Juventini Harus Tahu! Thiago Motta Ternyata Lebih Baik dari Tudor dan Spalletti di Juventus
Editor Bolanet | 24 Februari 2026 15:51
Bola.net - Juventus sedang mengalami masa terkelam dalam satu setengah dekade terakhir. Catatan 46 poin setelah 26 pekan Serie A menjadi yang terburuk sejak musim 2010-11.
Yang menarik, Thiago Motta justru punya rapor lebih cemerlang ketimbang dua penggantinya. Pelatih asal Italia itu mengoleksi 49 poin di periode yang sama musim lalu sebelum akhirnya dipecat.
Igor Tudor dan Luciano Spalletti sebagai penerus Motta tak mampu memperbaiki kinerja Si Nyonya Tua. Statistik membuktikan bahwa pemecatan Motta mungkin merupakan keputusan yang terlalu terburu-buru.
Juventus kini tertahan di peringkat kelima dengan selisih empat poin dari zona Liga Champions. Kekalahan 0-2 dari Como akhir pekan lalu semakin mempertegas krisis yang melanda tim.
Rekor Buruk yang Mengubur Kenangan Manis

La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa ini adalah start terburuk Juventus dalam 15 tahun. Terakhir kali mereka lebih buruk dari ini adalah pada musim 2010-11 dengan hanya 41 poin di tangan.
Padahal di musim lalu dengan Thiago Motta, Juventus masih tampil cukup solid. Mereka mencetak 43 gol dan hanya kebobolan 21—lebih baik dibanding musim ini yang sudah kemasukan 25 gol.
Perbedaan paling mencolok terletak pada kekalahan yang dialami. Di tangan Motta, Juventus hanya kalah sekali dari 26 laga perdana meski meraih 13 hasil imbang.
Musim ini, Si Nyonya Hitam sudah menelan enam kekalahan di Serie A. Ini menunjukkan bahwa masalah Juventus bukan sekadar soal hasil akhir, tapi juga konsistensi performa.
Thiago Motta Lebih Baik dari Tudor dan Spalletti

Motta dipecat setelah 29 pertandingan pada Maret tahun lalu saat Juventus terpuruk. Kala itu mereka dihantam kekalahan telak dari Atalanta dan Fiorentina plus tersingkir dari Liga Champions.
Namun angka berbicara lain jika melihat kontribusi Motta secara keseluruhan. Penggantinya, Igor Tudor, hanya mampu meraih rata-rata 1,50 poin per laga di awal musim ini.
Luciano Spalletti yang kini menukangi Juventus mencatat rata-rata 1,82 poin per pertandingan. Catatan ini sebenarnya lebih baik dari Tudor, tapi tetap tak bisa mengangkat tim ke papan atas.
Rentetan Hasil Buruk di Semua Kompetisi
Juventus kini telah kalah dalam empat dari lima laga terakhir di semua ajang. Di Serie A saja, mereka menelan dua kekalahan dan satu hasil imbang dalam tiga pertandingan terakhir.
Ini adalah tren yang sangat mengkhawatirkan bagi tim sekelas Juventus. Target finis di empat besar dan lolos ke Liga Champions mulai terlihat sulit diraih.
Para pengganti Motta ternyata tak mampu membawa perubahan signifikan. Tudor bertahan hanya sampai akhir Oktober sebelum akhirnya dipecat karena hasil mengecewakan.
Spalletti pun belum menunjukkan progress yang berarti sejak mengambil alih kursi kepelatihan. Masalah di lini belakang dan inkonsistensi lini depan masih menjadi pekerjaan rumah besar.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




