Eqina Diminta Patuhi Aturan Yang Berlaku
Editor Bolanet | 19 Februari 2013 03:09
- Konflik dualisme organisasi di cabang olahraga equestrian, antara Equestrian Indonesia (Eqina) dan Equestrian Federation of Indonesia (EFI), sebenarnya bisa dengan mudah diselesaikan. Prasetiono Sumiskum, selaku Ketua Bidang Trilomba EFI, menerangkan cara yang harus ditempuh. Langkah paling utama adalah Eqina harus dapat mengikuti aturan yang berlaku.
Organisasi yang membina olahraga Tanah Air tentu harus berafiliasi dengan federasi olahraga di level dunia. Kini, wadah organisasi equestrian di Indonesia yang diakui oleh FEI (Federation Equestre Internationale) adalah EFI, ujar Prasetiono.
Karena itu, jika mau bersatu, maka Eqina hrus mengikuti aturan-aturan yang ada. Eqina harus berafiliasi dengan EFI, sambungnya.
Dilanjutkannya, sebelum EFI berdiri, FEI mengakui ECI (Equestrian Commission Indonesia), sebuah komisi di bawah Pengurus Besar Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PB Pordasi). Namun, setelah EFI resmi terbentuk, ECI otomatis tidak eksis lagi. Sebab, statuta FEI menegaskan bahwa equestrian harus berupa federasi sendiri, dan tidak berupa komisi di bawah PB.
EFI sudah diakui dunia internasional. Buktinya, EFI sudah mengeluarkan paspor untuk kuda sebanyak 953 ekor. Kini, izin untuk mengeluarkan paspor baru dihentikan dengan alasan EFI ingin melakukan register, imbuh Prasetiono yang juga menjabat Manajer Pelatnas Equestrian SEA Games 2013 tersebut.
Lebih jauh dikatakannya, FEI mulai mengimplementasikan peraturan yang akan memberikan sanksi (banned) kepada atlet, kuda, dan ofisial jika mengikuti event dan atau pertandingan di luar agenda federasi nasional. Arti event yang dimaksud sangat luas. Bisa kegiatan dan bisa juga pertemuan.
Tion- begitu sapaannya- menyatakan hal tersebut akan menghambat pembinaan equestrian di Indonesia. Sanksi akan berlakukan secara otomatis ketika atlet, kuda, dan ofisial mengikuti agenda yang tidak resmi.
Bahkan, meski tetap bisa bertanding di dalam negeri, kiprah dan prestasi bisa terhambat. Sebab, yang terkena sanksi tidak dapat bertanding mewakili bangsa ataupun mengikuti program resmi EFI.
Peraturan internasional tersebut telah disosialisasikan EFI kepada seluruh atlet, pemilik kuda, pemilik stable, dan ofisial di seluruh Indonesia serta dinyatakan mulai diberlakukan per 1 Januari 2013, tegasnya.
EFI kini terus menjalankan target pembinaan prestasi sesuai yang diamanatkan KONI. Misalnya, tengah mempersiapkan atlet untuk mengikuti Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) SEA games di Myanmar akhir tahun ini.
Lalu, pada akhir Februari akan mengirimkan satu tim atlet young rider untuk mengikuti kejuaraan internasional di Bangkok serta akan menyelenggarakan kualifikasi lompat rintangan untuk meloloskan atlet junior ke Youth Olympic Games 2014 di China pada akhir Mei di JPEC Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Selain itu, EFI juga mempersiapkan atlet untuk menghadapi Asian Games tahun 2014. Diakuinya, equestrian punya peluang meraih medali, khususnya pada disiplin dressage yang kini berada di posisi lima besar Asia. (esa/gia)
Organisasi yang membina olahraga Tanah Air tentu harus berafiliasi dengan federasi olahraga di level dunia. Kini, wadah organisasi equestrian di Indonesia yang diakui oleh FEI (Federation Equestre Internationale) adalah EFI, ujar Prasetiono.
Karena itu, jika mau bersatu, maka Eqina hrus mengikuti aturan-aturan yang ada. Eqina harus berafiliasi dengan EFI, sambungnya.
