Tragedi Kebakaran Terra Drone: 22 Tewas, Polisi Soroti Minimnya Akses Evakuasi Gedung
Editor Bolanet | 10 Desember 2025 12:53
Bola.net - Insiden kebakaran fatal melumpuhkan operasional kantor Terra Drone di Jakarta Pusat dan menewaskan 22 orang. Tragedi ini menjadi sorotan serius terkait standar keselamatan kerja di gedung perkantoran bertingkat.
Peristiwa yang mengguncang dunia usaha teknologi ini terjadi di Jalan Jenderal Suprapto, Cempaka Baru, pada Selasa (9/12/2025). Api mulai berkobar sekitar pukul 12.43 WIB dan merambat dengan cepat.
Dugaan awal penyebab insiden mengarah pada korsleting listrik yang memicu ledakan di lantai dua. Kerusakan infrastruktur mencakup seluruh bangunan tujuh lantai milik perusahaan tersebut.
Kementerian Sosial (Kemensos) segera bergerak melakukan asesmen dampak sosial terhadap para korban dan keluarganya. Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan proses pendataan berjalan cepat demi penyaluran hak-hak korban.
Investigasi kepolisian kini menyoroti aspek kelalaian manajemen dan struktur bangunan yang minim akses evakuasi. Polisi mengungkap fakta bahwa gedung tersebut hanya memiliki satu akses keluar masuk.
Klarifikasi Fungsi Gedung dan Layanan Bisnis
Pihak kepolisian meluruskan informasi mengenai aktivitas bisnis yang berjalan di dalam gedung Terra Drone. Bangunan tersebut dipastikan bukan fasilitas manufaktur atau pabrik produksi.
Gedung ini berfungsi vital sebagai kantor operasional dan pusat layanan purna jual. Aktivitas utama meliputi administrasi kantor serta perbaikan teknis unit drone milik pelanggan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, memberikan rincian terkait model bisnis yang dijalankan di lokasi. Ia menegaskan bahwa layanan servis memang terpusat di gedung tersebut.
"Benar (perusahaan drone). Tidak produksi, tapi perbaikan dan kantor," ujar Roby kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).
Pelanggan diketahui kerap mendatangi lokasi untuk menyerahkan perangkat yang membutuhkan perbaikan teknis. Hal ini menjelaskan keberadaan banyak orang di lokasi saat insiden terjadi.
"Bisa. Servisnya memang di sana," ucap Roby.
Investigasi Struktur Bangunan dan Akses Evakuasi
Tim forensik menemukan fakta mengkhawatirkan terkait desain keselamatan gedung enam lantai tersebut. Temuan ini menjadi indikator penting dalam penilaian kelayakan operasional gedung komersial.
Hanya terdapat satu pintu akses utama untuk keluar dan masuk di lantai dasar bagian depan. Minimnya jalur evakuasi darurat diduga memperburuk situasi saat kepanikan terjadi.
Polisi telah menyisir seluruh lantai dan satu-satunya lift yang tersedia untuk memastikan tidak ada korban tertinggal. Penyelidikan ini krusial untuk menentukan adanya unsur kelalaian dalam penyediaan fasilitas keselamatan.
"Bersih. Juga kita temukan bahwa memang masuk dan keluarnya itu hanya melalui pintu bawah di depan itu saja. Jadi satu lift, tadi juga ada satu lift kita periksa juga untungnya tidak ada korban di dalamnya," kata Roby.
Pemeriksaan Manajemen dan Tanggung Jawab Korporasi
Proses hukum terus bergulir dengan memanggil sejumlah pihak internal perusahaan untuk dimintai pertanggungjawaban. Sebanyak delapan orang saksi telah menjalani pemeriksaan intensif hingga hari ini.
Saksi yang diperiksa meliputi jajaran manajemen perusahaan, staf HRD, serta warga sekitar lokasi kejadian. Kepolisian tengah mendalami struktur kepemimpinan untuk menentukan pihak yang paling bertanggung jawab.
Identitas pimpinan perusahaan telah dikantongi, namun keberadaannya masih dalam penelusuran petugas. Meski Terra Drone merupakan entitas bisnis asal Jepang, pimpinan lokal dipastikan bukan warga negara asing.
"Perusahaannya perusahaan jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (orang jepang)," tandas Roby.
Dampak kemanusiaan dari insiden ini sangat besar dengan total 76 orang terdampak langsung. Kemensos mencatat 22 korban meninggal dunia, termasuk seorang karyawan yang sedang hamil.
Pemerintah terus melakukan validasi data untuk keperluan santunan dan dukungan psikososial bagi ahli waris.
Koordinasi lintas sektoral antara Kemensos, Pemprov DKI Jakarta, dan kepolisian terus dilakukan untuk penanganan pasca-bencana. Fokus utama saat ini adalah pemulihan keluarga korban dan penyelesaian proses hukum terkait insiden tersebut.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Stiker Presiden di WhatsApp, Bisa Dipidana? Ini Penjelasan Menteri Hukum
News 6 Januari 2026, 21:46
-
Panduan Lengkap Skrining BPJS Kesehatan 2026: Begini Caranya!
News 5 Januari 2026, 09:11
-
Waspada Superflu H3N2! Dinkes DKI Minta Warga Perketat Pertahanan Diri dengan PHBS
News 4 Januari 2026, 15:41
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
LATEST UPDATE
-
Klasemen Piala Dunia 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 11:19
-
Klasemen Grup A Piala Dunia 2026: Korea Selatan Usik Meksiko di Puncak!
Piala Dunia 12 Juni 2026, 11:14
-
Korea Selatan vs Ceko: Runtuhnya Kutukan 16 Tahun Taegeuk Warriors
Piala Dunia 12 Juni 2026, 11:14
-
Man of the Match Korea Selatan vs Ceko: Hwang In-Beom
Piala Dunia 12 Juni 2026, 11:05
-
Jadwal Live Streaming WorldSBK Emilia Romagna 2026 di Vidio, 12-14 Juni 2026
Otomotif 12 Juni 2026, 11:00
-
Piala Dunia 2026 Dibuka dengan 3 Kartu Merah, Wasit Makin Tegas?
Piala Dunia 12 Juni 2026, 10:58
-
Ketika Raul Jimenez Menunjuk ke Langit Azteca
Piala Dunia 12 Juni 2026, 10:52
-
Meksiko vs Afrika Selatan: Air Mata dan Hari Sempurna Raul Jimenez
Piala Dunia 12 Juni 2026, 10:02
LATEST EDITORIAL
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28
-
11 Pemain yang Direkrut Real Madrid Setelah Bersinar di Piala Dunia
Editorial 10 Juni 2026, 13:24










