
Bola.net - Program Hari Bumi yang digelar Marsalia Embroidery pada akhir April 2026 justru menghadirkan cerita tak terduga. Alih-alih menerima banyak kiriman pakaian lama untuk didaur ulang, brand daster khas Malang itu malah mendapati produknya masih awet dipakai pelanggan hingga lebih dari satu dekade.
Marsalia sebelumnya mengajak pelanggan mengirimkan kembali daster lama produksi tahun-tahun sebelumnya untuk diolah menjadi produk baru seperti tas dan pouch (kantong atau wadalah kecil). Namun, respons yang datang justru memperlihatkan betapa kuat kualitas produk mereka.
“Bahkan, ada yang bilang kalau belinya 10 tahun lalu tapi sampai sekarang masih bisa dipakai. Katanya hanya ada sobekan sedikit karena ditarik. Jadi, memang benar-benar awet dan bisa dipakai,” ujar Marketing Manager Marsalia, Dany Ariyanto, saat ditemui di Malang pada Senin 11 Mei 2026.
Cerita itu menjadi gambaran bagaimana Marsalia bukan sekadar menjual pakaian rumahan. Di balik bordir bunga yang lembut dan warna-warna pastel khasnya, ada perjalanan panjang tentang kreativitas, keberanian meninggalkan zona nyaman, hingga misi membawa identitas Malang ke pasar yang lebih luas.
Dari Pegawai Perpustakaan Menjadi Perintis Daster Khas Malang

Marsalia lahir dari tangan kreatif Sri Rahayu, seorang perempuan lulusan Universitas Airlangga jurusan perpustakaan yang sempat bekerja sebagai tenaga perpustakaan di sebuah kampus di kawasan Blimbing, Malang. Pada 2010 lalu, tengah rutinitas pekerjaan tetapnya, ia mulai mencoba membuat berbagai kerajinan tangan untuk dijual ke lingkungan sekitar.
Awalnya Sri Rahayu membuat produk kerajinan seperti spray dan memasarkannya kepada teman-teman kantornya. Respons positif membuatnya semakin percaya diri untuk terus bereksperimen dengan produk lain yang memiliki nilai jual lebih kuat.
Suatu ketika, ia membeli sebuah daster lalu membongkarnya sendiri demi mempelajari pola jahitannya. Dari proses sederhana itulah muncul gagasan untuk menciptakan daster dengan identitas khas Malang melalui bordir bunga handmade yang dikerjakan manual menggunakan mesin, bukan bordir komputer.
“Tahun 2010 beliau akhirnya berani resign dan fokus menekuni usaha ini,” kata Dany. Keputusan itu tidak mudah karena Sri Rahayu harus meninggalkan kenyamanan pekerjaan tetap demi membangun usaha dari nol.
Perlahan, Marsalia berkembang dari usaha rumahan menjadi brand fashion wanita dengan jaringan produksi yang lebih besar. Dari yang awalnya bekerja sendiri, kini Marsalia memiliki puluhan mitra penjahit dan pembordir yang tersebar di sejumlah wilayah di Malang.
Produk mereka juga berkembang jauh melampaui daster biasa. Marsalia kini memproduksi abaya, daster panjang, daster hamil, mukena, hingga tas berbahan kain perca hasil sisa produksi. Marsalia tak ingin setiap bahan baku terbuang dan jadi sampah.
Bordir Handmade, Misi Pemberdayaan Perempuan, dan Tembus Pasar Global

Ciri khas utama Marsalia ada pada detail bordir bunga yang menjadi representasi identitas Kota Malang sebagai Malang Kota Bunga. Setiap motif dibuat dengan pendekatan handmade yang menghadirkan kesan otentik dan berbeda dari produk massal pabrikan.
Selain motif, Marsalia juga dikenal dengan penggunaan warna-warna soft dan pastel yang menjadi karakter kuat produknya. Pemilihan warna itu dirancang langsung oleh Lia, putri Sri Rahayu, yang juga menjadi desainer di balik pengembangan identitas visual Marsalia.
Marsalia juga konsisten menggunakan bahan dari katun Jepang premium. Pemilihan material ini menjadi salah satu alasan produk mereka mampu bertahan lama meski digunakan bertahun-tahun.
“Iya, kami memakai 100 persen katun Jepang premium. Jadi lebih awet dan lebih mudah perawatannya dibanding bahan lain. Itu sudah terbukti saat program Hari Bumi kita yang 'gagal' itu tadi,” ujar Dany.
Di balik perkembangan bisnisnya, Marsalia turut membawa misi sosial yang kuat. Hingga kini, mereka memberdayakan sekitar 60 hingga 80 penjahit dan pembordir perempuan yang tersebar di berbagai wilayah seperti Kecamatan Pakis dan Gadang.
Sebagian besar pekerja Marsalia merupakan perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Dari tangan-tangan lincah mereka, produk Marsalia kini tidak hanya bertebaran di Indonesia, akan tetapi sudah menembus pasar luar negeri.
Marsalia pernah ambil bagian dalam pameran di China. Selain itu, ada juga pembeli dari mancanegara lain. "Beberapa waktu lalu ada yang pesan untuk hadiah, dikirim ke Italia. Kita juga sering kirim ke Malaysia. Jadi, orang Indonesia kirim produk Marsalia ke temannya yang di luar negeri," ucap Dany.
Peran BRI dalam Perjalanan Marsalia