Dilanjutkannya, sebelum EFI berdiri, FEI mengakui ECI (Equestrian Commission Indonesia), sebuah komisi di bawah Pengurus Besar Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PB Pordasi). Namun, setelah EFI resmi terbentuk, ECI otomatis tidak eksis lagi. Sebab, statuta FEI menegaskan bahwa equestrian harus berupa federasi sendiri, dan tidak berupa komisi di bawah PB.
EFI sudah diakui dunia internasional. Buktinya, EFI sudah mengeluarkan paspor untuk kuda sebanyak 953 ekor. Kini, izin untuk mengeluarkan paspor baru dihentikan dengan alasan EFI ingin melakukan register, imbuh Prasetiono yang juga menjabat Manajer Pelatnas Equestrian SEA Games 2013 tersebut.
Lebih jauh dikatakannya, FEI mulai mengimplementasikan peraturan yang akan memberikan sanksi (banned) kepada atlet, kuda, dan ofisial jika mengikuti event dan atau pertandingan di luar agenda federasi nasional. Arti event yang dimaksud sangat luas. Bisa kegiatan dan bisa juga pertemuan.
Tion- begitu sapaannya- menyatakan hal tersebut akan menghambat pembinaan equestrian di Indonesia. Sanksi akan berlakukan secara otomatis ketika atlet, kuda, dan ofisial mengikuti agenda yang tidak resmi.
Bahkan, meski tetap bisa bertanding di dalam negeri, kiprah dan prestasi bisa terhambat. Sebab, yang terkena sanksi tidak dapat bertanding mewakili bangsa ataupun mengikuti program resmi EFI.
Peraturan internasional tersebut telah disosialisasikan EFI kepada seluruh atlet, pemilik kuda, pemilik stable, dan ofisial di seluruh Indonesia serta dinyatakan mulai diberlakukan per 1 Januari 2013, tegasnya.
EFI kini terus menjalankan target pembinaan prestasi sesuai yang diamanatkan KONI. Misalnya, tengah mempersiapkan atlet untuk mengikuti Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) SEA games di Myanmar akhir tahun ini.
Lalu, pada akhir Februari akan mengirimkan satu tim atlet young rider untuk mengikuti kejuaraan internasional di Bangkok serta akan menyelenggarakan kualifikasi lompat rintangan untuk meloloskan atlet junior ke Youth Olympic Games 2014 di China pada akhir Mei di JPEC Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Selain itu, EFI juga mempersiapkan atlet untuk menghadapi Asian Games tahun 2014. Diakuinya, equestrian punya peluang meraih medali, khususnya pada disiplin dressage yang kini berada di posisi lima besar Asia. (esa/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Raymen Kaunang Juara Jumping 130 Open Kejurnas Kawilarang Seri 1
Olahraga Lain-Lain 4 Maret 2013, 06:09
-
Laporan EFI Dinilai Menimbulkan Perbedaan Interpretasi
Olahraga Lain-Lain 3 Maret 2013, 13:43
-
KOI Luruskan Kabar Seputar Klaim EFI
Olahraga Lain-Lain 3 Maret 2013, 12:20
-
Eqina Lebih Menggiatkan Berbagai Kegiatan Pembinaan
Olahraga Lain-Lain 26 Februari 2013, 22:35
LATEST UPDATE
-
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tim Nasional 6 September 2026, 11:00
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
-
Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
Liga Spanyol 6 September 2026, 10:00
-
Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
Liga Spanyol 6 September 2026, 09:30
-
Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
Liga Inggris 6 September 2026, 09:00
-
Arsenal vs Chelsea, Mikel Arteta Siap Kesampingkan Pertemanan dengan Xabi Alonso
Liga Inggris 6 September 2026, 08:30
-
Xabi Alonso Terheran-heran dengan Kegacoran Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 6 September 2026, 08:00
-
Tantang Arsenal, Moises Caicedo Bisa Perkuat Chelsea?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:30
-
MU Tandang ke Everton, Benjamin Sesko Sudah Siap Jadi Starter?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:00
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

