Ragam Manfaat Mengunyah Permen Karet bagi Kesehatan
Anindhya Danartikanya | 17 Februari 2020 14:50
Bola.net - Mengunyah permen karet di waktu senggang menjadi aktivitas yang mengasyikkan. Permen karet memang dirancang untuk dikunyah, bukan untuk ditelan. Permen ini dibuat dengan mencampurkan pemanis dan perasa yang aman digunakan.
Dalam sebuah penelitian, manfaat mengunyah permen karet dapat mengurangi stres. Tindakan mengunyah yang telah dikaitkan dengan berkurangnya tingkat hormon stres yaitu kortisol.
Selain gerakan mengunyah yang dapat mendatangkan manfaat, beberapa jenis permen karet juga kerap mengandung bahan yang bermanfaat bagi kesehatan gigi. Untuk mendapatkan manfaat mengunyah permen karet bagi kesehatan, Anda bisa memilih permen karet bebas gula.
Pada permen karet bebas gula mengandung kurang dari 5 kalori dan permen karet mengandung gula mengandung 10 kalori.
Jadi, selain menikmati sensasi kenyal saat dikunyah, Anda juga dapat menikmati ragam manfaat mengunyah permen karet. Berikut manfaat mengunyah permen karet yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Mencegah Asam Lambung Naik
Penelitian Rebecca Moazzez dari Kings College di London, Inggris, menunjukkan mengunyah permen karet selama 30 menit setelah mengonsumsi makanan berlemak tinggi dapat mengurangi peluang asam lambung naik ke kerongkongan.
Mangunyah permen karet disinyalir dapat meningkatkan produksi asam liur yang membuat Anda lebih sering menelan dan membantu menetralisir pH lambung yang sifatnya asam. Namun, perlu diperhatikan tidak semua permen karet memiliki manfaat tersebut.
Dianjurkan untuk mengunyah permen karet bikarbonat rendah gula. Bikarbonat di sini bekerja dengan cara menetralkan asam naik ke kerongkongan. Di sisi lain, melansir dari Healthline, penderita GERD justru harus menghindari permen karet dengan rasa peppermint.
Ini karena rasa tersebut dapat membuka sfringter atau lingkaran otot kerongkongan bagian bawah yang menyebabkan asam lambung naik.
Mengurangi Stres dan Pertajam Ingatan
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa dengan mengunyah permen karet, tingkat stres seseorang dapat berkurang. Riset ini dilakukan kepada mahasiswa, dan dikatakan bahwa terjadi penurunan pada hormon penyebab stres yakni kortisol.
Studi juga menunjukkan mengunyah permen karet dapat meningkatkan fungsi otak. Hal ini dikarenakan saat mengunyah, aliran darah ke otak semakin lancar sehingga memaksimalkan kinerjanya.
Otak akan lebih mudah mengingat momen saat anda mengunyah permen karet, sehingga dianjurkan untuk makan saat sedang belajar atau ingin menghapal sesuatu.
Menyegarkan Bau Mulut
Manfaat mengunyah permen karet berikutnya adalah dapat menyegarkan bau mulut. Untuk mendapatkan manfaat ini, pastikan tidak mengonsumsi permen karet dengan rasa manis yang berlebih. Jika berlebih akan memberikan dampak buruk pada gigi, karena gula di dalamnya akan menjadi makanan bagi bakteri dalam mulut.
Untuk itu, konsumsilah permen karet yang mengandung bahan xylitol. Permen tersebut akan mencegah munculnya bakteri penyebab kerusakan gigi dan bau mulut. Permen karet yang dikonsumsi setelah makan dapat meningkatkan produksi air liur.
Peningkatan ini berpengaruh pada proses pencucian mulut oleh saliva. Gula-gula dan sisa makanan yang menjadi makanan bakteri akan tercuci jika terdapat banyak air liur di dalam mulut.
Membuat Gigi dan Gusi Lebih Sehat
Menurut Asosiasi Dokter Gigi Amerika, mengunyah permen karet efektif melawan plak dan memperkuat enamel gigi. Permen karet mengaktifkan produksi air liur yang bisa membersihkan gula, asam dan partikel makanan lainnya yang tertinggal di mulut. Dengan sering mengunyah permen karet, gigi kamu akan lebih sehat dan mengurangi risiko lubang di gigi.
Mengendalikan Nafsu Makan
Menurut penelitian, nafsu makan bisa dikendalikan dengan mengunyah permen karet. Puaskan keinginanmu untuk mengunyah makanan manis dengan mengunyah permen karet rasa stroberi ketimbang mengunyah sepotong kue stroberi dengan kalori yang puluhan kali lipat lebih besar. Terkadang otak kamu hanya ingin merasakan sedikit saja untuk terpuaskan.
Membakar Kalori
Manfaat mengunyah permen karet lainnya adalah untuk penurunan berat badan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Mayo Clinic, mengunyah permen karet bisa membakar 1.000 kalori per jam.
Kalori ini mungkin tidak seberapa dibandingkan jika berolahraga, tapi tetap saja ini jauh lebih baik ketimbang hanya duduk diam tanpa melakukan apa-apa.
Meningkatkan Kewaspadaan
Manfaat mengunyah permen karet selanjutnya dapat meningkatkan kewaspadaan. Ketika mengantuk di tengah-tengah aktivitas, Anda bisa mengunyah permen karet untuk membuat tetap segar.
Mengunyah permen karet juga dapat membuat mood lebih baik. Menurut dokter, gerakan rahang mengunyah permen karet menstimulasi saraf dan memperlancar aliran darah. Ditambah dengan aroma mint yang efektif secara instan membantu meningkatkan mood.
Membantu Berhenti Merokok
Kebiasaan merokok memang sulit untuk dihentikan. Namun, permen karet dapat menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu melakukannya. Mengunyah permen karet membuat mulut menjadi sibuk sehingga mengurangi keinginan untuk merokok.
Disadur dari: Liputan 6/Penulis: Nisa Mutia Sari/Editor: Rizki Mandasari/Dipublikasi: 29 Januari 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Presiden Prabowo Targetkan Produksi Mobil dan Motor Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
News 17 November 2025, 14:51
-
Prostitusi Sesama Jenis Resahkan Masyarakat, Satpol PP Tangkap 2 Pria di Taman Daan Mogot
News 15 November 2025, 18:22
-
Bahlil Respons Isu IUP Raja Ampat: Saya Belum Lahir Barang Itu Sudah Ada
News 13 November 2025, 17:37
-
Menkes Budi Ungkap Fakta: Gaji Rp 100 Juta Masih Terima Bantuan Iuran BPJS
News 13 November 2025, 17:27
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06


