Spalletti Ingin Juventus Ngebut Seperti Ferrari, Apa Maksudnya?

Editor Bolanet | 12 Januari 2026 16:45
Spalletti Ingin Juventus Ngebut Seperti Ferrari, Apa Maksudnya?
Pemain Juventus merayakan gol bunuh diri pemain Sassuolo dalam pertandingan Serie A, Rabu (7/1/2026). (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Bola.net - Luciano Spalletti punya cara unik untuk memotivasi skuad Juventus saat ini. Ia mengibaratkan timnya harus melaju kencang layaknya mobil balap Ferrari.

Perumpamaan ini muncul jelang laga penutup pekan ke-20 Serie A. Juventus dijadwalkan menjamu Cremonese di Allianz Stadium, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB.

Advertisement

Spalletti juga menyoroti performa Jonathan David yang mulai menemukan ketajamannya. Penyerang Timnas Kanada tersebut diharapkan terus konsisten menjadi mesin gol tim.

Evaluasi terus dilakukan meski Juventus baru saja menang telak atas Sassuolo. Pelatih berkepala plontos itu ingin kesempurnaan di setiap jengkal lapangan.

1 dari 3 halaman

Kebangkitan Jonathan David

Kebangkitan Jonathan David

Pemain Juventus, Jonathan David, merayakan gol yang dicetaknya dalam pertandingan Serie A melawan Sassuolo, Rabu (7/1/2026) dini hari WIB. (c) Massimo Paolone/LaPresse via AP

Jonathan David sempat menjadi sasaran kritik saat Juventus ditahan imbang Lecce. Namun, ia langsung bangkit dengan performa gemilang saat melawan Sassuolo.

Spalletti memberikan kredit khusus kepada penyerang andalannya tersebut. Kepercayaan penuh akan kembali diberikan padanya di laga kontra Cremonese.

"Ini bisa menjadi suntikan kepercayaan diri karena dia (David) menjalani pertandingan yang hebat," puji Luciano Spalletti.

"Saya berharap dia terus berkembang karena dia menyatu sangat baik dengan tim. Dia menciptakan keunggulan di area lain lapangan. Dia juga punya pemahaman yang baik dengan tim, dan kami akan menaruh kepercayaan padanya besok," imbuhnya.

2 dari 3 halaman

Filosofi Balap Scuderia Ferrari

Filosofi Balap Scuderia Ferrari

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti. (c) Marco Bucco/LaPresse via AP

Spalletti merasa timnya belum maksimal dalam memanfaatkan lebar lapangan. Ia ingin para pemainnya lebih cerdas mengeksploitasi ruang kosong.

Analogi mobil balap Ferrari digunakan untuk menggambarkan efektivitas permainan yang diinginkannya. Semua potensi tim harus dikerahkan tanpa sisa.

"Pemain saya kuat, mereka orang-orang rendah hati yang tahu cara bekerja sebagai tim, dan masih ada ruang untuk individualitas. Sekarang, penting untuk terus seperti ini," jelas Spalletti.

"Kami harus menjadi seperti Scuderia Ferrari dan menggunakan seluruh lintasan, termasuk kerb (pinggiran lintasan), karena saat ini kami belum hebat dalam menggunakan seluruh lapangan," tegas eks pelatih AS Roma itu.

3 dari 3 halaman

PR Besar Meski Menang Telak

Kemenangan 3-0 atas Sassuolo ternyata belum memuaskan hasrat Spalletti. Ia melihat masih ada celah yang harus segera ditambal timnya.

Aspek transisi permainan dan upaya merebut bola kembali menjadi sorotan utama. Hal ini dinilai fundamental dalam sepak bola modern.

"Kami telah berkembang dalam banyak hal, tetapi kami harus mengejar ketertinggalan di area tertentu lainnya yang merupakan bagian dari sepak bola saat ini," ulas Spalletti.

"Hal-hal ini menjadi fundamental, seperti merebut kembali penguasaan bola sehingga Anda dapat memulai serangan dari tempat Anda berhenti," pungkasnya.

LATEST UPDATE