Sergio Conceicao Ungkap Beratnya Melatih AC Milan

Aga Deta | 14 Mei 2026 01:01
Sergio Conceicao Ungkap Beratnya Melatih AC Milan
Sergio Conceiao saat melatih AC Milan dalam pertandingan Serie A kontra AS Roma di San Siro, Sabtu (11/1/2025). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Sergio Conceicao mengakui tidak mudah menangani AC Milan dalam situasi sulit. Ia menyoroti tekanan besar yang datang bahkan setelah hasil imbang.

Conceicao ditunjuk sebagai pelatih pada 30 Desember 2024 menggantikan Paulo Fonseca. Ia menandatangani kontrak hingga akhir musim 2025 2026 dengan klausul pemutusan.

Advertisement

Selama masa jabatannya, Milan sempat meraih Supercoppa Italiana dan mencapai final Coppa Italia. Namun, performa di liga mengecewakan setelah hanya finis di posisi kedelapan.

Setelah meninggalkan Milan, Conceicao melanjutkan kariernya bersama Al Ittihad. Ia kemudian membuka cerita mengenai pengalamannya bersama Rossoneri dalam wawancara dengan La Repubblica.

1 dari 4 halaman

Tekanan Besar Melatih Milan

Tekanan Besar Melatih Milan

Pervis Estupinan merayakan gol pembuka AC Milan dalam pertandingan Serie A melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026) (c) AP Photo/Luca Bruno

Conceicao mengakui jadwal padat menjadi tantangan besar selama melatih Milan. Tim harus bermain setiap tiga hari sehingga waktu latihan di lapangan sangat terbatas.

Ia juga menilai pencapaian tim sebenarnya cukup positif dalam periode singkat tersebut. Milan mampu mencapai dua final meski hanya satu trofi yang berhasil diraih.

"Kami bermain setiap tiga hari, kami berlatih saat pertandingan. Ada banyak analisis video, tidak banyak kerja di lapangan, tetapi saya tidak mengeluh. Saya tahu jadwalnya saat saya menandatangani kontrak," ujar Conceicao kepada La Repubblica.

"Tetapi itu adalah enam bulan yang positif. Kami mencapai dua final. Kami kalah satu, itu benar, tetapi bisa saja hasilnya berbeda," lanjut Conceicao.

2 dari 4 halaman

Rumor Cepat Muncul di Milan

Rumor Cepat Muncul di Milan

Selebrasi Youssouf Fofana dalam laga AC Milan vs Torino di Serie A 2025/2026, Minggu (22/3/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Menurut Conceicao, tekanan di Milan tidak hanya datang dari hasil pertandingan. Ia menilai ekspektasi tinggi membuat rumor cepat berkembang.

Bahkan hasil imbang saja sudah cukup untuk memunculkan spekulasi mengenai posisinya sebagai pelatih. Situasi tersebut membuat atmosfer tim menjadi tidak stabil.

"Tidak mudah menjadi pelatih Milan. Ini adalah tim yang secara historis terbiasa bermain di level tertinggi dan memenangkan final Liga Champions. Ini adalah momen yang sulit," kata Conceicao.

"Di Milan, setelah kemenangan di Supercoppa Italiana, hasil imbang melawan Cagliari sudah cukup untuk membuat rumor mulai beredar tentang siapa yang akan menggantikan saya. Dan tidak ada yang membantahnya," imbuh Conceicao.

3 dari 4 halaman

Minim Perlindungan dari Klub

Minim Perlindungan dari Klub

Para pemain AC Milan merayakan hasil pertandingan setelah laga Serie A melawan Inter Milan, Minggu (8/3/2026) (c) AP Photo/Antonio Calanni

Conceicao merasa timnya kurang mendapatkan perlindungan dari pihak klub. Ia menilai kondisi tersebut berdampak langsung ke ruang ganti.

Situasi semakin sulit karena dukungan suporter berkurang dan tekanan media sosial meningkat. Hal ini membuat pemain merasakan ketidakstabilan yang berkelanjutan.

"Saya sudah berada di ruang ganti selama 25 tahun dan saya tahu bahwa ketidakstabilan dari klub juga sampai ke sana. Tidak mudah bermain tanpa para penggemar, yang meninggalkan Curva. Dan dengan media sosial, apa pun yang dikatakan tentang kami sampai ke para pemain," ungkap Conceicao.

"Kami membutuhkan banyak perlindungan dari klub," tegas Conceicao.

Sumber: Football Italia

4 dari 4 halaman

Klasemen Serie A

LATEST UPDATE