Skandal AFCON 2025 Meledak! Gelar Senegal Dianulir, Investigasi Bongkar Dugaan Manipulasi CAF Demi Maroko
Dimas Ardi Prasetya | 31 Maret 2026 16:36
Bola.net - Kontroversi besar mengguncang sepak bola Afrika usai final Piala Afrika 2025 antara Senegal dan Maroko berakhir dengan drama panjang. Laga yang digelar di Rabat itu awalnya dimenangkan Senegal lewat gol dramatis di menit akhir. Namun, cerita tak berhenti di lapangan.
Dua bulan berselang, keputusan mengejutkan datang dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang menganulir kemenangan Senegal. Gelar juara yang sempat dirayakan justru dicabut dan diberikan kepada Maroko melalui keputusan administratif. Situasi ini langsung memicu gelombang kritik dari berbagai pihak.
Keputusan tersebut dianggap janggal karena diambil setelah banding dari Federasi Sepak Bola Maroko dikabulkan. Senegal pun dinyatakan kalah 0-3 akibat pelanggaran regulasi yang diklaim terjadi saat pertandingan. Publik pun mulai mempertanyakan transparansi proses tersebut.
Kontroversi makin membesar ketika Senegal tetap memamerkan trofi mereka di Paris. Aksi simbolis ini menjadi sinyal bahwa polemik belum usai dan membuka babak baru dalam konflik panas ini.
Investigasi Romain Molina Bongkar Dugaan Manipulasi

Situasi semakin panas setelah muncul laporan investigasi dari jurnalis ternama, Romain Molina. Ia mengklaim menemukan indikasi kuat adanya intervensi dalam proses banding yang dilakukan CAF.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa juri banding diduga tidak bekerja secara independen. Ada indikasi manipulasi yang mengarah pada upaya memenangkan kepentingan tertentu dalam penentuan hasil akhir. Hal ini tentu menjadi pukulan telak bagi kredibilitas CAF.
Tak hanya itu, laporan tersebut juga menyoroti adanya potensi konflik kepentingan di dalam tubuh organisasi. Proses yang seharusnya transparan justru disebut sarat dengan penyimpangan serius. Situasi ini memperkuat kecurigaan publik terhadap keputusan kontroversial tersebut.
“Menurut investigasi yang dipimpin oleh Romain Molina dan Sport News Africa, CAF diduga memanipulasi juri banding untuk memberikan gelar juara AFCON kepada Maroko," tulis akun X @DeadlineDayLive.
“Proses tersebut dikatakan diwarnai oleh penyimpangan serius dan kemungkinan konflik kepentingan di dalam organisasi itu sendiri.”
Maroko Siap Tempuh Jalur Hukum, Prancis Jadi Sasaran

Di tengah polemik yang belum mereda, ketegangan kini merembet ke ranah hukum internasional. Foot Afrika, via akun X @DeadlineDayLive, mengklaim Maroko tidak tinggal diam atas aksi Senegal yang memamerkan trofi di Paris. Langkah hukum pun mulai disiapkan.
Sebelumnya, Timnas Senegal memamerkan trofi AFCON jelang duel uji coba melawan Peru di Stade de France. Federasi Maroko menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius.
Mereka menganggap trofi tersebut sudah sah menjadi milik mereka setelah keputusan CAF. Oleh karena itu, segala bentuk klaim dari Senegal dinilai tidak dapat dibenarkan.
Prancis pun ikut terseret dalam konflik ini karena dianggap membiarkan kejadian tersebut terjadi di wilayahnya. Hal ini membuka potensi sengketa hukum lintas negara yang bisa memperpanjang drama AFCON 2025.
“Maroko berencana mengambil tindakan hukum terhadap Prancis karena mengizinkan Senegal memajang trofi Piala Afrika 2025 di Stade de France di Paris, terlepas dari kontroversi seputar gelar tersebut.”
“Maroko mengklaim trofi tersebut setelah akhir pertandingan final yang kacau melawan Senegal, dan menganggap bahwa mengizinkan pameran tersebut di tanah Prancis merupakan "perebutan gelar" dan kemungkinan ganti rugi berdasarkan hukum perdata Prancis.”
(X @DeadlineDayLive)
Baca Juga:
- Drama Piala Afrika Berlanjut, Senegal Kejar Keadilan di CAS
- Kontroversi Baru Piala Afrika 2025: Mengapa Timnas Maroko yang Akhirnya Jadi Juara Afcon Meski Kalah dari Senegal?
- CAF Cabut Gelar Juara Piala Afrika Senegal, Netizen: 90 Menit Plus Extra Time 2 Bulan, Ini sih Perampokan Level Gila
- Drama Final Piala Afrika 2025 Berujung Kontroversi: Maroko Resmi Juara Usai CAF Anulir Kemenangan Senegal
- Sanksi untuk Senegal Usai 'Mogok' di Final Piala Afrika 2025: Denda Rp9,65 miliar hingga Larangan untuk Pelatih
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Trauma Panjang Timnas Italia: Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022
Piala Dunia 31 Maret 2026, 17:00
LATEST UPDATE
-
Calvin Verdonk Puji Dony Tri Pamungkas: Layak Segera Tembus Liga Eropa
Tim Nasional 31 Maret 2026, 19:16
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 31 Maret 2026, 18:58
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 31 Maret 2026, 18:44
-
Jadwal Lengkap Timnas Futsal Indonesia di Piala AFF 2026
Tim Nasional 31 Maret 2026, 18:43
-
Peta Jalan Timnas Futsal Indonesia untuk Tembus Piala Dunia Futsal 2028
Tim Nasional 31 Maret 2026, 18:22
LATEST EDITORIAL
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45
-
5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool
Editorial 27 Maret 2026, 15:50
-
5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi dari Krisis di Bawah Mistar
Editorial 26 Maret 2026, 14:56











