Kebiasaan Merokok Sarri Dianggap Bisa Pengaruhi Performa Cristiano Ronaldo
Yaumil Azis | 22 Agustus 2019 05:41
Bola.net - Pelatih Juventus, Maurizio Sarri memiliki kebiasaan yang belakangan mulai menggangu kesehatannya, yakni merokok. Salah satu pakar sepak bola Italia, Matteo Bonetti, meyakini bahwa kebiasaan tersebut bisa menganggu sang bintang, Cristiano Ronaldo.
Sarri bisa disebut sebagai pecandu berat rokok. Beberapa waktu lalu, ia pernah mengakui bahwa dirinya bisa menghabiskan 60 batang rokok dalam sehari.
Pria berusia 60 tahun itu bahkan tidak sungkan melakukannya dari pinggir lapangan sambil memberikan instruksi kepada anak asuhnya. Kebiasaan tersebut sudah dilakukan sejak masih menukangi bekas klubnya dulu, Napoli.
Di Chelsea, ia harus menahan kebiasaannya menyusul adanya aturan tegas soal rokok di dalam stadion. Sempat beredar kabar bahwa tim akan menyediakan tempat khusus baginya, namun pada akhirnya ia berkompromi dengan mengunyah filternya saja.
Scroll ke bawah unutk membaca informasi selengkapnya.
Ronaldo Bisa Terganggu
Baru-baru ini, Sarri divonis menderita penyakit pneumonia dan harus menjalani terapi. Alhasil, ia diragukan bisa mendampingi Juventus saat bertandang ke markas Parma di pekan perdana Serie A hari Sabtu (25/8/2019) mendatang.
Kebiasaan ini kemudian mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan, salah satunya datangi dari Matteo Bonetti. Ia ragu pemain seperti Cristiano Ronaldo bisa memberikan performa maksimal sementara pelatihnya sedang mengisap rokok di pinggir lapangan.
"Saya tak bisa membayangkan sebuah dunia di mana Cristiano Ronaldo sedang diasuh oleh Maurizio Sarri," ujar Matteo Bonetti saat berbicara kepada ESPN FC.
"Itu aneh, Sarri merokok di dekat pinggir lapangan, apakah anda bisa membayangkan Ronaldo mengendus bau tersebut sementara dirinya sedang melatih fisiknya yang sempurna? Ayolah," lanjutnya.
Meragukan Peluang Juventus Juara
Bonetti juga meragukan peluang Juventus mempertahankan gelar Scudetto di bawah asuhan Maurizio Sarri. Kali ini bukan karena kebiasaan sang pelatih, melainkan kehadiran Antonio Conte di kursi kepelatihan rival bebuyutan Bianconeri, Inter Milan.
"Mereka adalah tim yang bisa menang dengan skor 1-0 dan tidak kebobolan, mungkin mereka takkan memimpin klasemen dengan torehan pencetak gol terbanyak," tambahnya.
"Tapi dengan lini belakang seperti [Milan] Skriniar, [Stefan] De Vrij, dan [Diego] Godin dalam sistem Conte yang sudah terbukti di liga, mereka bisa menjadi anti-Juve," tandasnya.
(Express)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Randal Kolo Muani Sulit, Juventus Beralih ke Striker Asal Brasil Ini
Liga Italia 18 Juli 2026, 18:00
LATEST UPDATE
-
Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
Liga Inggris 24 Juli 2026, 01:00
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34












