gol dari 30 penampilan di seluruh kompetisi yang diikuti Milan. Berkat itu, Rossoneri kini menempati peringkat teratas dalam klasemen Serie A.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Cara Ibrahimovic Membangkitkan Milan
Ibrahimovic mengatakan bahwa dirinya nyaris memutuskan gantung sepatu sebelum bergabung dengan Milan. Namun ia tertantang untuk membawa Rossoneri kembali bangkit dari masa-masa kelamnya.
Misi Ibrahimovic berada di jalur yang tepat, tentu berkat serangkaian gol-gol dari kaki dan kepalanya. Tetapi, itu bukanlah satu-satunya cara Ibrahimovic membangkitkan Rossoneri.
"Saya menunjukkan karakter, kepribadian dan tentu saja kualitas ke lapangan saat bermain. Saya memberikan tekanan besar kepada rekan setim, mencoba mengerahkan kemampuan terbaik mereka," ujarnya kepada situs UEFA.
"Beberapa menganggapnya baik, ada yang kurang, beberapa tak mampu mengatasinya. Mereka merasa sangat kesulitan karena harus tampil apik saat kami memilih anda bermain, dan saya memutuskan bahwa kami harus tampil setiap hari. Cara berlatih menentukan cara bermain," lanjutnya.
Tua dan Muda, Sama Saja
Ibrahimovic tak pandang bulu dalam menerapkan kebijakan itu. Mau tua atau muda, semua ia tekan. Toh, tidak ada yang berstatus lebih senior ketimbang dirinya yang sudah berusia 39 tahun tersebut.
"Tidak peduli apakah anda muda atau tua, saya memberi tekanan yang sama karena bila anda berada di sini, pasti karena ada sebuah alasan; anda di sini karena anda cukup bagus untuk bermain," tambahnya.
"Di luar lapangan, jika anda lebih muda tentu saja saya akan berbicara dengan cara berbeda. Saya memperlakukan anda berbeda, sikapnya tidak sama dibandingkan dengan yang lebih tua. Tapi di lapangan, mereka semua sama saja di mata saya."
"Saya tidak pernah merasa puas, saya menginginkan yang lebih dan mungkin itulah mengapa saya bisa ada di sini hari ini dan mampu menunjukkan apa yang saya lakukan," pungkasnya.
(Goal International)
Baca juga:
Pengakuan Jujur Bonera: Milan Sempat Anggap Kessie Cuma Modal Otot
Demi AC Milan, Zlatan Ibrahimovic Batal Gantung Sepatu
Tonali Atau Bennacer? Yang Mana pun tak Masalah Bagi Kessie
AC Milan vs Fiorentina, Gagal Penalti tak Bikin Kessie Kapok
Berkelas, Pemain AC Milan Video Call dengan Stefano Pioli Usai Lawan Fiorentina
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
Liga Italia 4 Juni 2026, 21:50
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 22:42
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 22:42
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Monako di Monte Carlo
Otomotif 7 Juni 2026, 22:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














