Lewat Dukungan BRI, Dasilva Batik Bawa Motif Nusantara dan Aksara Lontara Menembus Pasar Global
Asad Arifin | 12 Mei 2026 23:54
Bola.net - Ada yang berbeda ketika masuk ke galeri Dasilva Batik di Jalan Simpang Grajakan, Kec. Blimbing, Kota Malang. Sebab deretan jaket, kemeja, dan jenis pakaian batik yang dipajang motifnya berbeda dengan motif batik pada umumnya.
Ada aksara Lontara dari Sulawesi Selatan, ornamen naga, hingga sentuhan budaya Tionghoa yang berpadu dalam desain kontemporer. Ada juga motif-motif khas suku atau budaya lain yang menggambarkan keragaman Indonesia.
Inovasi itu lahir dari idea Claudino Dasilva, pria asal Kupang yang sudah lama tinggal di Malang. Dia perlahan membangun Dasilva Batik bukan sekadar sebagai bisnis fesyen, tetapi juga ruang baru untuk memperkenalkan keberagaman budaya Nusantara.
Usaha tersebut sebenarnya sudah dirintis sejak 2017. Namun saat itu, Dasilva Batik sekadar menjadi pekerjaan sampingan karena Claudino masih aktif bekerja sebagai karyawan di BRI sejak 2015 hingga 2022.
“Mulai produksi batik sebenarnya sudah sejak masih kerja di BRI. Tapi waktu itu belum bikin jaket, masih basic seperti kemeja dan baju perempuan,” kata Dino, sapaan karib Claudino Dasilva.
Dino mulai fokus membesarkan Dasilva Batik pada 2022. Lalu, pada 2023, dia dan tim mulai melakukan riset untuk mencari bentuk produk yang lebih fleksibel dan bisa digunakan dalam berbagai suasana, tidak terbatas untuk acara formal.
Dari proses riset tersebut lahirlah jaket batik yang kini menjadi ciri khas Dasilva Batik. Respons pasar datang jauh lebih besar dari perkiraan mereka. "Masuk Maret 2023 penjualannya mulai meledak. Banyak yang suka batik kalau jadi jaket," katanya.
Motif Nusantara dan Misi Pemberdayaan

Satu hal yang membuat Dasilva Batik berbeda bukan hanya bentuk produknya, melainkan juga tema budaya yang diangkat. Jika selama ini batik identik dengan budaya Jawa, Dino mencoba membawa narasi yang lebih luas tentang Indonesia.
Ia mulai mengangkat aksara daerah sebagai motif utama, salah satunya aksara Lontara dari Sulawesi Selatan. Menurut Dino, pendekatan itu membuat masyarakat daerah merasa budayanya ikut mendapat ruang dan apresiasi.
"Orang-orang Sulawesi senang sekali karena budaya mereka terasa dihargai. Sambutan yang kami dapat positif. Begitu juga dengan motif-motif dari daerah-daerah lain,” jelasnya.
Tidak hanya tumbuh sebagai bisnis kreatif, Dasilva Batik juga menjadi ruang pemberdayaan. Dalam proses produksinya, Dino menggandeng penjahit lokal di wilayah Singosari, termasuk ibu-ibu eks pekerja garmen yang terdampak efisiensi.
“Ada ibu-ibu yang sebelumnya kehilangan pekerjaan karena pabrik tutup. Kami ajak bergabung di sini,” ujarnya.
Selain penjahit, Dasilva Batik juga melibatkan mahasiswa hingga pelajar SMK dalam program magang maupun produksi. Secara keseluruhan, sekitar 30 sampai 40 orang disebut ikut merasakan dampak ekonomi dari berkembangnya usaha tersebut.
Mulai Tembus Pasar Eropa

Di sisi pemasaran, Dino memadukan strategi offline dan digital. Mereka rutin mengikuti bazaar dan pameran, sembari aktif membangun pasar lewat media sosial. Dino juga mengoptimalkan penjualan di lokapasar.
Strategi itu membuat produk Dasilva Batik mulai menjangkau pasar internasional. Pengiriman rutin kini dilakukan ke sejumlah negara di Asia hingga Eropa.
"Kami sudah kirim sampai Singapura, Malaysia. Taiwan juga sudah sering. Jepang juga. Kalau Eropa ada Turki dan Polandia. Semoga bisa terus berkembang dan banyak peminatnya,” ujarnya.
Menurut Dino, konsumen luar negeri memiliki pendekatan berbeda terhadap batik. Mereka lebih tertarik pada sisi desain dan estetika dibanding makna filosofis motif seperti konsumen di Indonesia.
Faktor itu membuatnya melakukan beberapa penyesuaian. Dino dan timnya rajin melakukan riset untuk menemukan motif-motif baru yang dinilai cocok dan bisa diterima pasar luar negeri.
Dukungan BRI untuk Perkembangan Dasilva Batik

