Rakornas 2026 Bahas Masa Depan Polo Air, PB Akuatik Indonesia Siapkan Langkah Besar

Dimas Ardi Prasetya | 28 Februari 2026 22:35
Rakornas 2026 Bahas Masa Depan Polo Air, PB Akuatik Indonesia Siapkan Langkah Besar
Rapat Kerja Nasional Akuatik Indonesia di Hotel Arya Duta, Jakarta, Sabtu (28/2/2026). Sabtu (28/2/2026). (c) Bola.com/M. Iqbal Ichsan

Bola.net - PB Akuatik Indonesia menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakornas) di Hotel Aryaduta Jakarta pada Sabtu (28/2/2026). Dari forum tersebut, sejumlah keputusan strategis lahir, termasuk wacana pembentukan asosiasi baru untuk cabang polo air.

Asosiasi tersebut nantinya tetap berada di bawah naungan PB Akuatik Indonesia sebagai induk organisasi. Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, menyebut langkah ini muncul karena polo air dinilai memiliki potensi industri yang menjanjikan.

Advertisement

"Dan yang menarik juga, di dalam Akuatik Indonesia ini bukan saja renang. Ada polo air, ada juga renang indah, ada loncat indah, open water swimming," ujar Anindya Bakrie saat ditemui di sela acara.

"Nah, salah satu usulannya adalah untuk dikaji bagaimana polo air bisa menjadi asosiasi, tapi tetap di bawah federasi kita, Akuatik Indonesia. Kenapa? Karena ini olahraga beregu, sudah bisa dibilang sepak bolanya air," jelas Anindya Bakrie.

1 dari 2 halaman

Polo Air Butuh Perhatian Khusus

Polo Air Butuh Perhatian Khusus

Ketua Umum Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, hadir di acara Rapat Kerja Nasional Akuatik Indonesia, Sabtu (28/2/2026). (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Anindya Bakrie merasa polo air butuh perhatian khusus. Apalagi, potensi prestasi dari olahraga tersebut cukup besar. Misalnya mereka mampu meraih medali emas pada ajang SEA Games 2019 yang digelar di Filipina.

"Jadi dibutuhkan perhatian khusus dan juga penanganan khusus daripada model untuk memastikan keberlanjutannya berjalan, termasuk dari sisi pembiayaan, pelatihan, dan lain-lain. Dan juga kita punya prestasi juga tidak jelek, bagus malah. Kita pernah meraih emas ya di Filipina," katanya.

"Terakhir berturut-turut kita dapat medali perak. Nah, ini tentu menjadi suatu kajian yang serius ya," sambung pria berusia 51 tahun itu.

2 dari 2 halaman

Pembentukan Liga Polo Air

Pembentukan Liga Polo Air

Ketua Umum Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, berpidato di acara Rapat Kerja Nasional Akuatik Indonesia, Sabtu (28/2/2026). (c) Bola.com/M. Iqbal Ichsan

Anindya Bakrie kemudian menjelaskan pihaknya segera mengkaji pembentukan Asosiasi Polo Air Indonesia, termasuk membentuk liga polo air yang bisa menghasilkan atlet berkualitas dan memancing penonton hadir langsung di arena.

"Kami akan kaji, tapi memang niatnya itu sudah terdengar sejak setahun atau dua tahun terakhir. Dan saya rasa masuk akal, karena dalam Akuatik Indonesia ini olahraganya banyak. Kalau di World Aquatics itu renang, tapi kalau di Akuatik Indonesia itu bukan hanya renang, tapi juga loncat indah, renang indah, polo air, open water swimming," jelas Anindya.

"Sehingga untuk penanganan khusus, apalagi ini satu-satunya yang bisa dibilang olahraga tim beregu, tentunya di luar dari artistik yang beregu ya, tapi dalam arti kata sebenarnya dalam pertandingan ya. Jadi saya rasa itu suatu hal yang bagus, kita akan kaji."

"Dan arahnya memang seperti itu, ini hanya bentuknya yang pas supaya juga tidak merubah AD/ART yang mana. Namun, kami mengacu juga ya seperti kalau di PSSI ada futsal, nah ini juga mungkin bisa ada polo air. Dan juga dengan liganya kita juga akan giatkan liga polo air," tandasnya.

Disadur dari: Bola.com/Hery Kurniawan/Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 28/02/2026