Masterclass Atalanta: Ederson Dibeli Hanya Rp456 Miliar, Dijual ke Manchester United Rp1.09 Trilun

Afdholud Dzikry | 28 Mei 2026 08:49
Masterclass Atalanta: Ederson Dibeli Hanya Rp456 Miliar, Dijual ke Manchester United Rp1.09 Trilun
Gelandang Atalanta, Ederson (c) Atalanta Official

Bola.net - Transfer Ederson do Santos ke Manchester United senilai 50 juta euro kembali menunjukkan kepiawaian Atalanta di bursa pemain. Nilai besar itu bukan cuma memperkuat keuangan klub, tetapi juga menegaskan posisi La Dea sebagai salah satu klub dengan model bisnis paling efisien di Eropa.

Angka 50 juta euro berasal dari biaya transfer utama ditambah bonus yang disepakati bersama Manchester United. Kesepakatan itu langsung menempatkan Ederson dalam jajaran penjualan terbesar sepanjang sejarah klub asal Bergamo tersebut.

Advertisement

Atalanta memang punya reputasi kuat dalam memaksimalkan nilai pemain yang mereka kembangkan. Keberhasilan ini bukan hasil keberuntungan sesaat, melainkan bagian dari sistem yang sudah berjalan konsisten selama bertahun-tahun.

Berikut bagaimana model bisnis Atalanta mengubah pemain menjadi aset bernilai tinggi di pasar transfer internasional.

1 dari 3 halaman

Kejelian Mengelola Harga Pasar

Atalanta sukses memenangkan 'perang harga' dalam transfer Ederson setelah memanfaatkan kebuntuan negosiasi dengan Atletico Madrid. Meskipun klub Spanyol tersebut sudah menjalin komunikasi personal lebih awal, mereka gagal memenuhi valuasi 50 juta euro yang ditetapkan Atalanta.

Manchester United kemudian datang dengan tawaran yang lebih meyakinkan, termasuk memenuhi ekspektasi gaji sang pemain. Situasi ini memperlihatkan bagaimana Atalanta menjaga posisi tawar mereka di hadapan klub-klub besar Eropa.

Mereka juga tidak tergesa-gesa melepas pemain hanya demi memenuhi keinginan pribadi. Atalanta memilih menunggu sampai ada tawaran yang benar-benar sesuai dengan valuasi yang mereka tetapkan sejak awal.

Pendekatan seperti ini membuat setiap penjualan tetap memberi dampak besar bagi stabilitas finansial klub. Di saat banyak tim kesulitan menjaga neraca keuangan, Atalanta justru terus tumbuh lewat disiplin mereka di pasar transfer.

2 dari 3 halaman

Tradisi Mencetak Profit dari Pemain

Transfer Ederson memperpanjang tradisi Atalanta yang hampir selalu melepas satu pemain bernilai tinggi setiap musim. Pola itu menjadi sumber utama pendapatan klub sekaligus modal untuk membangun skuad berikutnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Atalanta mampu menjaga performa kompetitif di Serie A sambil terus mencatat keuntungan besar dari penjualan pemain. Menariknya, mereka hampir selalu punya pengganti yang siap tampil ketika pemain utama pergi.

Penjualan Rasmus Hojlund, Mateo Retegui, hingga Teun Koopmeiners menjadi bukti kuat bahwa sistem scouting mereka berjalan efektif. Atalanta piawai membeli pemain dengan harga masuk akal, mengembangkan potensinya, lalu menjualnya kembali dengan nilai berlipat.

Siklus itu terus menjaga klub tetap sehat secara finansial. Dana dari transfer Ederson pun kemungkinan besar akan kembali dipakai untuk memperkuat fondasi tim dalam beberapa musim ke depan.

3 dari 3 halaman

Rekam Jejak Masterclass Transfer

Deretan pemain yang sukses menembus klub besar Eropa semakin mempertegas reputasi Atalanta. Salah satu contoh paling menonjol adalah Cristian Romero, yang dibeli dengan harga relatif murah sebelum dijual ke Tottenham Hotspur senilai 53,8 juta euro.

Penjualan Ademola Lookman ke Atletico Madrid seharga 35 juta euro pada Januari 2026 ikut menambah daftar keberhasilan mereka. Kini Atalanta mulai dipandang sebagai acuan dalam urusan efisiensi dan profit transfer.

Bagi Atalanta, setiap transfer bukan sekadar pergantian pemain. Semua keputusan dibuat dengan pertimbangan bisnis yang matang, sehingga mereka tetap kompetitif tanpa harus bergantung pada suntikan dana besar.

Keberhasilan itu menjaga Atalanta tetap berada di jalur yang stabil sebagai klub yang kuat secara finansial. Dengan transfer Ederson yang kini rampung ke Old Trafford, mereka pun siap kembali berburu talenta baru untuk melanjutkan proyek jangka panjang di level domestik maupun Eropa.