Perjalanan Marsalia mengembangkan usaha tidak lepas dari dukungan perbankan, khususnya dari BRI yang mendampingi mereka sejak awal merintis bisnis. Dukungan tersebut hadir mulai dari kebutuhan modal usaha hingga fasilitas transaksi untuk pengembangan usaha.
“BRI sejak awal sudah mendampingi Marsalia. Dari awal kebutuhan modal usaha, lewat KUR, kami pakai BRI. Kalau sekarang mulai fasilitas tabungan, mesin EDC, hingga QRIS, kita semuanya memakai yang dari BRI,” tutur Dany.
Regional Micro Banking Head BRI Region Malang, Tito Witarnawan, mengatakan bahwa BRI punya komitmen untuk mendorong pelaku usaha untuk berkembang. Salah satunya lewat bantuan permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Terkait akses pembiayaan, pada dasarnya hampir semua pelaku usaha bisa mengajukan kredit, kecuali ASN, TNI, dan Polri. Selama memiliki usaha, baik itu warung, dagang kecil, atau usaha rumahan, peluang untuk mendapatkan pembiayaan tetap terbuka," katanya.
Tito juga menyebut BRI punya program lain yang bisa mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya adalah lewat program BRIncubator, yang difasilitasi oleh Rumah BUMN BRI.
Saat ini, menurut Dany, Marsalia sudah mendaftar program tersebut dan masih dalam tahap seleksi. Selain ikut program BRIncubator, Marsalia juga berencana untuk menjadi usaha binaan Rumah BUMN BRI karena merasa akan mendapatkan banyak manfaat dan bisa berkembang.
"Kemarin sudah masuk ke Rumah BUMN BRI. Kita, kalau jadi binaan mereka, bisa mengikuti program-programnya BRI. Sehingga nanti kalau terpilih, kita juga bisa ikut pameran atau expo-nya BRI yang di Jakarta," kata Dany.
Cara Mengajukan KUR di BRI

Pengajuan KUR BRI bisa dilakukan secara online di kur.bri.co.id atau langsung ke kantor cabang BRI. Pemohon harus memenuhi beberapa syarat seperti WNI berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, memiliki usaha aktif minimal 6 bulan, serta melengkapi dokumen seperti KTP, KK, dan Surat Keterangan Usaha (SKU/NIB).
Berikut adalah panduan lengkap pengajuan KUR BRI:
1. Syarat Pengajuan KUR BRI 2026Individu (Perorangan):
- WNI berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
- Memiliki usaha yang produktif dan layak berjalan minimal 6 bulan.
- Tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan lain.
- Memiliki KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Buku Nikah/Surat Cerai (jika ada).
- Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan/desa.
- NPWP wajib untuk plafon di atas Rp50 Juta
2. Cara Pengajuan Online
- Buka laman resmi kur.bri.co.id.
- Pilih "Ajukan Pinjaman KUR".
- Login menggunakan email atau buat akun baru jika belum memiliki.
- Baca syarat dan ketentuan, kemudian centang "I'm not a robot" dan setujui.
- Isi formulir pengajuan dengan data lengkap dan benar (Profil Usaha, Data Diri).
- Unggah dokumen pendukung (KTP, NIB, KK).
- Klik "Ajukan" dan tunggu proses verifikasi
3. Cara Pengajuan Offline (Kantor BRI)
- Siapkan dokumen persyaratan: KTP, KK, NIB/SKU, dan NPWP (jika ada).
- Datang ke kantor cabang atau unit BRI terdekat.
- Ambil antrean untuk layanan "Customer Service" dan sampaikan ingin mengajukan KUR.
- Isi formulir pengajuan yang diberikan oleh petugas.
- Petugas akan melakukan survei usaha dan verifikasi data.
- Jika disetujui, Anda akan dihubungi untuk tanda tangan kontrak/akad.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 12 Mei 2026 14:31 -
Otomotif 12 Mei 2026 14:24 -
Tim Nasional 12 Mei 2026 14:20 -
Liga Spanyol 12 Mei 2026 14:16 -
Tim Nasional 12 Mei 2026 14:08 -
Bola Indonesia 12 Mei 2026 13:57
HIGHLIGHT
- 5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas...
- Jose Mourinho ke Real Madrid Lagi? 7 Pelatih yang ...
- 10 Pelatih Terbaik yang Siap Jadi Rebutan Klub Eli...
- 7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
- Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
- 9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
- Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5693712/original/095484400_1778570534-newsCover_2026_5_12_1778565245198-r6q31.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5692878/original/051774500_1778569345-0d4ed1e7-3c98-401a-8f03-bfe6af3cdecf.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5691608/original/027846400_1778567678-IMG_0016.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672813/original/028858600_1778497603-03c64b4f73069593aac03f5f6935f5a72384f1b7.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4674052/original/076994700_1701737215-Trailer_Pertama_GTA_VI_Dirilis_01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2405894/original/045133200_1542001844-palon-youth-972816-unsplash.jpg)
