Etape Pertama, Tim Polygon Sepuluh Besar

Editor Bolanet | 11 November 2009 20:54
Etape Pertama, Tim Polygon Sepuluh Besar
- Etape pertama Tour of Hainan belum memberikan hasil positif kepada Polygon Sweet Nice. Menempuh jarak 131 km dari Sanya Bay menuju Baoting Square, Rabu (11/11) menempatkan satu pembalap Polygon Sweet Nice di 10 besar.

Pembalap Sergey Kudentsov tercecer di posisi ke-8 tertinggal 8 detik dari pemenang etape Vitally Buts dari Ukraina. Buts memiliki catatan waktu 2 jam 46 menit 46 detik, disusul rekannya Mykhaylo Khalilov dan Gordon McCaulay.

Direktur Polygon Sweet Nice mengaku puas dengan hasil ini. Hal ini bila dilihat dari lawan yang dihadapi jauh lebih tangguh. Bahkan tim yang datang, jauh lebih berat dibanding tahun lalu. Ini memang perjuangan yang berat.

"Meski etape pertama ini sepenuhnya flat, tetapi medan yang kita lalui cukup menantang," terang direktur Polygon Sweet Nice, Harijanto Tjondrokusumo, kemarin petang.

Pada etape pertama kemarin, sejumlah pembalap Polygon Sweet Nice juga tercecer. Jimmy Pranata dan Herwin Jaya finish di posisi ke-58 dan 59. Sementara Hari Fitrianto di peringkat 91, Artyom Golovacshenko do posisi ke-95, Roman Krasilnikov finish di posisi-120.

Kelima pembalap ini memiliki catatan waktu sama terpaut 8 menit dengan pemenang lomba, Satu pembalap lainnya, Kyril Kazantsev, tertinggal 4 menit 13 detik karena mechanical problem.

Pada etape kedua hari ini diakui cukup berat. Di mana terdapat tiga tanjakan yang memberi tantangan berat.

Tanjakan pertama di km 19 sudah tersaji tanjakan setinggi 300 m dpl, dengan jarak tempuh kurang lebih 7 km. Sedangkan di tanjakan kedua start dari ketinggian 300 m dpl menuju 757 m dpl dengan jarak kurang lebih 10 km. Sementara di tanjakan ketiga tidak terlalu tinggi, namun memberi bonus.

Kali ini Polygon Sweet Nice menempatkan Hari Fitrianto untuk bertarung di medan tanjakan.

"Kita sudah menyiapkan strategi selepas etape pertama. Saya berharap Hari Fitrianto bisa unjuk gigi untuk bertarung dengan climber dari berbagai negara," urainya.

Bukan berarti dia menjadi titik kekuatan utama tim. Pembalap asal Probolinggo itu diharapkan bisa bertarung dengan climber dari berbagai negara untuk berebut poin. Masalahnya selepas tanjakan terdapat bonus berupa turunan tajam hingga garis finish. (bola/zul)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE