Perubahan Dari 3-5-2 ke 4-3-3: Sentuhan Allegri yang Menghidupkan AC Milan dan Bungkam Torino

Asad Arifin | 23 Maret 2026 20:57
Perubahan Dari 3-5-2 ke 4-3-3: Sentuhan Allegri yang Menghidupkan AC Milan dan Bungkam Torino
Selebrasi Strahinja Pavlovic dalam laga AC Milan vs Torino di Serie A 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - AC Milan meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Torino pada pekan ke-30 Serie A. Laga ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang evolusi taktik.

Rossoneri sempat kesulitan di babak pertama. Struktur 3-5-2 yang digunakan sejak awal musim terlihat mudah dibaca lawan.

Advertisement

Torino mampu menekan dan mengganggu ritme permainan Milan. Dalam 20 menit pertama, pendekatan taktik mereka bahkan membuat Milan kehilangan kontrol.

Namun, segalanya berubah di babak kedua. Massimiliano Allegri melakukan penyesuaian krusial yang menjadi titik balik pertandingan.

1 dari 4 halaman

Perubahan ke 4-3-3: Kunci Kebangkitan Milan

Perubahan ke 4-3-3: Kunci Kebangkitan Milan

Selebrasi Youssouf Fofana dalam laga AC Milan vs Torino di Serie A 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Massimiliano Allegri memiliki bahan pertimbangan lebih lanjut, setelah perubahan formasi menghasilkan tiga gol dan tiga poin melawan Torino.

Seperti yang diingat Calciomercato, Milan bermain dengan Christian Pulisic dan Alexis Saelemaekers lebih melebar melawan Torino dalam formasi yang lebih menyerupai 4-3-3. Perubahan itu menyulitkan bagi Torino.

Dengan dua winger aktif, Milan mampu membuka ruang di sisi lapangan. Ini membuat struktur bertahan Torino menjadi lebih renggang.

Perubahan ini memberi dampak langsung. Intensitas serangan meningkat dan Milan tampil lebih dinamis di sepertiga akhir.

2 dari 4 halaman

4-3-3 Mulai Jadi Arah Baru Milan

4-3-3 Mulai Jadi Arah Baru Milan

Pelatih kepala AC Milan, Massimiliano Allegri, memberi arahan dalam laga Piala Super Italia melawan Napoli, Jumat, 19 Desember 2025. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Milan memang masih mengandalkan formasi 3-5-2 untuk menjaga keseimbangan. Namun, performa tim terlihat lebih hidup saat memakai 4-3-3 dengan dua winger.

Skema ini memberi ruang bagi pemain sayap untuk lebih kreatif. Saelemaekers jadi contoh nyata, karena bisa fokus menyerang tanpa terbebani tugas bertahan berlebih.

Milan juga punya pemain lain yang justru lebih efektif saat bermain sebagai winger seperti Rafael Leao. Sementara, Niclas Fullkrug dan Christopher Nkunku bisa jadi opsi jika Milan butuh penyerang tunggal.

Allegri dan staf memahami potensi ini. Mereka melihat perubahan formasi bukan sekadar opsi, tetapi bagian dari perkembangan tim.

3 dari 4 halaman

Sering Jadi Pembeda, Bukan Lagi Sekadar Alternatif

Sering Jadi Pembeda, Bukan Lagi Sekadar Alternatif

Selebrasi Adrien Rabiot dalam laga AC Milan vs Torino di Serie A 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Perubahan ke 4-3-3 sudah beberapa kali memberi hasil positif. Milan mampu membalikkan keadaan atau mengunci kemenangan dalam situasi sulit. Bukan hanya pada satu laga, tapi banyak.

Contohnya saat melawan Cremonese, Torino, dan Fiorentina. Pergantian skema langsung berdampak pada hasil akhir pertandingan.

Hal ini menunjukkan bahwa 4-3-3 mulai efektif secara konsisten. Bukan hanya solusi darurat, tetapi senjata taktik yang nyata.

Kini, dengan perkembangan lini belakang dan opsi pemain yang ada, formasi ini berpotensi jadi identitas baru Milan di bawah Allegri.

Sumber: SempreMilan

LATEST UPDATE