Kegagalan Inter Milan Adalah Sebuah Keniscayaan
Gia Yuda Pradana | 24 Mei 2025 13:39
Bola.net - Inter Milan menutup musim Serie A dengan kemenangan 2-0 atas Como. Namun, hasil itu tak mengubah nasib mereka di klasemen. Napoli tetap di puncak dan Scudetto pun melayang dari genggaman Nerazzurri.
Sepanjang laga pamungkas, Inter tampil dominan dan profesional. Akan tetapi, mereka tak bisa menentukan nasib sendiri. Napoli juga menang dengan skor yang sama saat menjamu Cagliari, membuat usaha Inter menjadi percuma.
Kekecewaan terasa, tapi tak ada ruang untuk menyalahkan siapa pun. "Pada akhirnya kami memang tidak pantas mendapatkannya," ujar Stefan de Vrij, seperti dikutip Sempre Inter. "Siapa pun yang berada di puncak klasemen setelah 38 pertandingan memang layak menjadi juara."
Inter Profesional hingga Akhir
Meski gagal membawa pulang scudetto, Inter tetap tampil penuh dedikasi. Para pemain menjaga konsentrasi dan memberikan segalanya hingga peluit panjang berbunyi. "Kami sudah melakukan bagian kami," ucap de Vrij setelah laga.
Dia menyadari, tak semua ada dalam kendali timnya. Harapan agar Napoli terpeleset di pekan terakhir ternyata hanya angan. "Kami tahu bahwa kami bergantung pada hasil pertandingan lain," tambahnya.
Inter menutup musim dengan hasil positif. Namun, itu hanya sekadar penenang, bukan trofi. "Tak ada lagi yang bisa kami lakukan hari ini," kata de Vrij, mencoba legawa.
Inter: Kesalahan yang Tak Terampuni
Musim ini bukan musim buruk bagi Inter, tapi bukan pula musim luar biasa. Mereka solid di banyak pertandingan, tapi kerap buang-buang poin. “Tetap saja, ada perasaan bahwa kami seharusnya bisa berbuat jauh lebih baik di liga,” ujar de Vrij.
Pernyataan itu menggambarkan kekecewaan yang masih membekas. Napoli konsisten, Inter terlalu sering terpeleset di momen penting. Itulah yang membedakan juara dan pengejar.
De Vrij tampil apik di laga terakhir, bahkan mencetak gol. Namun, performa individu bukan segalanya. “Kami harus melupakan ini sekarang,” katanya dengan nada tegas.
Inter Menatap Final Liga Champions dengan Kepala Tegak
Kini, perhatian penuh diberikan ke final Liga Champions kontra PSG. Gelar Eropa bisa jadi penebus rasa kecewa atas kegagalan di liga domestik. “Kami sangat berhasrat untuk memainkan final yang hebat pekan depan,” kata de Vrij.
Inter sudah menunjukkan karakter tangguh sepanjang kompetisi Eropa musim ini. Mereka layak berada di final, bukan sekadar pelengkap. “Kami sudah tampil sangat baik di Liga Champions,” tambah bek asal Belanda itu.
Mimpi masih hidup, harapan belum padam. “Kami akan melakukan semuanya dengan baik untuk mengakhiri musim dengan luar biasa,” tutup de Vrij. Serie A memang gagal, tapi musim belum berakhir bagi La Beneamata.
Klasemen Serie A
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pavlovic Terpukul Usai Milan Tumbang dari Lazio
Liga Italia 16 Maret 2026, 16:02
-
Sassuolo Dijegal Bologna, Jay Idzez Dapat Kritik dari Media Italia: Lalai!
Tim Nasional 16 Maret 2026, 14:16
LATEST UPDATE
-
Prediksi Barcelona vs Newcastle 19 Maret 2026
Liga Champions 17 Maret 2026, 16:00
-
Membela Gaya Bermain Arsenal: Yang Penting Akhiri Puasa Gelar EPL 22 Tahun
Liga Inggris 17 Maret 2026, 15:35
-
AC Milan vs Inter Milan: Derby Panas Berebut Bek Manchester City Nathan Ake
Liga Italia 17 Maret 2026, 14:34
-
Hasil Buruk dan Cemooh di Anfield, Arne Slot Akan Sulit Rebut Hati Fans Lagi
Liga Inggris 17 Maret 2026, 14:33
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05















