Cerita yang Tak Terungkap dari Alessandro Nesta: Menolak Real Madrid, Pahit Manis di Milan, Hingga Sempat Depresi Usai Pensiun
Editor Bolanet | 26 Maret 2025 11:34
Bola.net - Alessandro Nesta membuka lembaran sejarah kariernya dengan beragam kisah menarik. Mantan bek Lazio dan AC Milan, yang kini menjadi pelatih Monza ini mengungkapkan momen-momen tak terlupakan, termasuk penolakannya terhadap Real Madrid.
Nesta juga menceritakan pengalaman pahit dan manis di Milan, terutama saat menghadapi Liverpool di final Liga Champions. Kini, ia menjalani peran baru sebagai pelatih Monza di Serie A.
Tak hanya soal sepak bola, Nesta berbagi pengalaman pribadinya menghadapi depresi usai pensiun. Ia mengaku butuh waktu untuk beradaptasi sebelum akhirnya kembali ke dunia sepak bola sebagai pelatih.
Nesta Pernah Menolak Real Madrid
Alessandro Nesta mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendapat tawaran dari Real Madrid sebelum akhirnya bergabung dengan AC Milan. Saat itu, ia memilih bertahan di Lazio karena kecintaannya pada klub ibu kota Italia tersebut.
Namun, situasi berubah ketika Lazio mengalami krisis finansial. Nesta akhirnya pindah ke Milan pada 2002 dan langsung meraih kesuksesan dengan memenangkan Liga Champions dan Coppa Italia di musim pertamanya.
"Sebelum ke Milan, Real Madrid pernah menghubungi saya, tapi saya menolak karena ingin tetap di Lazio," ungkap Nesta.
"Ketika Milan datang, situasi di Lazio sudah kacau. Di tahun pertama saya di San Siro, kami langsung juara Liga Champions dan Coppa Italia," lanjutnya.
"Empat bulan pertama, saya sangat buruk, karena saya berjuang untuk melepaskan diri dari Roma, tetapi begitu saya menyadari di mana saya berada, saya mulai bekerja keras."
Momen Manis Juara Champions League 2003
Final Liga Champions 2003 antara Milan dan Juventus menjadi momen yang penuh tekanan bagi Nesta. Ia mengaku timnya sempat kesulitan tidur karena besarnya beban psikologis menghadapi rival sekota.
Meski mengaku tidak tampil maksimal, Nesta dan kawan-kawan akhirnya keluar sebagai pemenang lewat adu penalti. Ia sendiri menjadi salah satu eksekutor yang berhasil mengecoh Gianluigi Buffon.
"Tidak ada yang bisa tidur malam sebelumnya. Kalau kalah dari Manchester United, mungkin tidak masalah, tapi kalah dari Juventus? Itu berat," kenangnya.
"Saya hanya pernah mengambil satu penalti sebelumnya, yakni saat bermain di Italia U-21. Beberapa pemain pincang, yang lain tidak merasa siap, pelatih berpura-pura tidak melihat saya pada awalnya, tetapi melihat begitu banyak pemain lain yang mengundurkan diri, akhirnya saya," lanjutnya.
"Saya mengejutkan Buffon, karena saya menendangnya dengan jari kaki saya. Saya bersiap untuk menunggu hingga detik terakhir dan kemudian menendang ketika Buffon bergerak. Tetapi Buffon tidak bergerak. Jadi saya tidak punya Rencana B dan saya agak mengabaikannya, tetapi untungnya berhasil."
Tragedi Istanbul
Nesta menyangkal kabar bahwa Milan merayakan kemenangan di kamar ganti saat istirahat babak pertama final 2005. Ia justru mengungkapkan bahwa suasana saat itu tegang karena timnya menyadari pertandingan masih panjang.
Liverpool berhasil membalikkan skor dari 0-3 menjadi 3-3 sebelum akhirnya menang lewat adu penalti. Nesta memuji performa Steven Gerrard yang disebutnya sebagai "binatang" di lapangan saat itu.
