Theo Hernandez Bongkar Borok Manajemen AC Milan dalam Pesan Perpisahannya
Editor Bolanet | 11 Juli 2025 10:00
Bola.net - Theo Hernandez secara resmi telah mengakhiri kebersamaannya dengan AC Milan selama enam tahun. Bek kiri andalan Timnas Prancis itu kini memulai petualangan baru bersama klub raksasa Arab Saudi, Al Hilal.
Namun, kepergiannya dari San Siro diwarnai dengan sebuah pesan perpisahan yang sangat tajam dan emosional. Melalui akun media sosialnya, Theo melontarkan kritik keras kepada jajaran manajemen AC Milan saat ini.
Ia menuding bahwa arah kebijakan klub tidak lagi sejalan dengan nilai dan ambisi yang membawanya ke Milan. Di sisi lain, ia secara khusus memberikan pujian setinggi langit kepada legenda klub, Paolo Maldini.
Pernyataan lengkap Theo Hernandez ini seolah membuka tabir mengenai gejolak di internal klub. Hal ini juga menjadi gambaran adanya keretakan yang dalam antara sang pemain dengan para petinggi Rossoneri.
Ucapan Terima Kasih dan Sindiran Halus untuk Rossoneri

Dalam pernyataan panjangnya di Instagram, Theo Hernandez mengawali pesannya dengan ucapan terima kasih. Ia mengenang momen-momen tak terlupakan selama enam tahun pengabdiannya, termasuk saat memenangkan gelar Serie A dan Supercoppa Italiana.
Ia juga memberikan apresiasi yang tulus kepada para penggemar Rossoneri atas dukungan tanpa henti mereka. Namun, terselip sebuah pesan dengan makna tersirat saat ia berterima kasih kepada para pelatih dan direktur yang pernah bekerja sama dengannya.
"Terima kasih dari hati untuk rekan-rekan setim saya, untuk setiap pelatih yang percaya pada saya, dan khususnya kepada Paolo Maldini, atas kedekatan, visi, dan kepemimpinannya," tulis Theo Hernandez.
"Terima kasih juga kepada para penggemar Rossoneri, yang selalu hadir, di saat-saat indah maupun sulit. Merasakan dukungan Anda adalah sebuah keistimewaan yang tidak akan pernah saya lupakan dan akan selalu saya bawa di dalam hati," lanjutnya.
Kritik Keras untuk Milan: Tak Punya Ambisi dan Nilai

Setelah menyampaikan terima kasih, Theo Hernandez tanpa ragu langsung melontarkan kritik pedasnya. Sasaran utama dari kritiknya adalah jajaran hierarki dan manajemen AC Milan saat ini.
Ia menegaskan bahwa keputusannya untuk pergi bukanlah sebuah hal yang mudah dan AC Milan sejatinya selalu menjadi prioritas utamanya. Akan tetapi, ia merasa arah kebijakan klub saat ini telah menyimpang jauh dari sebelumnya.
"Keputusan saya untuk pergi tidaklah mudah. Saya selalu tahu di mana saya ingin tinggal, dan Milan selalu menjadi prioritas saya. Tapi, sayangnya, tidak semuanya bergantung pada satu orang," ungkapnya.
"Arah yang diambil oleh klub dan beberapa keputusan baru-baru ini tidak mencerminkan nilai-nilai, maupun ambisi yang membawa saya ke sini. Ini adalah saat untuk menutup sebuah bab dan membuka bab lain," sambung Theo.
Theo Pergi dengan Kepala Tegak
Meskipun harus meninggalkan klub dengan perasaan pahit dan kecewa, Theo menegaskan ia pergi dengan kepala tegak. Ia merasa telah memberikan segalanya dan selalu bekerja keras untuk seragam kebesaran Rossoneri.
Ia pun menutup pesannya dengan sebuah harapan untuk masa depan AC Milan. Harapan tersebut seolah menjadi penegas bahwa menurutnya, klub saat ini sedang tidak berada di tempat yang semestinya.
"Saya pergi dengan kepala tegak, karena saya selalu memberikan segalanya untuk klub ini, bekerja dengan usaha maksimal dan berbagi mimpi yang sama dengan para penggemar ini," tulisnya.
"Saya pergi dengan hati yang penuh, dan harapan agar Milan bisa segera kembali ke tempat yang selayaknya. Forza Milan Selalu," tutup Theo Hernandez.
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
- Victor Boniface Jadi Prioritas, tapi AC Milan Juga Siapkan Dua Rencana Cadangan
- Lagi-lagi Kena Tikung? Setelah Guerra, AC Milan Kini Terancam Kehilangan Archie Brown
- Duel Seru Inter vs Milan: Siapa yang Akhirnya Bawa Pulang Ardon Jashari?
- Club Brugge Tanggapi Ketertarikan AC Milan pada Ardon Jashari: Transfer Masih Buntu
- Ciao! Theo Hernandez Akhiri Masa Baktinya di AC Milan dan Gabung Al Hilal
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Scout Manchester United Ramaikan Duel Inter vs Juventus, Siapa yang Dipantau?
Liga Italia 13 Februari 2026, 22:49
-
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Pisa: Tomori Comeback, Leao Cadangan?
Liga Italia 13 Februari 2026, 22:29
-
Prediksi Man City vs Salford City 14 Februari 2026
Liga Inggris 13 Februari 2026, 22:00
-
Prediksi Werder vs Bayern 14 Februari 2026
Bundesliga 13 Februari 2026, 21:30
LATEST UPDATE
-
Prediksi Liverpool vs Brighton 15 Februari 2026
Liga Inggris 14 Februari 2026, 03:00
-
Prediksi Real Madrid vs Real Sociedad 15 Februari 2026
Liga Spanyol 14 Februari 2026, 03:00
-
Prediksi Inter vs Juventus 15 Februari 2026
Liga Italia 14 Februari 2026, 02:45
-
Scout Manchester United Ramaikan Duel Inter vs Juventus, Siapa yang Dipantau?
Liga Italia 13 Februari 2026, 22:49
-
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Pisa: Tomori Comeback, Leao Cadangan?
Liga Italia 13 Februari 2026, 22:29
-
Prediksi Man City vs Salford City 14 Februari 2026
Liga Inggris 13 Februari 2026, 22:00
-
Prediksi Werder vs Bayern 14 Februari 2026
Bundesliga 13 Februari 2026, 21:30
-
Menang di Kandang Inter, Emil Holm Yakin Juventus Bisa Intip Scudetto
Liga Italia 13 Februari 2026, 21:25
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00

