Juventus Bangkit: 4 Perbaikan Nyata di Era Luciano Spalletti
Gia Yuda Pradana | 22 Desember 2025 23:18
Bola.net - Juventus memasuki fase baru sejak Luciano Spalletti duduk di kursi pelatih, dan perubahan itu terasa cepat. Dalam dua bulan pertama, Juventus mulai memperlihatkan arah yang lebih jelas setelah periode eksperimen yang kurang stabil.
Keputusan menunjuk Spalletti bukan tanpa risiko, tetapi pengalaman panjangnya memberi fondasi penting. Ia datang dengan reputasi sebagai peraih Scudetto Serie A/Liga Italia dan pemahaman mendalam tentang tekanan di klub besar.
Hasilnya memang belum sempurna, tetapi tanda-tanda kemajuan terlihat di berbagai aspek permainan. Juventus kini tampil lebih terstruktur, lebih tenang, dan lebih siap menghadapi situasi sulit di lapangan.
Pertahanan Juventus Lebih Kokoh dan Terorganisasi

Salah satu perbaikan paling terasa ada di lini belakang yang kini lebih solid. Meski menghadapi situasi rumit seperti absennya Gleison Bremer dan reposisi Teun Koopmeiners ke pertahanan, Juventus tetap mampu menjaga keseimbangan.
Ada laga-laga dengan skor besar, tetapi secara umum, struktur bertahan menjadi lebih rapi. Pola bertahan Juventus juga lebih mudah dibaca oleh rekan setim, bukan oleh lawan.
Kedisiplinan ini membuat risiko kesalahan individu berkurang. Akan tetapi, konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dijaga sepanjang musim.
Juventus Percaya Diri dalam Menguasai Bola

Perubahan lain terlihat dari cara Juventus mengelola penguasaan bola. Tim kini lebih sabar dan percaya diri saat membangun serangan dari lini belakang.
Pada awal era Igor Tudor, dominasi bola sempat muncul, tapi kemudian menghilang. Namun, pendekatan itu kembali hidup di bawah arahan Spalletti.
Kembalinya Fabio Miretti menjadi faktor penting di lini tengah. Ia membantu sirkulasi bola berjalan lebih lancar dan memberi ketenangan saat ditekan lawan.
Mentalitas Juventus Tidak Mudah Jatuh

Musim-musim sebelumnya menunjukkan Juventus kerap goyah ketika kebobolan lebih dulu. Kondisi itu mulai berubah karena tim tetap menjaga intensitas meski tertinggal.
Dalam beberapa pertandingan, mereka mampu bangkit segera setelah kehilangan keunggulan. Reaksi cepat ini menandakan peningkatan mental yang signifikan.
Spalletti bekerja keras pada aspek psikologis pemain. Filosofi klub kembali terasa lewat semboyan “sampai akhir.”
Juventus Tidak Bergantung pada Satu Pemain

Masalah lama Juventus adalah ketergantungan pada individu tertentu. Situasi itu kini berkurang karena permainan kolektif lebih diutamakan.
Ketika satu pemain tampil kurang optimal, struktur tim tetap berjalan. Fokus permainan bergeser ke kerja sama antarlini, bukan aksi personal.
Perubahan ini membuat performa lebih stabil dari pekan ke pekan. Juventus perlahan membangun identitas sebagai tim yang bekerja bersama, bukan sekadar mengandalkan bintang.
Sumber: juvefc
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Lennart Karl, Wonderkid Bayern yang Membuat Real Madrid Sesali Keputusan Lama
- Real Madrid: Sebuah Pelajaran Brutal (yang Terlambat) dari Endrick untuk Xabi Alonso
- Real Madrid: Alasan di Balik Penurunan Performa Dean Huijsen
- Sandaran Utama Xabi Alonso di Real Madrid Itu Bukan Bellingham atau Vinicius
- Nomor 1! Real Madrid Kantongi Rp3 Triliun dari Hak Siar La Liga 2024/25
- Kemenangan 2-0 Barcelona dan Runtuhnya Rekor Kandang Villarreal
- Barcelona Cetak 169 Gol Tahun Ini: Statistik Gila yang Mengantar Kembali ke Era Messi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man United vs Tottenham: Ini Prediksi Susunan Pemain Carrick di Old Trafford
Liga Inggris 7 Februari 2026, 14:00
-
Prediksi Genoa vs Napoli 8 Februari 2026
Liga Italia 6 Februari 2026, 13:00
LATEST UPDATE
-
Kenan Yildiz Sepakati Kontrak Baru, Juventus Amankan Bintang Masa Depan
Liga Italia 7 Februari 2026, 19:25
-
Tak Cuma Pembalap, Kontrak 5 Tim Satelit MotoGP Juga Bakal Habis pada Akhir 2026
Otomotif 7 Februari 2026, 19:18
-
Kinerja Apik, Cristian Chivu Akan Dapat Perpanjangan Kontrak di Inter
Liga Italia 7 Februari 2026, 19:10
-
Tempat Menonton Barcelona vs Mallorca: Main Jam Berapa, Tayang di Mana?
Liga Spanyol 7 Februari 2026, 18:51
-
Prediksi PSBS Biak vs PSM 8 Februari 2026
Bola Indonesia 7 Februari 2026, 18:06
-
Liverpool vs Man City: Kalah di Anfield, Juara Liga Inggris jadi Milik Arsenal!
Liga Inggris 7 Februari 2026, 17:59
-
Prediksi Semen Padang vs Persita 8 Februari 2026
Bola Indonesia 7 Februari 2026, 17:35
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42









