Prediksi Harga Emas Hari Ini, Senin 3 November 2025: Melemah Atau Menguat?
Editor Bolanet | 3 November 2025 09:41
Bola.net - Harga emas dunia diprediksi melanjutkan tren penguatan gilanya hari ini, Senin (3/11/2025). Logam mulia ini ditutup di level psikologis $4.003 per troy ons akhir pekan lalu.
Kenaikan fantastis ini ditopang oleh runtuhnya ekspektasi pasar terhadap dolar AS. Investor kini beralih ke aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian.
Pengamat menilai, momentum bullish ini masih memiliki ruang penguatan yang signifikan. Sinyal pelonggaran moneter dari The Fed menjadi bahan bakar utamanya.
Namun, faktor moneter bukan satu-satunya pemicu kenaikan harga. Kombinasi sempurna dari tiga konflik geopolitik global menambah panasnya permintaan emas.
Lantas, sentimen apa saja yang mendorong emas dan sampai level berapa logam mulia ini akan bergerak? Berikut analisis lengkapnya.
Proyeksi Teknis Pasca Level Psikologis $4.000
Harga emas dunia diprediksi melanjutkan tren bullish pada perdagangan Senin (3/11/2025). Akhir pekan lalu, logam mulia ditutup kuat di level psikologis $4.003 per troy ons.
Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, secara teknikal, emas masih memiliki ruang penguatan signifikan. Momentum ini didukung oleh ekspektasi pasar yang kuat.
"Jadi, saya melihat untuk kemarin penutupan pasar di hari Sabtu ya, Sabtu pagi harga emas itu ditutup di level $4.003 per troy ons," kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (3/11/2025).
"Kemudian support pertama ya untuk transaksi di hari Senin itu di $3.935. Resisten pertama untuk hari Senin itu di $4.080," lanjutnya.
Katalis Moneter dan Target Ambisius November
Dari sisi fundamental, dorongan utama datang dari ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS. Investor kini beralih ke aset lindung nilai menjelang akhir tahun.
Pelemahan Indeks Dolar AS di kisaran 99,746 turut memberi bahan bakar. Ibrahim bahkan melihat potensi resistance mingguan bisa tertembus jika momentum berlanjut.
"Ada informasi terbaru bahwa ada kemungkinan besar pada Desember Bank Sentral akan menurunkan suku bunga," ujar Ibrahim.
"Dalam satu minggu kemungkinan supportnya itu di $3.863, kemudian resisten kedua itu di $4.145. Ada kemungkinan besar sampai di bulan November ada kemungkinan besar berdasarkan data hari ini di $4.292," ujarnya.
Bara Api Geopolitik di Tiga Benua
Faktor moneter diperparah oleh situasi geopolitik global yang kian mencekam. Ketidakpastian di Timur Tengah (Israel-Gaza dan Iran) menopang permintaan safe haven.
Di Eropa, perang Rusia-Ukraina kembali memanas pasca serangan drone ke pelabuhan Laut Hitam. Sementara itu, ketegangan di Amerika Latin juga kembali memicu kekhawatiran pasar.
"Kita melihat bahwa ketegangan di Amerika Latin ini kembali memanas," jelas Ibrahim.
"Di mana di hari Jumat kemarin bahwa Trump menginformasikan di media bahwa serangan udara Amerika Serikat terhadap Venezuela dapat dimulai dalam beberapa jam," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Waspada Superflu H3N2! Dinkes DKI Minta Warga Perketat Pertahanan Diri dengan PHBS
News 4 Januari 2026, 15:41
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Man United vs Brentford: Casemiro
Liga Inggris 28 April 2026, 04:17
-
Matheus Cunha Menghilang di Laga MU vs Brentford, Ini Penyebabnya
Liga Inggris 28 April 2026, 04:11
-
Prediksi Atletico Madrid vs Arsenal 30 April 2026
Liga Champions 28 April 2026, 01:00
-
Link Live Streaming Man united Brentford di Liga Inggris: Tayang di Vidio
Liga Inggris 27 April 2026, 21:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
Editorial 24 April 2026, 15:46
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08













