Juventus dan Statistik yang Menunjukkan Mereka Tak Cukup Menghargai Cristiano Ronaldo
Gia Yuda Pradana | 14 Oktober 2025 21:23
Bola.net - Cristiano Ronaldo pernah menjadi bagian penting dari Juventus antara 2018 hingga 2021. Dalam kurun waktu itu, penyerang asal Portugal tersebut mempersembahkan dua gelar Serie A serta tiga trofi domestik lainnya. Seperti di klub-klub sebelumnya, kehadirannya selalu identik dengan kemenangan dan gol-gol spektakuler.
Menurut TuttoJuve, masa Ronaldo di Turin ditandai oleh performa luar biasa dan konsistensi tinggi di depan gawang. Selama ia menjadi bagian tim, Juventus mencatat rata-rata sekitar 70 gol per musim—angka yang menunjukkan betapa besar pengaruhnya terhadap produktivitas serangan. Lebih dari sekadar statistik, profesionalisme dan mental juara yang ia bawa turut mengangkat standar kompetitif seluruh skuad.
Akan tetapi, akhir kisah Ronaldo bersama Juventus tidak berjalan mulus. Ia meninggalkan klub setelah kehilangan tempat di starting line-up, sementara manajemen berupaya meringankan beban finansial dengan melepas gajinya yang besar—sekitar 31 juta euro per musim (sekitar Rp551 miliar). Cara kepergiannya mencerminkan bahwa kontribusinya, baik secara angka maupun sikap, tidak sepenuhnya dihargai oleh klub.
Setelah Ronaldo Pergi, Tajamnya Gigi Bianconeri Memudar

Ketika Ronaldo angkat kaki dari Turin, Juventus berharap Dusan Vlahovic mampu meneruskan mesin gol yang sempat menggelegar di bawah kepemimpinannya. Namun, kenyataannya jauh dari ekspektasi. Sejak kepergian Ronaldo, rata-rata gol Juventus anjlok menjadi hanya sedikit di atas 45 gol per musim.
Penurunan tajam ini memperlihatkan betapa besar peran Ronaldo dalam menopang lini depan Juventus. Meski mereka telah mencoba memperkuat skuad, belum ada pemain yang mampu menandingi konsistensi dan insting membunuh di depan gawang yang dimiliki sang megabintang Portugal. Kepergiannya meninggalkan lubang besar dalam pola serangan Bianconeri—lubang yang hingga kini belum tertambal.
Juventus Masih Mencari Pengganti yang Sepadan

Hingga saat ini, Juventus masih berjuang mengembalikan ketajaman yang hilang sejak era Ronaldo berakhir. Kegagalan menemukan pengganti sepadan membuat mereka kerap kesulitan dalam laga-laga penting, baik di pentas domestik maupun Eropa.
Ronaldo bukan hanya pencetak gol, tetapi juga simbol mentalitas kemenangan. Juventus mungkin telah berhasil menyeimbangkan neraca keuangan setelah kepergiannya, tapi di sisi lain, mereka kehilangan nilai yang lebih berharga—seorang pemimpin di lapangan yang tahu cara memenangkan pertandingan.
Kini, statistik itu berbicara lantang: Juventus baru menyadari betapa mereka sebenarnya tidak cukup menghargai Cristiano Ronaldo ketika masih berseragam hitam-putih.
Sumber: Tuttojuve, juvefc.com
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Momentum Kebangkitan Inter usai Tersingkir dari Liga Champions
Liga Italia 1 Maret 2026, 06:26
-
Rating Pemain Inter vs Genoa: Dominasi Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Italia 1 Maret 2026, 05:36
-
Man of the Match Inter vs Genoa: Federico Dimarco
Liga Italia 1 Maret 2026, 05:08
LATEST UPDATE
-
Otomotif 1 Maret 2026, 16:08

-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 1 Maret 2026, 16:04
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Grand Prix Thailand di Buriram
Otomotif 1 Maret 2026, 16:02
-
Skuad Manchester United Dukung Michael Carrick Jadi Manajer Permanen
Liga Inggris 1 Maret 2026, 15:25
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21