Di tengah pertumbuhan usahanya, Dino mengaku mendapat dukungan dari BRI. Pada 2024, ia memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp75 juta untuk membantu pengembangan modal usaha Dasilva Batik.
“Kalau soal pinjaman usaha, BRI memang paling recommended. Bunganya ringan dan prosesnya juga memudahkan,” ujarnya.
Suku bunga KUR BRI 2026 ditetapkan sebesar 6 persen per tahun untuk nasabah yang baru pertama kali mengajukan pinjaman kategori Mikro dan Kecil. Sementara, untuk nasabah Super Mikro dengan plafon pinjaman hingga Rp10 juta, suku bunga dikenakan sebesar 3 persen per tahun.
Regional Micro Banking Head BRI Region Malang, Tito Witarnawan, menyebut nilai suku bunga yang relatif rendah jadi salah satu keunggulan KUR BRI. Selain itu, BRI juga punya program restrukturisasi kredit bagi nasabah yang usahanya menurun.
"Ketika mulai terlihat adanya penurunan kemampuan pembayaran, BRI akan menawarkan penjadwalan ulang. Artinya, jangka waktu kredit bisa diperpanjang agar cicilan menjadi lebih ringan dan sesuai kemampuan nasabah," ucap Tito.
Tak hanya dari sisi pembiayaan, Dino juga aktif mengikuti program pengembangan UMKM yang dijalankan Rumah BUMN BRI. Saat ini, ia bahkan tengah mengikuti proses seleksi program BRIncubator. Dia punya harapan bisa lolos seleksi dan membawa Dasilva Batik 'naik kelas' lagi.
Cara Mengajukan KUR di BRI

Pengajuan KUR BRI bisa dilakukan secara online di kur.bri.co.id atau langsung ke kantor cabang BRI. Pemohon harus memenuhi beberapa syarat seperti WNI berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, memiliki usaha aktif minimal enam (6) bulan, serta melengkapi dokumen seperti KTP, KK, dan Surat Keterangan Usaha (SKU/NIB).
Berikut adalah panduan lengkap pengajuan KUR BRI:
1. Syarat Pengajuan KUR BRI Individu (Perorangan):
- WNI berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
- Memiliki usaha yang produktif dan layak berjalan minimal 6 bulan.
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain.
- Memiliki KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Buku Nikah/Surat Cerai (jika ada).
- Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan/desa.
- NPWP wajib untuk plafon di atas Rp50 Juta
2. Cara Pengajuan Online
- Buka laman resmi kur.bri.co.id.
- Pilih "Ajukan Pinjaman KUR".
- Login menggunakan email atau buat akun baru jika belum memiliki.
- Baca syarat dan ketentuan, kemudian centang "I'm not a robot" dan setujui.
- Isi formulir pengajuan dengan data lengkap dan benar (Profil Usaha, Data Diri).
- Unggah dokumen pendukung (KTP, NIB, KK).
- Klik "Ajukan" dan tunggu proses verifikasi
3. Cara Pengajuan Offline (Kantor BRI)
- Siapkan dokumen persyaratan: KTP, KK, NIB/SKU, dan NPWP (jika ada).
- Datang ke kantor cabang atau unit BRI terdekat.
- Ambil antrean untuk layanan "Customer Service" dan sampaikan ingin mengajukan KUR.
- Isi formulir pengajuan yang diberikan oleh petugas.
- Petugas akan melakukan survei usaha dan verifikasi data.
- Jika disetujui, Anda akan dihubungi untuk tanda tangan kontrak/akad.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cerita UMKM yang Terbantu QRIS BRI di Malang Half Marathon 2026
Lain Lain 3 Mei 2026, 13:36
LATEST UPDATE
-
Timnas Indonesia U-17 Gagal Lolos ke Piala Dunia U-17 2027
Tim Nasional 13 Mei 2026, 01:31
-
Jose Mourinho Disebut Jawaban untuk Masalah Real Madrid
Liga Spanyol 13 Mei 2026, 00:10
-
PSG dan Atletico Madrid Buka Negosiasi Transfer Julian Alvarez
Liga Spanyol 12 Mei 2026, 23:50
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, Ben White Cedera Parah dan Absen Panjang
Liga Inggris 12 Mei 2026, 23:33
-
Paul Scholes Punya Solusi Tak Terduga untuk Krisis Arsenal
Liga Inggris 12 Mei 2026, 23:32
LATEST EDITORIAL
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Era Mourinho, Tanpa Vinicius dan Trent
Editorial 12 Mei 2026, 23:01
-
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Editorial 12 Mei 2026, 22:24














