Drama AC Milan vs Como: Kesalahan Maignan, Kartu Merah Allegri, Taktik Cerdik dan Permintaan Maaf Fabregas
Afdholud Dzikry | 19 Februari 2026 10:03
Bola.net - Duel sengit terjadi pada laga AC Milan vs Como yang berakhir dengan skor imbang 1-1. Pelatih Como, Cesc Fabregas, langsung buka suara menanggapi hasil dramatis tersebut.
Laga ini tidak hanya diwarnai aksi saling serang yang intens di atas lapangan. Ketegangan nyata juga merambat hingga ke area teknis yang melibatkan jajaran staf kedua tim.
Buntut dari tensi tinggi itu membuat Fabregas harus menyampaikan penyesalannya secara terbuka. Hal ini berkaitan langsung dengan insiden emosional yang menyeret pelatih Milan, Massimiliano Allegri.
Terlepas dari insiden kurang menyenangkan di pinggir lapangan, sang pelatih tetap mengapresiasi anak asuhnya. Skuad Como dinilai tampil luar biasa saat menahan gempuran bintang-bintang tuan rumah.
Permintaan Maaf Fabregas Usai Laga AC Milan vs Como

Pertandingan ini sempat memanas hingga memicu adu mulut di area bangku cadangan. Gesekan terjadi antara staf Como, Alexis Saelemaekers, dengan pelatih kepala Milan.
Manajer tim Como dan Allegri bahkan sampai diusir wasit akibat perselisihan tersebut. Situasi panas ini langsung ditanggapi secara serius oleh Fabregas seusai peluit panjang berbunyi.
“Saya ingin meminta maaf yang pertama dan terutama, saya melakukan sesuatu yang tidak saya banggakan, dan tidak sportif,” ujar Fabregas.
“Kita harus menjaga tangan kita sendiri, seperti yang dikatakan Chivu tempo hari, terutama para pelatih,” lanjutnya.
Taktik Brilian Como Tahan Imbang AC Milan

Tim tamu sejatinya tampil sangat cerdik dengan formasi tiga bek dan sistem false nine. Taktik ini sukses membuat barisan pertahanan Milan kesulitan mencari titik referensi penjagaan di area krusial.
Strategi tersebut berbuah manis saat Nico Paz mencetak gol pembuka memanfaatkan kesalahan Mike Maignan. Namun keunggulan itu sirna setelah Rafael Leao membalas lewat skema umpan panjang Ardon Jashari.
Walau kemenangan di depan mata harus buyar, Fabregas mengaku sangat bangga melihat kedewasaan timnya. Ia menilai performa skuad mudanya di tengah atmosfer San Siro sangat mengesankan dan minim kepanikan.
“Kami kehilangan bola konyol dan tahu bahwa ketika kami menyisakan terlalu banyak ruang untuk serangan balik melawan pemain kelas dunia, mereka dapat menyakiti Anda,” jelas Fabregas.
Sanjungan Fabregas untuk Bintang Tengah AC Milan
Selain fokus mengevaluasi timnya, Fabregas juga tidak segan memberikan sanjungan khusus kepada pemain lawan. Perhatian utamanya tertuju pada sosok veteran di lini tengah Milan, Luka Modric.
Modric yang kini menginjak usia 41 tahun tetap tampil luar biasa sebagai pengatur serangan. Kemampuannya mendikte jalannya pertandingan terbukti membuat kubu Como cukup kerepotan sepanjang malam.
"Sungguh menyenangkan melihatnya bermain. Anda mencoba menekannya dengan tiga atau empat pemain, dia tidak peduli, dia hanya mengendalikannya dengan sempurna dan berbalik untuk menjauh,” pujinya.
Tantangan Como Setelah Menantang AC Milan
Usai sukses mencuri poin penting di markas Milan, Como sudah ditunggu jadwal super padat. Mereka harus segera mengalihkan fokus untuk menghadapi Juventus pada akhir pekan ini di Turin.
Sayangnya skuad Como dipastikan bakal kehilangan Nico Paz dalam laga krusial tersebut. Pemain muda andalan ini harus menjalani masa skorsing akibat tekel terlambatnya hari ini.
Memasuki fase krusial kompetisi, kondisi kebugaran pemain jelas menjadi tantangan terberat staf pelatih. Rotasi cerdas menjadi satu-satunya kunci bertahan di tengah jadwal pertandingan yang sangat rapat.
"Tubuh tidak akan berada dalam kondisi 100 persen, para dokter mengatakan Anda harus memberikan jeda minimum 72 jam di antara pertandingan dan kami tidak memilikinya, tetapi kami harus terus maju," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ribut-ribut di Pinggir Lapangan Milan vs Como: Perseteruan Allegri vs Fabregas
Liga Italia 19 Februari 2026, 09:39
-
Man of the Match Milan vs Como: Nico Paz
Liga Italia 19 Februari 2026, 07:24
LATEST UPDATE
-
Pecco Bagnaia Terus Diburu Aprilia Meski Lebih Tertarik Bela Yamaha di MotoGP 2027
Otomotif 19 Februari 2026, 13:17
-
Persib Fokus ke BRI Super League Usai Tersingkir dari ACL 2, Memburu Hattrick Juara
Bola Indonesia 19 Februari 2026, 12:54
-
Sisi Lain Dayot Upamecano: Tembok Kokoh Bayern Munchen yang Doyan Nonton Serial Lupin
Bundesliga 19 Februari 2026, 12:47
-
Statistik Buruk Viktor Gyokeres, Haruskah Arsenal Mulai Khawatir?
Liga Inggris 19 Februari 2026, 12:24
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 19 Februari 2026
Voli 19 Februari 2026, 11:47
-
Arsenal Mulai Tersendat: Tujuh Poin Hilang, Alarm Bahaya di Puncak Premier League
Liga Inggris 19 Februari 2026, 11:42
-
Jadwal Pertandingan Proliga 2026 Putaran II Seri Bogor, 19 Februari-1 Maret 2026
Voli 19 Februari 2026, 11:38
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 19 Februari 2026, 11:23
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 19 Februari 2026, 11:23
-
Cowok Simple Wajib Punya! Grooming Praktis FFAR untuk Bulan Puasa
Lain Lain 19 Februari 2026, 11:22
-
Casey Stoner Kecam Keputusan MotoGP Tinggalkan Phillip Island demi Sirkuit Jalanan Adelaide
Otomotif 19 Februari 2026, 11:19
-
8 Tahun dan 20 Kasus Rasisme: Vinicius Junior Tak Selalu Bahagia di Real Madrid
Liga Spanyol 19 Februari 2026, 11:17
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48




