Kritik Brutal Di Canio Pada Rafael Leao: Milan Lebih Baik Tanpa Dirinya
Dimas Ardi Prasetya | 24 Maret 2026 09:58
Bola.net - Penampilan Rafael Leao bersama AC Milan kembali menjadi sorotan tajam. Bukan karena aksi gemilang, melainkan inkonsistensi yang terus menghantui performanya di lapangan.
Sejak bergabung pada 2019, Leao memang sempat menjelma jadi salah satu pemain paling berbahaya di Serie A. Ia bahkan berperan besar dalam kesuksesan Milan meraih Scudetto beberapa musim lalu.
Namun, ekspektasi tinggi yang disematkan kepadanya tak selalu berbanding lurus dengan performa. Dalam satu laga ia bisa tampil memukau, tapi di laga berikutnya ia justru tenggelam tanpa kontribusi berarti.
Kondisi ini membuat banyak pihak mulai mempertanyakan statusnya sebagai bintang utama Rossoneri. Termasuk legenda kontroversial Italia, Paolo Di Canio, yang melontarkan kritik sangat tajam.
Di Canio Anggap Leao Sudah Bukan Proyek Masa Depan Milan

Kritik pedas Di Canio muncul dalam sebuah acara di Milan yang mempertemukan para legenda sepak bola. Dalam kesempatan itu, ia menilai Leao tak lagi layak dianggap sebagai masa depan klub.
Menurutnya, pemain dengan potensi besar seperti Leao seharusnya sudah menunjukkan kematangan di usia sekarang. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, dengan performa yang masih naik turun.
Di Canio juga menyoroti kebiasaan publik Italia yang terlalu toleran terhadap pemain inkonsisten. Ia menilai kondisi ini membuat standar kualitas menjadi kabur.
"Di Italia, jika kita ingin berkembang, kita perlu melihat bukan ke Inggris – yang merupakan dunia yang berbeda – tetapi ke Spanyol dan Jerman, di mana tidak ada satu pun pemain yang opini publiknya terus-menerus terpecah: 'ya, tetapi jika ia melakukan ini…', 'ya, tetapi ia telah mencetak golnya…'. Satu 'tetapi' dalam sepak bola yang penting sudah terlalu banyak," serunya seperti dilansir MilanNews.
"Dengan Leao, Anda selalu menggunakan lima atau enam: itu tidak dapat diterima. Hanya di Italia kita terbiasa dengan hal itu, mungkin karena kita memiliki sedikit talenta, untuk menerima atau menoleransinya. Jika Milan ingin membangun tim dan lingkungan kelas dunia, Anda tidak dapat memiliki pemain yang Anda tidak tahu bagaimana ia bangun di pagi hari atau bagaimana ia akan menampilkan permainannya," ketus Di Canio.
Milan Disebut Lebih Solid Tanpa Leao

Tak berhenti sampai di situ, Di Canio juga mengungkapkan pandangan yang lebih kontroversial. Ia menyebut Milan justru tampil lebih solid ketika Leao tidak bermain.
Pernyataan ini tentu menjadi tamparan keras bagi sang pemain Portugal. Pasalnya, ia selama ini digadang-gadang sebagai pusat permainan tim.
Di Canio menilai masalah utama bukan sekadar performa teknis, melainkan sikap dan konsistensi. Ia bahkan mempertanyakan perkembangan Leao yang dinilai stagnan di usia emasnya.
“Sedikit goyah tidak apa-apa, tetapi masalahnya adalah perilaku keseluruhan seorang pemain yang memiliki semua potensi, tetapi berusia 27 tahun. Jika ia lebih baik pada usia 22 daripada pada usia 27, itu berarti nilainya lebih rendah," tegasnya.
"Saya tidak melihat angka-angka, saya memikirkan gol-gol yang penting. Jika Anda bisa melihat perbedaannya tanpa Leao, itu lain ceritanya, tetapi jika ia tidak bermain, Milan lebih solid: dalam delapan pertandingan, mereka mencetak dua puluh satu gol dan kebobolan dua gol," klaimnya.
Klasemen Liga Italia
(MilanNews)
Baca Juga:
Inter Milan Terjebak Tren Negatif, Puasa Kemenangan Terburuk Sejak 2023
Saingi AC Milan dan Inter Milan, Aston Villa Masuk Perburuan Mario Gila
Inter Milan Mulai Goyah: Krisis Gol dan Tanpa Kemenangan, Ancaman Scudetto Kian Nyata
Youssouf Fofana dan 3 Solusi yang Diberikan Saat AC Milan Menang 3-2 Lawan Torino
Perubahan Dari 3-5-2 ke 4-3-3: Sentuhan Allegri yang Menghidupkan AC Milan dan Bungkam Torino
Strahinja Pavlovic Cetak Gol Spektakuler ke Gawang Torino, Bos AC Milan: Gak Kaget Tuh!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



