Juventus Mendominasi Tapi Lupa Cara Menang, Bremer: Penyakit Lama Kambuh, Terlalu Santai, Tiba-tiba Kebobolan!
Afdholud Dzikry | 4 Januari 2026 13:30
Bola.net - Gleison Bremer membunyikan alarm bahaya usai Juventus gagal menang lawan Lecce pada lanjutan Serie A, Minggu (4/1/2026) dini hari WIB. Hasil imbang 1-1 ini menyoroti masalah mentalitas Bianconeri yang cukup serius.
Bek asal Brasil itu mengaku sangat khawatir dengan pola permainan timnya saat ini. Mereka sering lengah dan kehilangan fokus justru saat sedang mendominasi laga.
Juventus sebenarnya menguasai jalannya pertandingan hampir di sepanjang waktu normal. Namun, penyelesaian akhir yang buruk menjadi biang kerok kegagalan mencolok ini.
Satu kesalahan fatal mengubah segalanya bagi pasukan Turin di atas lapangan. Bremer menyebut timnya terlalu santai saat merasa di atas angin dan meremehkan lawan.
Bahaya Meremehkan Lawan

Bremer tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya kepada DAZN usai laga. Ia melihat rekan-rekannya kehilangan kendali permainan dengan cara yang cukup konyol.
Situasi ini menurutnya sangat mengkhawatirkan bagi perjalanan Juventus ke depannya. Tim seolah lupa bahwa lawan bisa mencetak gol kapan saja jika diberi celah.
"Ini adalah jenis pertandingan yang paling membuat saya khawatir," kata Bremer.
"Terkadang kami bersantai dan kebobolan gol yang bermula dari ketiadaan. Ketika Anda mendominasi seperti itu, Anda harus langsung mencetak gol," lanjut Bremer.
Hukuman Buang-Buang Peluang
Si Nyonya Tua sebenarnya menciptakan segudang peluang emas di depan gawang Lecce. Sayangnya, dominasi mutlak itu gagal dikonversi menjadi gol tambahan yang dibutuhkan.
Bremer menilai timnya telat panas untuk menyamakan kedudukan usai tertinggal. Hal ini membuat momentum pertandingan berubah drastis dan sangat merugikan tim.
"Kami butuh waktu terlalu lama untuk menyamakan kedudukan," terang Bremer.
"Kami menciptakan banyak peluang, itu benar, tapi pada akhirnya kami tidak cukup mencetak gol dan inilah yang terjadi," sambung mantan bek Torino tersebut.
Jebakan Rasa Nyaman
Masalah utama Juventus adalah rasa percaya diri yang berlebihan saat memegang bola. Mereka berpikir gol akan datang dengan sendirinya tanpa usaha keras yang konsisten.
Pola pikir seperti ini menurut Bremer adalah racun yang mematikan bagi tim besar. Sepak bola modern tidak bekerja dengan cara instan seperti yang dipikirkan rekannya.
"Saat mendominasi, kami mulai berpikir kami bisa mencetak gol kapan saja," ujar Bremer.
"Tapi tidak seperti itu kerjanya. Satu serangan balik, satu kesalahan, seperti yang kami buat, dan mereka mencetak gol. Tiba-tiba seluruh permainan berubah," tegas Bremer.
Pembelaan untuk Jonathan David
Sorotan tajam juga mengarah kepada Jonathan David yang tampil kurang beruntung. Ia mengalami momen sulit sepanjang pertandingan, termasuk kegagalan penalti dan peluang yang kena tiang.
Namun, Bremer langsung pasang badan membela rekan setimnya itu dari kritik pedas. Ia menjamin bahwa sang striker punya kualitas mumpuni dan etos kerja tinggi.
"Dia orang baik dan dia bekerja keras. Dalam latihan saya selalu kesulitan menjaganya karena dia memiliki pergerakan pemain yang kuat," puji Bremer.
"Dia bermain bagus bahkan sebelum itu. Dia tidak beruntung, dia membentur tiang dan bola jatuh ke kiper. Tapi dia profesional yang baik, dan saya yakin segalanya akan berjalan baik untuknya ke depan," tutup Bremer.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristian Chivu Bela Josep Martinez, Tegaskan Kiper Inter Milan Bukan Masalah
Liga Italia 15 September 2026, 13:29
-
Pelajaran dari Comeback Inter Milan: Mental Juang Bisa Jadi Kekuatan Utama
Liga Italia 15 September 2026, 08:14
-
Marcus Thuram Puas dengan Respons Inter Milan Usai Comeback Lawan Udinese
Liga Italia 15 September 2026, 07:39
-
Cristian Chivu Tak Khawatir Inter Milan Kebobolan Banyak Gol Usai Menang 5-3
Liga Italia 15 September 2026, 06:52
-
Rapor Pemain Inter Milan saat Comeback Lawan Udinese: Barella Gemilang, Martinez Bikin Cemas
Liga Italia 15 September 2026, 06:08
LATEST UPDATE
-
Johnny Jansen Girang Bali United Sapu Bersih 2 Laga Awal BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 21:07
-
Pierre Kalulu Diincar MU, Juventus: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 16 September 2026, 21:00
-
Lupakan Derby Manchester, Manchester United Fokus Penuh Hadapi Brighton
Liga Inggris 16 September 2026, 20:40
-
Inikah Penerus Harry Maguire di Skuad Manchester United?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:20
-
Madura United Punya Misi Balas Dendam ke PSIM di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 20:13
-
Tajam dan Jadi Pembeda, Kenapa Carlos Espi Terus Cadangan, Wahai Mourinho?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:00
-
Nganggur di Real Madrid, MU Siap Selamatkan Karir Endrick
Liga Inggris 16 September 2026, 19:40
-
Lagi, Jose Mourinho Pasang Badan untuk Vinicius Junior
Liga Spanyol 16 September 2026, 19:20
-
Kyohei Yoshino, Senjata Serbabisa Persija Jakarta
Bola Indonesia 16 September 2026, 19:19
-
Hasil FC Seoul vs Persib: Start Mulus Maung Bandung di Asia!
Bola Indonesia 16 September 2026, 18:55
-
Michael Carrick Konfirmasi Kapan Carlos Baleba Debut di MU
Liga Inggris 16 September 2026, 18:40
-
Setelah 12 Tahun Bersama, MU Bakal Berpisah dengan Luke Shaw?
Liga Inggris 16 September 2026, 18:20
-
Jose Mourinho Acungi Start Pertama Yan Diomande di Real Madrid
Liga Spanyol 16 September 2026, 17:56
-
Hasil BRI Super League: Kalah Lawan Dewa United, Borneo FC Terpuruk di Kandang
Bola Indonesia 16 September 2026, 17:34
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk Bocah Ajaib Arsenal, Max Dowman
Liga Inggris 16 September 2026, 17:34
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
