Lautaro Martinez Curhat Soal Cedera: Main Tahan Sakit, Tutup 2025 dengan Gol Kemenangan Inter
Afdholud Dzikry | 29 Desember 2025 07:36
Bola.net - Lautaro Martinez menutup tahun 2025 dengan senyum lebar usai membawa Inter Milan menang krusial atas Atalanta, Senin (29/12/2025) dini hari WIB. Sang kapten menjadi pahlawan Nerazzurri lewat gol tunggalnya di Bergamo.
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Lautaro dan skuad Inter. Pasalnya, mereka baru saja menelan pil pahit kegagalan di ajang Supercoppa Italiana.
Namun, di balik gol kemenangan tersebut, Lautaro menyimpan cerita perjuangan fisik yang berat. Ia mengakui kondisi kebugarannya bermasalah sepanjang tahun 2025.
Laga lanjutan Serie A ini juga menjadi panggung kolaborasi apik dengan Francesco Pio Esposito. Sang wonderkid memberikan assist matang yang tak disia-siakan seniornya.
Ujian Berat di Bergamo

Inter menyadari tekanan besar ada di pundak mereka saat bertandang ke markas Atalanta. Tuan rumah dikenal sebagai tim agresif yang sulit ditaklukkan.
Kebuntuan akhirnya pecah berkat kecerdikan pemain pengganti, Pio Esposito. Ia memotong umpan Berat Djimsiti dan melayani Lautaro untuk mencetak gol.
"Itu adalah laga head-to-head karena Atalanta adalah tim yang kuat," ujar Lautaro kepada DAZN Italia.
"Mereka adalah tim yang harus dihormati, mereka sangat agresif dan kami tahu apa yang akan kami hadapi hari ini," tambahnya.
Pengorbanan pada Tim
Lautaro kini memimpin daftar Capocannoniere sementara dengan koleksi sembilan gol. Ia sukses mencetak gol dalam empat laga Serie A berturut-turut.
Namun, ketajaman itu diraih dengan pengorbanan fisik yang luar biasa. Lautaro mengaku bermain menahan sakit pada otot fleksornya demi tim.
"Saya mengakhiri musim lalu dengan rasa sakit yang luar biasa pada fleksor saya, saya terluka parah menjelang pertandingan yang sangat penting," ungkap Lautaro.
"Saya terus maju bahkan selama Piala Dunia Antarklub dan tugas internasional, saya memiliki liburan yang sangat singkat," lanjut penyerang Argentina itu.
Pujian Langit untuk Esposito
Sang kapten tak lupa memberikan apresiasi tinggi kepada Pio Esposito. Assist krusial dari pemain muda itu menyelamatkan wajah Inter di akhir tahun.
Lautaro bahkan menyebut Esposito sebagai aset berharga bagi masa depan sepak bola Italia. Ia meminta publik tidak memberi tekanan berlebih pada sang junior.
"Saya berbicara tentang Esposito sepanjang waktu, dia bekerja keras, sangat ingin belajar," puji Lautaro.
"Kami semua membuat kesalahan ketika seusianya, jadi kami perlu memberinya kesempatan untuk melakukan hal yang sama tanpa tekanan," tegasnya.
Mentalitas Baja Esposito
Esposito sendiri tetap merendah meski menjadi aktor kunci kemenangan tim. Ia masuk ke lapangan dengan mentalitas tepat untuk memberikan dampak instan.
Pemain muda Italia ini mengaku hanya ingin menyerap ilmu dari para seniornya. Keputusan cepatnya di kotak penalti terbukti menjadi pembeda hasil akhir.
"Saya mencoba membuat keputusan yang tepat dan Lauti melakukan sisanya," kata Esposito dengan rendah hati.
"Saya tidak mengharapkan apa-apa, saya hanya ingin bekerja keras setiap hari, mencoba belajar dari semua juara," tutup Esposito.
Kemenangan ini memastikan Inter menutup tahun 2025 sebagai Capolista Serie A. Mereka unggul tipis satu poin dari AC Milan dan dua poin dari Napoli.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Charles De Ketelaere Tak Menyesal Gabung AC Milan, Akui Kurang Percaya Diri
Liga Italia 30 Maret 2026, 13:08
-
Daftar Pelatih yang Sudah Dipecat pada Musim 2025/2026
Liga Inggris 30 Maret 2026, 12:05
LATEST UPDATE
-
BRI Super League: Riyatno Abiyoso yang Makin Bersinar di PSIM
Bola Indonesia 31 Maret 2026, 20:54
-
Newcastle Buka Peluang Jual Sandro Tonali, Manchester United Siap Menerkam
Liga Inggris 31 Maret 2026, 19:51
-
RESMI: AC Milan Amankan Penyerang Muda Asal Montenegro, Andrej Kostic
Liga Italia 31 Maret 2026, 19:24
LATEST EDITORIAL
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45
-
5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool
Editorial 27 Maret 2026, 15:50
-
5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi dari Krisis di Bawah Mistar
Editorial 26 Maret 2026, 14:56














