Revolusi Besar AC Milan: Skuad Dibongkar Total, Hanya 9 Pemain Tersisa dari Musim Lalu
Editor Bolanet | 2 September 2025 16:14
Bola.net - Sebuah revolusi besar terjadi di tubuh AC Milan jelang musim 2025/2026. Manajemen baru tidak main-main dalam merombak total kekuatan tim.
Di bawah komando arsitek anyar, Massimiliano Allegri dan Igli Tare, Rossoneri memulai proyek ambisius. Era baru ini ditandai dengan keputusan radikal yang mengubah wajah tim secara drastis.
Musim 2024/2025 yang mengecewakan menjadi pemicu utama perombakan ini. AC Milan terlempar dari zona Eropa meski sempat meraih trofi Supercoppa Italia.
Alhasil, hanya sembilan pemain dari skuad musim lalu yang dipertahankan. Sisanya harus rela angkat kaki dari San Siro demi menyegarkan kembali kekuatan tim.
Akar Masalah: Musim yang Kelam

Langkah perombakan besar-besaran ini tentu bukan tanpa alasan yang kuat. Musim 2024/2025 menjadi periode yang sangat sulit bagi Rossoneri.
Kegagalan finis di zona Eropa menjadi puncak dari serangkaian hasil yang tidak meyakinkan. Bahkan, pergantian pelatih dari Paulo Fonseca ke tangan Sergio Conceicao tak mampu mengangkat performa tim.
Satu-satunya hiburan yang didapat hanyalah trofi Supercoppa Italia. Namun, gelar itu tak cukup untuk menutupi rapor merah tim sepanjang musim di kompetisi domestik.
Era Baru di Tangan Allegri dan Tare

Manajemen akhirnya mengambil langkah tegas pada bulan Mei dengan menunjuk Igli Tare sebagai direktur. Tak lama berselang, Massimiliano Allegri dipercaya untuk kembali menukangi tim.
Kedatangan dua figur ini menjadi sinyal dimulainya proyek "cuci gudang" di Milanello. Mereka tidak ragu melepas pemain-pemain bintang yang dianggap tak masuk dalam skema.
Nama-nama besar seperti Theo Hernandez, Tijjani Reijnders, hingga Malick Thiaw menjadi korban dari revolusi ini. Penjualan mereka menghasilkan dana segar yang membuat Milan menjadi tim dengan belanja tertinggi di Serie A musim panas 2025.
Sembilan Nama Tersisa, Fondasi Baru Rossoneri
Dari puluhan nama di skuad musim lalu, Allegri dan Tare hanya mempertahankan sembilan pemain. Mereka inilah yang dianggap layak menjadi fondasi untuk membangun kembali kejayaan Milan.
Kesembilan pemain itu adalah Mike Maignan, Lorenzo Torriani, Fikayo Tomori, dan Matteo Gabbia di lini pertahanan. Di sektor tengah, ada Ruben Loftus-Cheek dan Youssouf Fofana yang dipertahankan.
Sementara itu, Christian Pulisic, Rafael Leao, dan Strahinja Pavlovic menjadi pilar yang tersisa di lini serang. Mereka kini mengemban tugas berat untuk memimpin rekan-rekan barunya.
Awal yang Belum Sempurna
Perjalanan Milan dengan wajah barunya pun dimulai di Serie A. Namun, langkah awal mereka terbukti belum berjalan mulus.
Dari dua pertandingan pertama, Rossoneri hanya mampu memetik satu kemenangan dan satu kekalahan. Tiga poin diraih saat melawan Lecce, namun mereka harus takluk di tangan Cremonese.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
Liga Italia 22 April 2026, 13:46
-
Hanya DNA 'Edan' Inter yang Bisa Balikkan Ketinggalan 0-2 Dua Kali atas Como
Liga Italia 22 April 2026, 08:55
-
Bonucci Ingin Guardiola Tangani Timnas Italia
Piala Dunia 21 April 2026, 20:26
-
AC Milan Kehilangan Ritme, Juventus Lebih Stabil Jelang Duel Krusial Serie A
Liga Italia 21 April 2026, 20:15
LATEST UPDATE
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Persik 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:30
-
Prediksi BRI Super League: Persita vs Bali United 23 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 19:20
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37














