Inter Kalah dari Milan: Memang Sulit, tapi Tenang Masih Unggul 7 Poin!

Richard Andreas | 9 Maret 2026 09:00
Inter Kalah dari Milan: Memang Sulit, tapi Tenang Masih Unggul 7 Poin!
Fikayo Tomori, berebut bola dengan Pio Esposito, dalam laga Serie A antara AC Milan melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026) (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Inter harus menerima hasil mengecewakan setelah kalah tipis dari rival sekota, Milan, dalam lanjutan Serie A. Kekalahan itu membuat keunggulan Nerazzurri di puncak klasemen sedikit terpangkas, meski posisi mereka masih cukup aman.

Tim asuhan Simone Inzaghi terlihat kurang tajam sepanjang pertandingan. Kondisi tersebut diperparah oleh absennya dua penyerang utama, Marcus Thuram dan Lautaro Martinez, yang membuat lini depan Inter kehilangan daya dobrak.

Advertisement

Bek sayap Federico Dimarco kemudian mencoba menjelaskan apa yang terjadi di lapangan. Ia mengakui timnya kesulitan bereaksi setelah kebobolan, meski tetap menilai Inter masih berada dalam posisi kuat di klasemen.

1 dari 3 halaman

Inter Kesulitan Membongkar Pertahanan Milan

Inter Kesulitan Membongkar Pertahanan Milan

Rafael Leao (kanan) dari AC Milan berebut bola dengan pemain Inter Milan, Yann Bisseck, dalam laga Serie A, Minggu (8/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Inter tampak tidak berada dalam performa terbaik saat menghadapi Milan. Tim terlihat kurang padu, terutama setelah kehilangan dua penyerang utama akibat masalah kesehatan dan cedera.

Situasi itu membuat sejumlah peluang yang tercipta tidak mampu dimaksimalkan dengan baik. Dimarco dan Henrikh Mkhitaryan termasuk pemain yang sempat mendapatkan kesempatan emas, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol.

Sebaliknya, Milan tampil lebih efektif ketika mendapatkan peluang. Pervis Estupinan berhasil menyambut umpan terobosan Youssouf Fofana sebelum mengejutkan Yann Sommer lewat tembakan ke tiang dekat.

“Milan turun sangat dalam setelah gol mereka, seperti yang sudah kami perkirakan. Kenyataannya, kami menciptakan terlalu sedikit peluang untuk benar-benar menyakiti mereka,” ujar Dimarco kepada DAZN Italia.

“Kami menyiapkan pertandingan dengan blok rendah hingga menengah agar bisa meningkatkan tekanan. Ketika peluang itu datang kepada saya, bola memantul dan saya tidak menyambutnya dengan baik.”

2 dari 3 halaman

Dimarco Akui Inter Sering Lambat Bereaksi

Dimarco Akui Inter Sering Lambat Bereaksi

Sejumlah pemain terlibat adu argumen dalam pertandingan Serie A antara AC Milan melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Hasil tersebut mengakhiri catatan panjang tak terkalahkan Inter di Serie A sejak Derby della Madonnina sebelumnya pada November 2025. Dalam rentang itu, Inter mencatatkan 14 kemenangan dan satu hasil imbang melawan Napoli.

Meski demikian, Dimarco mengakui timnya memang sering kesulitan merespons setelah kebobolan lebih dulu. Ia menyebut reaksi Inter kerap tidak cukup kuat untuk membalikkan keadaan.

“Ketika kami kebobolan, kami sering kesulitan bereaksi, atau lebih tepatnya kami tidak bereaksi dengan determinasi yang cukup,” kata Dimarco.

“Sulit menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Tim ini tetap bersatu, kami menjalani musim yang hebat dan masih unggul tujuh poin di puncak klasemen.”

3 dari 3 halaman

Inter Masih Pegang Kendali

Ia juga menegaskan bahwa situasi di klasemen masih berada dalam kendali Inter. Meski kalah dari rival sekota, faktanya di klasemen Inter masih unggul 7 poin dari Milan dan tampak nyaman dalam persaingan menuju juara.

“Kami harus tetap tenang, karena nasib kami sepenuhnya masih berada di tangan kami," sambung Dimarco.

Dengan sepuluh pertandingan tersisa di Serie A, Inter masih memang masih jadi unggulan. Meski demikian, statistik menunjukkan mereka belum terlalu meyakinkan dalam laga besar musim ini, dengan hanya dua kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan melawan Milan, Napoli, Roma, dan Juventus.

LATEST UPDATE