Waspadai Kebiasaan Buruk yang Bisa Ganggu Kesehatan Telinga
Anindhya Danartikanya | 10 Maret 2020 14:47
Bola.net - Kesehatan telinga tidak bisa disepelekan. Hampir semua bagian tubuh membutuhkan caranya masing-masing agar selalu terjaga kesehatannya. Begitu juga dengan telinga atau indra pendengaran.
Tak bisa dianggap sepele, menjaga kesehatan telinga perlu perlakukan khusus. Terdapat beberapa kebiasaan yang perlu Anda perhatikan agar kualitas kesehatan pendengaran tidak semakin menurun.
Kebiasaan buruk yang tanpa sadar sering dilakukan ternyata dapat menurunkan kualitas pendengaran. Untuk itu, penting mengetahui kebiasaan buruk apa saja yang dapat menurunkan kesehatan telinga.
Setelah tahu macam-macam kebiasaan buruk itu, jangan disepelekan. Sebisa mungkin berbagai kebiasaan buruk itu dihindari. Berikut ini kebiasaan buruk yang bisa mengganggu kesehatan telinga yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Memasukkan Jari ke Telinga
Kebiasaan buruk yang bisa ganggu kesehatan telinga pertama adalah memasukkan jari ke telinga. Brett Comer, MD, selaku asisten profesor THT di Universitas Kentucky, mengatakan membersihkan telinga dengan jari merupakan salah satu kesalahan besar.
Hal ini dikarenakan kuku cenderung menyembunyikan banyak bakteri mikroskopis yang dapat menyebabkan infeksi. Terutama jika Anda diabetes atau pradiabetes, akan berisiko lebih besar untuk mengalami infeksi.
Sering Menggunakan Earphone
Kebiasaan buruk berikutnya adalah sering menggunakan earphone. Berdasarkan data National Institute on Deafness, sekitar 15% orang Amerika Serikat antara usia 20 sampai 69 tahun memiliki gangguan pendengaran akibat paparan suara keras.
Penelitian menunjukkan musik keras yang didengar melalui earphone bisa menjadi penyebab utama. Richard Rosenfeld, MD, ketua THT di SUNY Downstate Medical Center, New York mengatakan alat pendengar itu bisa menyebabkan kerusakan pada telinga.
Oleh karena itu, jika ingin menggunakan earphone, jangan lupa perhatikan volumenya. Apabila orang-orang di sekitar kamu dapat mendengar musik yang kamu dengarkan lewat earphone, itu berarti Anda memutarnya terlalu keras.
Menempel, Memasukkan, atau Menjepit Telinga
Kebiasaan buruk yang sering dilakukan pada telinga berikutnya dengan menempel, memasukkan, atau menjepit telinga dengan benda tertentu. Penjepit kertas, penjepit jemuran, dan tutup pulpen merupakan alat yang paling umum digunakan orang untuk mengorek-ngorek telinga. Semua cara tersebut dapat menyebabkan luka sayatan yang bisa menyebabkan infeksi.
Cara Membersihkan Telinga yang Salah
Terdapat berbagai upaya menjaga kebersihan tubuh yang terkadang dilakukan dengan cara kurang tepat, salah satunya kebiasaan membersihkan telinga. Beberapa orang merasa perlu membersihkan telinga menggunakan cotton bud.
Faktanya, kebiasaan tersebut malah sering kali mendorong kotoran telinga makin ke dalam, sehingga dapat menimbulkan sumbatan. Selain itu, kebiasaan ini kerap dilakukan setiap hari, yang kemudian berisiko menyebabkan gangguan pendengaran.
Kotoran telinga dan bakteri dalam telinga merupakan komponen penting yang berpengaruh terhadap kesehatan telinga. Keduanya berperan melindungi telinga dari infeksi yang merugikan.
Sedangkan kotoran telinga tersebut secara alami terdorong keluar telinga akibat pertumbuhan kulit telinga ke arah luar, serta pergerakan rahang sehari-hari. Sehingga, kebiasaan membersihkan telinga sebenarnya tidak diperlukan.
Makan Berlebihan
Berat badan yang berlebihan atau obesitas akibat nafsu makan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan gangguan pendengaran. Sebuah studi pada 2013 menemukan bahwa wanita dengan indeks masa tubuh (IMT) yang tinggi memiliki resiko lebih tinggi mengalami gangguan pendengaran.
Selain itu, obesitas ternyata memengaruhi timbulnya diabetes yang juga dapat menimbulkan kerusakan pembuluh darah kecil, seperti yang ditemukan pada telinga dalam.
Tidak Menjaga Kesehatan Gigi
Kebiasaan buruk berikutnya yang dapat mengganggu kesehatan telinga adalah tidak menjaga kesehatan gigi. Hal ini dikarenakan bakteri pada mulut ternyata dapat menyebabkan infeksi dan pembengkakan pada area mulut. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri pada telinga.
Selain itu, bakteri ini dapat memasuki aliran darah dan menyebabkan peradangan serta penyempitan pada pembuluh darah, termasuk yang berkaitan dengan otak. Akibatnya, bagian otak yang memproses suara dapat terganggu.
Disadur dari: Liputan 6/Penulis: Nisa Mutia Sari/Editor: Septika Sydqiyya/Dipublikasi: 9 Maret 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Presiden Prabowo Targetkan Produksi Mobil dan Motor Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
News 17 November 2025, 14:51
-
Prostitusi Sesama Jenis Resahkan Masyarakat, Satpol PP Tangkap 2 Pria di Taman Daan Mogot
News 15 November 2025, 18:22
-
Bahlil Respons Isu IUP Raja Ampat: Saya Belum Lahir Barang Itu Sudah Ada
News 13 November 2025, 17:37
-
Menkes Budi Ungkap Fakta: Gaji Rp 100 Juta Masih Terima Bantuan Iuran BPJS
News 13 November 2025, 17:27
LATEST UPDATE
-
Selebrasi Unik Jude Bellingham: Gestur Minum di Bernabeu, Respons Kritik Fans?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:47
-
Sesumbar Alvaro Arbeloa: Real Madrid Favorit Juara Liga Champions Musim 2025/2026!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:29
-
Arsenal Tak Terbendung, Inter Terpuruk di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:24
-
Habis Dihajar MU, Terbitlah Bodo/Glimt: Apa Kata Pep Guardiola?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:19
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
-
Siapa Mampu Hentikan Arsenal di Liga Champions Musim Ini?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:10
-
Manchester City Kalah Lagi, Erling Haaland: Maaf, Ini karena Salah Saya!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:05
-
Dari Cemooh ke Pesta Gol: Malam Kebangkitan Real Madrid di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:47
-
Manchester City Tersungkur di Norwegia: Bodo/Glimt Bongkar Masalah Besar Guardiola
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:15
-
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Liga Inggris 21 Januari 2026, 09:15
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






