Pahami Penyebab dan Gejala Angin Duduk, Jangan Dianggap Remeh
Anindhya Danartikanya | 28 November 2019 18:55
Bola.net - Jika Anda pernah mengalami nyeri dada mendadak, Bisa jadi Anda terkena angin duduk. Kondisi ini banyak dialami oleh masyarakat Indonesia. Angin duduk tidak bisa diremehkan, sebab bisa mengakibatkan kematian.
Angin duduk menimbulkan nyeri dada akibat kurangnya pasokan darah dan oksigen menuju ke jantung. Angin duduk memiliki nama medis angina yang bisa menjadi gejala penyakit jantung koroner.
Nyeri dada akibat angin duduk biasanya tak dapat diprediksi. Kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang sedang bersantai, bahkan belum tentu langsung hilang saat Anda beristirahat atau minum obat. Angina akan membuat dada terasa nyeri dan sakit seperti sedang ditekan atau diremas dengan kuat.
Angin duduk ada empat jenis, yakni angina stabil, angina tidak stabil, angina varian, dan angina mikrovaskular. Keempatnya memiliki gejala yang tidak berbeda jauh.
Angina stabil biasanya terjadi ketika seseorang terlalu memaksakan diri untuk beraktivitas ketimbang meluangkan waktu untuk beristirahat. Angina tidak stabil merupakan kondisi yang lebih parah karena rasa nyeri dada biasanya berlangsung lebih lama, yakni sekitar 30 menit.
Sedangkan angiva varian lebih jarang terjadi. Kondisi ini biasanya akan dirasakan saat sedang beristirahat dan bisa segera hilang dengan minum obat tertentu. Sementara angina mikrovaskular bisa menimbulkan gejala yang lebih parah dan berlangsung sekitar 10-30 menit bahkan bisa lebih dari itu.
Lantas, bagaimana gejala angin duduk secara umum. Berikut adalah gejala angin duduk beserta penyebabnya yang jangan dianggap remeh.
10 Penyebab Angin Duduk
Angin duduk bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Namun secara pasti, kondisi ini disebabkan karena adanya penyempitan pada pembuluh koroner.
Ketika pembuluh koroner mengalami penyempitan, suplai oksigen untuk otot jantung juga otomatis terganggu. Akibatnya, jantung tidak bisa memompa darah dengan maksimal. Kondisi ini juga bisa disebut dengan penyakit jantung koroner.
Penyebab penyakit tersebut karena adanya pembentukan plak atau tumpukan lemak dalam pembuluh darah koroner (aterosklerosis). Selain itu, angin duduk juga dapat muncul akibat berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner sebagai berikut:
- Kolesterol tinggi
- Diabetes
- Hipertensi
- Stres
- Obesitas
- Merokok
- Kurang berolahraga
- Memiliki keluarga yang pernah mengalami angin duduk
- Laki-laki berusia 45 tahun ke atas atau perempuan 55 tahun ke atas
- Mengonsumsi minuman beralkohol terlalu banyak
5 Gejala Angin Duduk
Angin duduk tergolong dalam gangguan penyakit jantung, maka gejalanya lebih banyak menyerang pada bagian dada. Mulai dari sesak napas hingga nyeri.
Namun bukan hanya sesak napas dan nyeri, ada beberapa gejala angin duduk lainnya yang mungkin bisa Anda rasakan. Berikut adalah gejala angin duduk secara umum:
- Nyeri pada dada, leher, rahang, lengan kiri dan punggung. Awal Anda merasakan nyeri memang terjadi di dada.
- Sesak napas. Karena adanya penyempitan aliran darah, otomatis Anda akan mengalami kesulitan bernapas.
- Mudah lelah. Bukan hanya sesak napas saja, gejala angin duduk bisa mengakibatkan tubuh Anda mudah lelah.
- Mual dan pusing. Gejala angin duduk lainnya ialah Anda akan mengalami mual dan juga pusing.
- Mengeluarkan keringat yang berlebihan bisa menjadi salah satu gejala angin duduk yang Anda alami.
Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, pastikan untuk segara memeriksakan diri pada dokter. Kendati belum pasti gejala yang Anda alami adalah akibat dari angin duduk, namun tak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter.
Cara Mencegah Angin Duduk
Anda bisa mencegah angin duduk dengan mudah guna mengurangi resiko yang lebih parah dari kondisi ini. Beberapa hal bisa Anda lakukan untuk menangani angin duduk secara alami, alias tanpa obat-obatan.
Salah cara mengatasi angin duduk adalah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Anda juga perlu menghilangkan kebiasaan buruk yang bisa memicu angin duduk. Anda juga bisa membatasi mengkonsumsi makanan mengandung lemak jenuh, dan menggantinya dengan makanan bergizi seimbang.
Bukan hanya pola makan sehat, namun Anda juga perlu melakukan kegiatan fisik ataupun berolahraga untuk menurunkan berat badan agar tak terkena obesitas.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Novie Rachmayanti/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 27 November 2019
Baca Juga:
- Deretan Manfaat Sekaligus Efek Samping Pisang Ambon bagi Kesehatan
- Ada yang Sewakan Odong-Odong, Ini Sederet Bisnis Sampingan Pemain Bola Indonesia
- 3 Alasan Liverpool Hanya Bisa Bermain Imbang Kontra Napoli
- Suporter Malmo Rusak Patung Zlatan Ibrahimovic, Ada Apa?
- Deretan Pesepakbola yang Mengikuti Jejak Sang Ayah Menjadi Kiper
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Era Baru Timnas Indonesia: John Herdman Tekankan Peran Liga Lokal
Tim Nasional 14 Januari 2026, 17:04
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









