Waspadai Ragam Penyakit yang Punya Gejala Rambut Rontok
Anindhya Danartikanya | 8 Januari 2020 13:46
Bola.net - Rambut rontok adalah masalah umum yang dialami banyak orang. Berbagai cara dilakukan supaya masalah ini teratasi, mulai memakai obat alamiah hingga berbagai produk perawatan rambut.
Banyak yang mengira rambut rontok terjadi karena salah menggunakan shampo atau tidak cocok dengan shampo tertentu. Padahal selain faktor produk rambut, ada beberapa penyakit yang juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.
Sebenarnya, rambut rontok merupakan suatu masalah yang normal terjadi pada setiap orang. Penyebab rambut rontok beragam, mulai dari perawatan yang kurang baik, hingga bisa juga karena faktor genetik yang menyebabkan rambut tumbuh terlalu tipis. Namun, ternyata ada beberapa kondisi kesehatan yang menyebabkan rambut rontok.
Penyakit yang ditandai dengan rambut rontok tidak bisa disepelekan. Anda perlu memperhatikan kesehatan dengan lebih teliti karena hal ini bisa menjadi tanda penyakit yang berbahaya.
Jika rambut rontok secara terus menerus, sebaiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter. Berikut rangkuman tentang penyakit yang ditandai dengan rambut rontok dari berbagai sumber.
Anemia
Penyakit yang ditandai dengan rambut rontok pertama adalah anemia. Anemia atau kekurangan zat besi bisa menyebabkan kerontokan rambut. Jumlah sel darah merah yang kurang dari batas normal bisa menyebabkan kelelahan yang ekstrem dan kulit pucat.
Rontoknya rambut karena jenis anemia ini dapat terjadi karena absennya sel darah merah yang bertugas mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Kulit kepala berada di ujung tubuh, sehingga darah yang mengalir sudah kehabisan oksigen. Karena itulah rambut menjadi kekurangan energi dan akhirnya mudah rontok.
Gejala lain dari anemia adalah sakit kepala, sulit berkonsentrasi, tangan dan kaki dingin, serta kerontokan rambut. Oleh karena itu, penderita anemia disarankan mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi untuk membuat sel darah merah penderita menjadi normal.
Hipotiroidisme
Hipotiroidisme adalah kondisi di mana tubuh kekurangan hormon tiroid. Hal ini biasa dialami oleh wanita. Padahal, hormon tersebut bertanggung jawab terhadap metabolisme tubuh yang akan menyuplai oksigen untuk pertumbuhan rambut, kuku dan kulit.
Jika hal tersebut tidak berjalan dengan semestinya, maka akan mengakibatkan kerontokan rambut. Gejala lain yang muncul adalah tubuh mudah lelah, konstipasi, bertambahnya berat badan, dan sulit konsentrasi.
Jadi, saat rambut mengalami gejala rontok Anda harus memperhatikan apakah terkena hipotiroidisme atau tidak.
Alopecia
Penyakit yang ditandai dengan rambut rontok selanjutnya adalah Alopecia Areata. Sama halnya dengan anemia, ini merupakan penyakit auto imun yang menyebabkan peradangan kronis hingga memengaruhi folikel rambut.
Beberapa gejala yang muncul akibat alopecia areata adalah kemunculan tiba-tiba pola melingkar halus dan bintik pitak pada kulit kepala, jenggot, bulu mata, dan bagian tubuh lainnya.
Kondisi tersebut disebabkan sel-T, antibodi yang ditemukan pada struktur folikel rambut yang diperantarai oleh mekanisme autoimun yang cenderung terjadi secara genetik.
Androgenetic Alopecia
Penyakit yang ditandai dengan rambut rontok selanjutnya adalah Androgenetic alopecia. Selain membuat terlihat seperti orang tua, alopecia juga menyebabkan kerontokan yang cukup banyak.
Rambut akan menipis pada seluruh kepala tapi jarang mengalami kebotakan total. Akan tetapi, beberapa penderita bahkan ada yang sampai mengalami kebotakan.
Polycytic Ovary Syndrome (PCOS)
Selanjutnya, penyakit yang ditandai dengan rambut rontok adalah PCOS. PCOS adalah kondisi terganggunya fungsi ovarium akibat kadar hormon yang tidak normal. PCOS adalah penyakit yang dapat memicu kerontokan rambut.
Tidak hanya itu, PCOS juga bisa memicu pertumbuhan rambut pada wajah, menstruasi yang tidak teratur, jerawat, dan kista pada ovarium. Kondisi ini adalah keadaan di mana indung telur mengandung 12 folikel atau lebih.
Anagen Effluvuium
Perawatan dan kemoterapi juga bisa menyebabkan kerontokan rambut. Anagen Efflivuium biasanya disebabkan perawatan medis yang digunakan untuk penderita kanker.
Misalnya, kemoterapi yang menjadi salah satu penyebab kerontokan rambut karena efek samping dari pengobatan tersebut. Namun, jika perawatan kemoterapi ini telah selesai dilakukan, biasanya rambut akan kembali tumbuh.
Disadur dari: Liputan 6/Penulis: Husnul Abdi/Editor: Rizki Mandasari/Dipublikasi: 19 September 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cara Cek Bansos Modal KTP doang, Awas Terjebak Modus Oknum Nakal
News 25 November 2025, 10:02
-
Beda Arah Harga Emas 19 November 2025: Antam Stabil, Pegadaian Terkoreksi
News 19 November 2025, 12:01
-
OJK Rilis Aturan Baru: Rekening Tanpa Transaksi 1.800 Hari Otomatis Dormant
News 19 November 2025, 11:21
-
Presiden Prabowo Targetkan Produksi Mobil dan Motor Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
News 17 November 2025, 14:51
LATEST UPDATE
-
Bekuk Como, Inter Milan Ingin Kawinkan Gelar Coppa Italia dan Serie A
Liga Italia 22 April 2026, 13:46
-
Profil Timnas Belgia di Piala Dunia 2026: Era Terakhir Generasi Emas
Piala Dunia 22 April 2026, 13:38
-
Inter Milan Comeback Lawan Como, Marcus Thuram: Mantap Betul Cuy!
Liga Italia 22 April 2026, 13:31
-
Tempat Menonton PSIM vs Persija Jakarta Hari Ini, 22 April 2026
Bola Indonesia 22 April 2026, 13:10
-
Marcus Thuram Optimistis Inter Milan Raih Dua Trofi
Liga Italia 22 April 2026, 13:03
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59












