Akui Lepas Kontrol, Neymar Sesali Kericuhan di Laga PSG vs Marseille
Ari Prayoga | 15 September 2020 09:55
Bola.net - Bintang PSG, Neymar mengakui bahwa dirinya lepas kontrol hingga mendapat kartu merah dalam partai Le Classique Ligue 1 versus Marseille, Senin (14/9/2020) dini hari WIB.
Seperti diberitakan sebelumnya, perkelahian antarpemain mewarnai duel ini. Akibat ribut-ribut ini, wasit terpaksa mengeluarkan kartu merah kepada lima pemain, salah satunya adalah Neymar yang dianggap menapuk kepala Alvaro Gonzalez.
Selain Neymar, empat pemain lainnya yang juga diganjar dengan kartu merah adalah Layvin Kurzawa, Leandro Paredes, Jordan Amavi, dan Dario Benedetto.
Saat Neymar berjalan keluar lapangan usai dikartu merah, ia menuduh Alvaro Gonzalez mengeluarkan kata-kata rasis kepadanya.
Keributan pun berlanjut ke media sosial Twitter. Neymar menyesal tak sempat meninju wajah Alvaro Gonzalez ketika masih di lapangan. Sementara itu, Gonzalez bersikukuh bahwa ia tak melakukan pelecehan rasis.
Kemarahan Neymar
Setelah situasi sedikit mereda, PSG merilis pernyataan dukungan mereka terhadap Neymar. Sementara itu, Neymar sendiri mengungkapkan mengapa ia bisa semarah itu.
"Kemarin saya memberontak. Saya dihukum kartu merah karena ingin memukul orang yang menyinggung saya," ujar Neymar dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.
"Saya pikir saya tidak bisa pergi tanpa melakukan sesuatu karena saya menyadari bahwa mereka yang bertanggung jawab tidak akan melakukan apa-apa, tidak memperhatikan atau mengabaikan fakta. Selama pertandingan, saya ingin menjawab seperti biasa: bermain sepak bola. Fakta menunjukkan bahwa saya tidak berhasil. Saya memberontak," imbuh Neymar.
"Dalam olahraga kami, serangan, penghinaan, sumpah serapah adalah bagian dari permainan, perselisihan. Anda tidak bisa menjadi penyayang. Saya mengerti orang ini sebagian, semua adalah bagian dari permainan, tetapi rasisme dan intoleransi tidak dapat diterima," tukasnya.
Penyesalan Neymar
Neymar mengakui bahwa dirinya lepas kontrol dalam laga tersebut. Namun, pelecehan berbau rasisme adalah persoalan lain yang wajib dihilangkan dari segala macam olahraga.
"Kami yang terlibat dalam hiburan perlu berkaca. Sebuah tindakan menimbulkan reaksi dan. Saya menerima hukuman saya karena saya seharusnya mengikuti bermain sepak bola yang bersih. Saya berharap, di sisi lain, bahwa sang pelanggar juga dihukum," tutur Neymar.
"Rasisme ada. Itu ada, tapi kita harus menghentikannya. Tak boleh ada lagi. Cukup!
"Dia bodoh. Saya juga bertingkah seperti orang bodoh karena membiarkan saya terlibat dalam hal itu ... Saya masih memiliki hak istimewa untuk tetap mengangkat kepala hari ini, tapi kita semua perlu memikirkan bahwa tidak semua orang kulit hitam dan putih ada di kondisi yang sama," tegasnya.
Sumber: Instagram @neymarjr
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Rekap Ballon d'Or 2026: Daftar Lengkap Para Pemenang Penghargaan
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 08:15
-
PSG Pertahankan Gelar Men's Club of the Year di Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 06:03
-
Man of the Match PSG vs Lyon: Mika Godts
Liga Eropa Lain 27 Oktober 2026, 05:05
LATEST UPDATE
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18








