Maldini Sebut Milan Kehilangan Daya Magis
Editor Bolanet | 30 Desember 2012 03:30
- Salah satu legenda hidup klub AC Milan, Paolo Maldini mengatakan bahwa klub yang pernah ia bela tersebut saat ini sudah kehilangan daya magisnya.
Maldini sudah berada di San Siro selama 25 tahun, sebelum akhirnya pensiun di tahun 2011. Sepanjang waktu tersebut, ia sudah banyak mengenyam pengalaman manis dan pahit dalam seragam merah hitam.
Yang paling berkesan bagi Maldini tentu adalah era kepelatihan Arrigo Sacchi, di pertengahan tahun '80an. Merajai sepakbola Eropa dan dunia, Maldini turut merasakan kejayaan total-football ala Rossoneri.
Akan tetapi, sejumlah motivasi yang tampak bersifat magis tersebut kini perlahan mulai hilang. Maldini mengakui hal itu, karena tidak adanya peremajaan yang baik di tiap generasi Milan.
Itu adalah sesuatu yang magis. Namun perlahan, magis itu hilang dan Milan berubah menjadi klub biasa-biasa saja. Itu karena Milan berhenti menyalurkan pesan dan mereka yang menulis sejarah klub justru berhenti mengajarkan pengetahuan ke generasi selanjutnya, tutur Maldini.
Ia mencontohkan bahwa di banyak setiap klub besar Eropa, seluruh direktur mereka selalu menjaga tradisi klub. Salah satu kegagalan Milan menjaga kesaktiannya adalah melepas sejumlah pemain hebat dengan mudah.
Sulit untuk mengevaluasi rencana tim Milan, karena di musim panas mereka melepas 12 pemain berkarakter hebat. (foti/atg)
Maldini sudah berada di San Siro selama 25 tahun, sebelum akhirnya pensiun di tahun 2011. Sepanjang waktu tersebut, ia sudah banyak mengenyam pengalaman manis dan pahit dalam seragam merah hitam.
Yang paling berkesan bagi Maldini tentu adalah era kepelatihan Arrigo Sacchi, di pertengahan tahun '80an. Merajai sepakbola Eropa dan dunia, Maldini turut merasakan kejayaan total-football ala Rossoneri.
Akan tetapi, sejumlah motivasi yang tampak bersifat magis tersebut kini perlahan mulai hilang. Maldini mengakui hal itu, karena tidak adanya peremajaan yang baik di tiap generasi Milan.
Itu adalah sesuatu yang magis. Namun perlahan, magis itu hilang dan Milan berubah menjadi klub biasa-biasa saja. Itu karena Milan berhenti menyalurkan pesan dan mereka yang menulis sejarah klub justru berhenti mengajarkan pengetahuan ke generasi selanjutnya, tutur Maldini.
Ia mencontohkan bahwa di banyak setiap klub besar Eropa, seluruh direktur mereka selalu menjaga tradisi klub. Salah satu kegagalan Milan menjaga kesaktiannya adalah melepas sejumlah pemain hebat dengan mudah.
Sulit untuk mengevaluasi rencana tim Milan, karena di musim panas mereka melepas 12 pemain berkarakter hebat. (foti/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Pantau 2 Penyerang Yang Sedang Main di Piala Dunia 2026, Siapa?
Liga Italia 20 Juni 2026, 21:37
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Aljazair vs Austria: Riyad Mahrez
Piala Dunia 28 Juni 2026, 11:19
-
Man of the Match Yordania vs Argentina: Giovani Lo Celso
Piala Dunia 28 Juni 2026, 11:09
-
Setelah Elliot Anderson, Manchester City Incar Pemain Chelsea Ini?
Liga Inggris 28 Juni 2026, 10:30
-
Man of the Match Kolombia vs Portugal: Diogo Costa
Piala Dunia 28 Juni 2026, 08:58
-
Man of the Match RD Kongo vs Uzbekistan: Yoane Wissa
Piala Dunia 28 Juni 2026, 08:54
-
MU Melawan! Setan Merah Tingkatkan Tawaran untuk Mateus Fernandes!
Liga Inggris 28 Juni 2026, 08:30
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41














