Inter Milan Harus Meningkatkan Agresivitas Permainan Mereka

Gia Yuda Pradana | 18 Oktober 2026 15:09
Inter Milan Harus Meningkatkan Agresivitas Permainan Mereka
Pemain Inter Milan Ange-Yoan Bonny merayakan gol dalam laga Serie A antara Bologna vs Inter di Bologna, Italia, Sabtu, 17 Oktober 2026 (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Bola.net - Inter Milan bertekad meningkatkan agresivitas permainan pada musim ini, terutama di Liga Champions. Asisten pelatih Aleksandar Kolarov menegaskan bahwa Nerazzurri ingin tampil lebih intens, baik saat menguasai bola maupun ketika berusaha merebutnya kembali dari lawan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Inter bangkit dan mengalahkan Bologna dengan skor 3-1 dalam lanjutan Serie A di Stadion Renato Dall'Ara. Kemenangan ini menjadi suntikan moral bagi tim asuhan Cristian Chivu setelah mengalami dua kekalahan beruntun di Liga Champions.

Advertisement

Namun, Inter masih memiliki pekerjaan rumah. Kekalahan dari Real Madrid dan Club Brugge membuat mereka belum mengumpulkan poin di kompetisi Eropa. Situasi itu mendorong tim untuk memperbaiki pendekatan permainan menjelang pertandingan berikutnya melawan Shakhtar Donetsk.

1 dari 4 halaman

Inter Bangkit Setelah Tertinggal dari Bologna

Inter kembali harus bekerja keras setelah kebobolan lebih dahulu. Gol Tommaso Pobega membawa Bologna unggul, sekaligus memperlihatkan kesulitan Nerazzurri dalam mengantisipasi permainan agresif tuan rumah pada babak pertama.

Marcus Thuram kemudian menyamakan kedudukan menjelang turun minum. Setelah jeda, Inter tampil lebih dominan dan berhasil membalikkan keadaan melalui kontribusi para pemain pengganti.

Carlos Augusto mencetak gol sekaligus menyumbang assist, sedangkan Ange-Yoan Bonny turut mencatatkan namanya di papan skor. Inter pun mengamankan kemenangan 3-1 setelah meningkatkan intensitas permainan pada babak kedua.

Carlos Augusto terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan Serie A tersebut. Kolarov memuji konsistensi pemain asal Brasil itu dalam latihan dan menilai kontribusinya tidak mengejutkan tim pelatih.

Menurut Kolarov, Bologna tampil dengan kondisi fisik yang lebih segar dan mampu memenangi banyak perebutan bola kedua pada paruh pertama. Meski demikian, Inter tidak menjadikan faktor tersebut sebagai alasan dan berhasil mengubah jalannya pertandingan.

2 dari 4 halaman

Kolarov Minta Inter Lebih Intens di Liga Champions

Kemenangan atas Bologna menjadi respons penting setelah Inter kalah 4-3 dari Club Brugge di kandang sendiri pada Selasa. Sebelumnya, mereka juga takluk 1-2 saat bertandang ke markas Real Madrid.

Hasil tersebut membuat Inter belum meraih poin dari dua pertandingan awal Liga Champions. Oleh karena itu, laga berikutnya melawan Shakhtar Donetsk di San Siro menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki posisi mereka.

“Kami ingin lebih agresif, baik saat menyerang maupun ketika merebut kembali bola,” ujar Kolarov kepada DAZN Italia.

Ia juga menegaskan bahwa Inter ingin bermain lebih agresif di Eropa dibandingkan musim sebelumnya. Menurutnya, tim perlu meningkatkan intensitas dan tidak hanya mengandalkan kualitas ketika menguasai bola.

Inter sendiri pernah mencapai dua final Liga Champions dalam rentang tiga tahun sebelum tersingkir pada babak play-off musim lalu dari Bodo/Glimt. Pengalaman tersebut menjadi latar belakang bagi upaya tim untuk kembali bersaing di level tertinggi Eropa.

3 dari 4 halaman

Membangun Intensitas dari Lini Belakang

Kolarov menilai intensitas permainan harus dibangun sejak lini pertahanan. Para pemain belakang dituntut membantu menentukan tempo pertandingan agar Inter mampu mempertahankan tekanan dan merebut bola dengan lebih cepat.

Ia mengakui tim masih menghadapi sejumlah kendala, tetapi meyakini Inter memiliki kemampuan untuk mengejar poin yang telah hilang. Fokusnya bukan membuktikan sesuatu kepada pihak lain, melainkan memenuhi standar yang ditetapkan tim sendiri.

Kemenangan atas Bologna memperlihatkan bahwa Inter mampu meningkatkan tekanan setelah mengalami awal pertandingan yang sulit. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan pendekatan tersebut di Liga Champions, ketika kesalahan kecil dapat berakibat fatal.

Bagi Inter, bermain lebih agresif bukan sekadar soal menyerang dengan intensitas tinggi. Konsistensi dalam mengatur tempo, memenangkan duel, dan merebut bola akan menjadi faktor penting untuk mengubah hasil buruk di Eropa menjadi momentum kebangkitan.

Sumber: Football Italia

4 dari 4 halaman

Klasemen

LATEST UPDATE