Pesan buat AC Milan: Lengah, Kalah!
Gia Yuda Pradana | 14 Mei 2025 12:39
Bola.net - AC Milan akan menghadapi Bologna di final Coppa Italia 2024/2025. Duel ini akan digelar di Stadio Olimpico pada Kamis, 15 Mei 2025, pukul 02.00 WIB. Di tengah hilangnya harapan ke Liga Champions, gelar ini jadi jalan terbaik untuk tetap tampil di kancah Eropa melalui tiket Liga Europa.
Satu pertandingan ini jadi penentu, bukan hanya untuk trofi, tetapi juga untuk menjaga harga diri klub. Serginho, legenda Rossoneri, turut memberi peringatan kepada Milan agar tak lengah di momen penting ini. “Kalau Milan tidur di beberapa bagian laga, mereka akan kalah di final Coppa Italia,” tegasnya, seperti dikutip SempreMilan.
Serginho tahu betul betapa pentingnya final ini. Sebab, dia adalah bagian dari tim terakhir yang membawa pulang Coppa Italia. Kenangan itu masih membekas kuat dalam ingatannya.
Kenangan Emas 2003 dan Peran Serginho

Serginho menjadi aktor utama saat Milan terakhir kali juara Coppa Italia pada 2003. Dia mencetak dua gol dalam kemenangan 4-1 atas AS Roma di leg pertama, lalu memberi assist untuk gol Rivaldo di leg kedua. Semua itu terjadi hanya beberapa hari setelah Milan menaklukkan Juventus di final Liga Champions di Manchester.
“Leg pertama itu berat karena kami memikirkan final Liga Champions. Namun, kami punya grup hebat dan Carlo Ancelotti pandai mengelola energi,” kenang Serginho. “Kami menang 4-1 di Olimpico. Itu membuat kami lebih rileks di leg kedua.”
Salah satu golnya lahir dari kerja sama apik dengan Brocchi. “Assist bagus dari Brocchi, saya melewati Zago dan Cafu, lalu cetak gol dengan kaki kiri bagian luar. Seperti seorang striker sejati,” katanya sambil tertawa.
Dua Hari Pesta, lalu Final Lagi

Tiga hari setelah mengangkat trofi Liga Champions, Milan bermain di leg kedua final Coppa Italia. Waktu istirahat nyaris tak ada, tapi mental juara membuat mereka tetap melangkah. “Kami hanya punya dua hari pesta dan dua sesi latihan,” kata Serginho.
Pada leg kedua, Milan sempat tertinggal 0-2 dari Roma. “Secara mental dan psikologis, kami kelelahan setelah melawan Juve,” ungkapnya. Namun, kualitas individu tetap berbicara. “Rivaldo dan Inzaghi menuntaskan semuanya.”
Kini, pengalaman itu dijadikan cermin untuk skuad Milan saat ini. Mereka butuh performa tanpa celah agar tak mengulangi sejarah buruk.
Pesan Serginho: Milan Harus 100 Persen

Serginho melihat Milan musim ini masih kerap kehilangan fokus di tengah pertandingan. “Selama 90 menit, mereka naik-turun. Blackout yang tak bisa dibiarkan,” ujarnya. Jika hal itu terulang, Milan bisa saja celaka.
Meski begitu, dia masih menyimpan optimisme. “Saya masih berharap Milan bisa kembali ke Liga Champions, tapi itu tidak mudah,” ucapnya. Maka, final Coppa Italia ini harus dimaksimalkan.
“Milan harus tampil 100 persen. 80 persen saja tak cukup untuk menang,” tegasnya. “Kami butuh performa seperti hari Jumat saat mereka membalikkan keadaan.”
Ancaman yang Bisa Dihadirkan Bologna

Serginho tak lupa memberi perhatian kepada Bologna yang tampil impresif musim ini. “Mereka tim berbahaya dan terorganisir. Mentalitas mereka menyerang dan itu terlihat saat lawan Milan Jumat lalu,” ujarnya.
Bologna memang belum pernah juara Coppa Italia dalam waktu lama dan datang dengan motivasi tinggi. Mereka juga memiliki sejumlah pemain yang bisa merepotkan lini belakang Milan. “Castro kuat, tapi saya juga suka Orsolini,” tambahnya.
Satu hal yang tak boleh dilakukan Rossoneri: lengah. “Lini depan mereka berbahaya. Kalau lengah, mereka akan menghukum Anda.”
Dari Pulisic ke Leao: Penentu Laga Final

Serginho menyoroti dua nama penting untuk Milan di final: Christian Pulisic dan Rafael Leao. “Pulisic memang sempat menurun antara Februari dan Maret, tapi sekarang dia kembali bugar,” katanya. “Leao, bagi saya, dia pemain paling menentukan di skuad. Statistiknya berbicara.”
Dia juga menyoroti perubahan taktik yang mulai menunjukkan hasil. “Dengan 3-4-3, Milan terlihat lebih percaya diri. Conceicao sudah bekerja keras sejak Januari dengan waktu yang terbatas.”
Menutup musim dengan dua trofi, menurut Serginho, bukanlah hasil buruk. Tekanan memang besar, tapi Milan harus menikmatinya dan tidak terbebani.
Final Adalah Soal Mentalitas

Menurut Serginho, kunci final bukan hanya taktik, tapi mental. “Motivasi itu mudah dicari. Namun, mengelola ketegangan jauh lebih sulit,” katanya. “Kalau terlalu tegang, energi terkuras dan malah jadi musuh diri sendiri.”
Dia memuji cara Ancelotti mempersiapkan Milan untuk pertandingan besar. “Ancelotti sangat hebat menciptakan ketenangan. Di Manchester dan Athena, dia melakukannya dengan sempurna,” kenangnya.
“Gattuso, Pirlo, dan Nesta sulit tidur sebelum final. Kami orang Brasil, lebih santai. Ronaldo, misalnya, sebelum final pun tenangnya seperti mau main di laga persahabatan.”
Harapan dari Sang Legenda

Menjelang laga penting ini, Serginho memberikan pesan sederhana, tapi kuat kepada para penerusnya di Milan.
“Lakukan seperti kami dan bawa kembali Coppa Italia ke Milan setelah 22 tahun,” ujarnya.
Dia tak mau memberi prediksi, tapi yakin pada semangat tim. “Tak ada prediksi, tapi saya percaya pada Rossoneri.”
Sumber: SempreMilan
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Bahan Bakar Utama Bologna dalam Perjalanannya ke Final Coppa Italia
- Jejak Emas di 2 Laga Penentuan: Rekor 100 Persen Bologna di Final Coppa Italia
- Musim 2 Mahkota: Ketika AC Milan Menjuarai Coppa Italia dan Menaklukkan Eropa
- Trofi di Depan Mata: Alasan AC Milan Layak Dijagokan Memenangi Final Coppa Italia
- Prediksi AC Milan vs Bologna 15 Mei 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06



