Juventus Mendominasi Tapi Lupa Cara Menang, Bremer: Penyakit Lama Kambuh, Terlalu Santai, Tiba-tiba Kebobolan!

Afdholud Dzikry | 4 Januari 2026 13:30
Juventus Mendominasi Tapi Lupa Cara Menang, Bremer: Penyakit Lama Kambuh, Terlalu Santai, Tiba-tiba Kebobolan!
Bek Juventus, Bremer saat melakukan pemanasan jelang lawan Lecce di Liga Italia, 4 Januari 2026. (c) dok.juventusfc

Bola.net - Gleison Bremer membunyikan alarm bahaya usai Juventus gagal menang lawan Lecce pada lanjutan Serie A, Minggu (4/1/2026) dini hari WIB. Hasil imbang 1-1 ini menyoroti masalah mentalitas Bianconeri yang cukup serius.

Bek asal Brasil itu mengaku sangat khawatir dengan pola permainan timnya saat ini. Mereka sering lengah dan kehilangan fokus justru saat sedang mendominasi laga.

Advertisement

Juventus sebenarnya menguasai jalannya pertandingan hampir di sepanjang waktu normal. Namun, penyelesaian akhir yang buruk menjadi biang kerok kegagalan mencolok ini.

Satu kesalahan fatal mengubah segalanya bagi pasukan Turin di atas lapangan. Bremer menyebut timnya terlalu santai saat merasa di atas angin dan meremehkan lawan.

1 dari 4 halaman

Bahaya Meremehkan Lawan

Bahaya Meremehkan Lawan

Pemain Juventus, Edon Zhegrova, menghadapi pemain Lecce, Antonino Gallo dan Thorir Helgason (kanan), dalam laga Serie A, Minggu (4/1/2026). (c) Fabio Ferrari/LaPresse via AP

Bremer tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya kepada DAZN usai laga. Ia melihat rekan-rekannya kehilangan kendali permainan dengan cara yang cukup konyol.

Situasi ini menurutnya sangat mengkhawatirkan bagi perjalanan Juventus ke depannya. Tim seolah lupa bahwa lawan bisa mencetak gol kapan saja jika diberi celah.

"Ini adalah jenis pertandingan yang paling membuat saya khawatir," kata Bremer.

"Terkadang kami bersantai dan kebobolan gol yang bermula dari ketiadaan. Ketika Anda mendominasi seperti itu, Anda harus langsung mencetak gol," lanjut Bremer.

2 dari 4 halaman

Hukuman Buang-Buang Peluang

Si Nyonya Tua sebenarnya menciptakan segudang peluang emas di depan gawang Lecce. Sayangnya, dominasi mutlak itu gagal dikonversi menjadi gol tambahan yang dibutuhkan.

Bremer menilai timnya telat panas untuk menyamakan kedudukan usai tertinggal. Hal ini membuat momentum pertandingan berubah drastis dan sangat merugikan tim.

"Kami butuh waktu terlalu lama untuk menyamakan kedudukan," terang Bremer.

"Kami menciptakan banyak peluang, itu benar, tapi pada akhirnya kami tidak cukup mencetak gol dan inilah yang terjadi," sambung mantan bek Torino tersebut.

3 dari 4 halaman

Jebakan Rasa Nyaman

Masalah utama Juventus adalah rasa percaya diri yang berlebihan saat memegang bola. Mereka berpikir gol akan datang dengan sendirinya tanpa usaha keras yang konsisten.

Pola pikir seperti ini menurut Bremer adalah racun yang mematikan bagi tim besar. Sepak bola modern tidak bekerja dengan cara instan seperti yang dipikirkan rekannya.

"Saat mendominasi, kami mulai berpikir kami bisa mencetak gol kapan saja," ujar Bremer.

"Tapi tidak seperti itu kerjanya. Satu serangan balik, satu kesalahan, seperti yang kami buat, dan mereka mencetak gol. Tiba-tiba seluruh permainan berubah," tegas Bremer.

4 dari 4 halaman

Pembelaan untuk Jonathan David

Sorotan tajam juga mengarah kepada Jonathan David yang tampil kurang beruntung. Ia mengalami momen sulit sepanjang pertandingan, termasuk kegagalan penalti dan peluang yang kena tiang.

Namun, Bremer langsung pasang badan membela rekan setimnya itu dari kritik pedas. Ia menjamin bahwa sang striker punya kualitas mumpuni dan etos kerja tinggi.

"Dia orang baik dan dia bekerja keras. Dalam latihan saya selalu kesulitan menjaganya karena dia memiliki pergerakan pemain yang kuat," puji Bremer.

"Dia bermain bagus bahkan sebelum itu. Dia tidak beruntung, dia membentur tiang dan bola jatuh ke kiper. Tapi dia profesional yang baik, dan saya yakin segalanya akan berjalan baik untuknya ke depan," tutup Bremer.

LATEST UPDATE