"Tidak benar kami merayakan keunggulan di kamar ganti saat jeda pertandingan. Itu omong kosong. Beberapa orang idiot dari tim lawan mengatakan itu, saya bahkan tidak tahu namanya. Sebenarnya itu cukup menegangkan, kami tahu masih ada jalan panjang yang harus ditempuh," tegas Nesta.
"Gerrard adalah pemain yang luar biasa. Dia ada di mana-mana dan dia yang menyelamatkan Liverpool," kenangnya.
Pembalasan Dendam di Athena 2007
Milan akhirnya membalas kekalahan mereka dengan mengalahkan Liverpool 2-1 di final Liga Champions 2007. Nesta mengaku timnya lebih percaya diri sejak awal laga karena merasa "takdir" berada di pihak mereka.
Meski permainan Milan dinilainya tidak sebaik final 2005, mereka tampil lebih solid. Nesta juga memuji keputusan Carlo Ancelotti memainkan Filippo Inzaghi meski sang striker tidak dalam kondisi fit.
"Itu adalah takdir. Kami yakin akan menang karena tidak mungkin kalah lagi. Kami sebenarnya bermain lebih buruk dari final yang kami dikalahkan sebelumnya, tetapi kami lebih solid dan memiliki keyakinan itu, sejak awal," terangnya.
“Pippo Inzaghi hampir tidak bisa berdiri karena masalah otot, Alberto Gilardino dalam performa yang luar biasa, tetapi pelatih memiliki intuisi yang membuat Anda memenangkan Liga Champions. Dia tahu Pippo bahkan dalam kondisi yang buruk bisa mencetak gol. Kami yakin kami akan menang. Bahkan Liverpool tahu itu, Anda bisa melihatnya," tambahnya.
Pensiun dan Pertarungan Melawan Depresi
Nesta memutuskan pensiun pada 2015 setelah merasakan betapa tubuhnya sudah tidak mampu lagi menahan beban fisik. Ia menolak perpanjangan kontrak dari Milan karena sadar performanya sudah menurun.
"Saya butuh dua obat penghilang rasa sakit per hari. Tubuh saya sudah 'habis'. Saya seorang bek, saya harus mengejar lawan," akunya.
Setelah gantung sepatu, Nesta mengaku mengalami depresi karena kehilangan adrenalin kompetisi. Ia pun memutuskan kembali ke sepak bola dengan menjadi pelatih untuk mengisi kekosongan itu.
“Setiap hari terasa sama saja, istri saya adalah orang yang sabar dalam menghadapi saya. Saya kekurangan adrenalin dan butuh kompetisi, jadi saya harus kembali bermain sepak bola dan satu-satunya cara adalah menjadi pelatih.
“Bermain memang lebih menyenangkan, tetapi begitu adrenalin muncul, mentalitas Anda berubah," tutupnya.
Sumber: Wawancara eksklusif dengan Luca Toni di Amazon Prime Video Italia
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
Allegri Tutup Pintu ke Milan, Juventus Bajak Conte dari Napoli?
Usai Joao Felix, AC Milan Kepincut Pemain Chelsea Ini?
Pembelaan Thierry Henry kepada Christian Pulisic
Satu Fondasi, Tiga Teka-teki: Masa Depan Bek Tengah AC Milan
Olengnya Dua Kapal Besar: AC Milan, Juventus, dan Sejarah Kelam yang Terulang
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
LATEST UPDATE
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
-
Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
Liga Spanyol 6 September 2026, 10:00
-
Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
Liga Spanyol 6 September 2026, 09:30
-
Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
Liga Inggris 6 September 2026, 09:00
-
Arsenal vs Chelsea, Mikel Arteta Siap Kesampingkan Pertemanan dengan Xabi Alonso
Liga Inggris 6 September 2026, 08:30
-
Xabi Alonso Terheran-heran dengan Kegacoran Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 6 September 2026, 08:00
-
Tantang Arsenal, Moises Caicedo Bisa Perkuat Chelsea?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:30
-
MU Tandang ke Everton, Benjamin Sesko Sudah Siap Jadi Starter?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:00
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

