Inter Milan Butuh Dana Rp2,4 Triliun, Belanja Besar Antonio Conte Mulai Jadi Masalah
Asad Arifin | 5 Februari 2021 10:02
Bola.net - Inter Milan dilaporkan butuh dana dalam jumlah besar untuk mengatasi krisis finansial yang terjadi. Namun, jalan yang akan ditempuh Inter Milan untuk mendapat investasi tidak bakal mudah.
Gonjang ganjing masalah finansial di Inter Milan mencuat sejak awal tahun 2021 ini. Inter Milan kabarnya tidak lagi mendapat kucuran dana dalam jumlah besar dari Suning Grup.
Krisis finansial yang melanda Inter Milan bermula dari pandemi COVI-19. Suning Grup kesulitan mengucurkan dana. Apalagi, Cina melarang perusahaan dalam negeri untuk melakukan investasi besar di luar negeri.
Gagal Mendapatkan Dana
Kasus finansial Inter Milan mulai mencuat ketika kabar kegagalan membayar cicilan Achraf Hakimi mencuat. Inter membeli Hakimi pada awal musim lalu dengan harga 40 juta euro dan dibayar secara bertahan.
Dikutip dari Financial Times, kini Inter Milan butuh suntikan dana besar. Inter Milan harus mendapatkan dana dalam jumlah 146 juta euro [sekitar Rp2.4 triliun] untuk bisa terhindar dari krisis finansial.
Inter Milan awalnya menggandeng BC Partners untuk mendapatkan investasi. Bahkan, rencana untuk melepas saham mulai dibahas dengan serius. Namun, rencana ini tidak menemukan titik temu.
Inter Milan mereka saham mereka bisa dijual dengan harga 785 juta euro. Sedangkan, BC Partners menilai harga jual Inter Milan hanya mendekati 650 juta euro. Kedua pihak tidak sepakat dan mungkin tidak melanjutkan kerja sama.
Gara-gara Conte?
Suning Grup dalam posisi yang sulit. Mereka dikabarkan tidak sedang dalam kondisi finansial yang bagus. Pandemi COVID-19 membuat Suning Grup kehilangan banyak potensi pemasukan.
Di sisi lain, kebijakan transfer yang dilakukan Inter Milan pada era Antonio Conte mulai digugat. Inter disebut terlalu banyak memberi dana kepada Conte untuk membeli pemain baru.
Conte membeli pemain mahal seperti Achraf Hakimi, Romelu Lukaku, dan Nico Barella. Lalu, ada nama Stefano Sensi dan Valentino Lazaro yang gagal tampil sesuai ekspektasi.
Selain itu, Inter juga membawa pemain dengan beban gaji tinggi seperti Christian Eriksen, Alexis Sanchez, Ashley Young, Aleksandar Kolarov, dan Arturo Vidal.
Penjualan yang Buruk
Inter Milan sebenarnya berupaya untuk mendapatkan keseimbangan finansial dengan menjual pemain bintang. Namun, transfer Mauro Icardi dan Gabriel Barbosa belum cukup untuk bisa menutup pengeluaran Inter Milan.
Kegagalan Inter Milan lolos ke babak 16 Besar Liga Champions juga membuat potensi pemasukan klub berkurang. Situasi ini bisa membuat Inter Milan berada dalam situasi yang pelik.
Sumber: Financial Times
Baca Ini Juga:
Kabar Bagus Bagi Milan, Ada Celah untuk Bajak Belotti dari Torino
AC Milan Gagal Amankan Servis Lukaku Dari Belanda
Peringatan Danilo, Pesaing Scudetto Juve Kini Bukan Cuma Milan dan Inter
Merendah, Giorgio Chiellini: Saya Bukan Bek Hebat Seperti Sergio Ramos atau Virgil van Dijk
Juventus Perpanjang Kontrak Cristiano Ronaldo?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 22:42
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 22:42
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Monako di Monte Carlo
Otomotif 7 Juni 2026, 22:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















