Gagal di PON 2012, KONI Jatim Mengacu ke Sport Science
Editor Bolanet | 30 April 2013 18:45
- Setelah gagal total di PON sebelumnya, KONI Jawa Timur kini lebih serius dalam menyiapkan atlet-atletnya guna PON 2016 Jabar nanti. Sport science kini dijadikan bahan acuan mereka sebelum memasuki Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) pertengahan bulan depan.
Kita patut bersyukur, Jatim adalah yang pertama sadar akan sport science ini. Kita nantinya akan memiliki database tentang catatan kesehatan atlet-atlet kita, terang Ketua Umum KONI Jatim, Ir. Erlangga Satriagung, di Kantor KONI Jatim, Surabaya (30/4).
Erlangga menerangkan para atlet tersebut harus mengikuti tiga tahapan tes sport science terlebih dahulu sebelum masuk Puslatda. Yakni, tes kesehatan, tes fisik dan tes psikologi. Tim kesehatan Puskesor, tim Unesa untuk fisik dan tim psikologi Prof. Suryanto dari Unair yang akan mengawal test ini. Bukan dari KONI, sambungnya.
Menurutnya, dari total 436 atlet proyeksi Puslatda untuk PON Jabar nanti, sudah 200 lebih atlet mengikuti test kesehatan yang dimulai pertengahan April lalu. Dari 200 itu, 35% memiliki catatan kesehatan yang tidak sesuai dengan kriteria seorang atlet. Sementara para pelatih juga tetap diwajibkan mengikuti tes ini.
Bukan berarti mereka gagal dan tidak bisa ikut Puslatda, tapi mereka masih perlu rekomendasi dan pendalaman lebih lanjut. 35% ini masih bisa ikut tes fisik dan psikologi, katanya.
Erlangga menambahkan hasil tes ini nantinya juga akan berguna bagi para pelatih cabor-cabor yang sudah ditunjuk. Pelatih akan punya pegangan kalau atlet mereka punya riwayat cedera atau kelainan di organ tubuhnya. Pelatih akan lebih berhati-hati dalam menggembleng anak asuhnya, tutup Erlangga. (fjr/kny)
Kita patut bersyukur, Jatim adalah yang pertama sadar akan sport science ini. Kita nantinya akan memiliki database tentang catatan kesehatan atlet-atlet kita, terang Ketua Umum KONI Jatim, Ir. Erlangga Satriagung, di Kantor KONI Jatim, Surabaya (30/4).
Erlangga menerangkan para atlet tersebut harus mengikuti tiga tahapan tes sport science terlebih dahulu sebelum masuk Puslatda. Yakni, tes kesehatan, tes fisik dan tes psikologi. Tim kesehatan Puskesor, tim Unesa untuk fisik dan tim psikologi Prof. Suryanto dari Unair yang akan mengawal test ini. Bukan dari KONI, sambungnya.
Menurutnya, dari total 436 atlet proyeksi Puslatda untuk PON Jabar nanti, sudah 200 lebih atlet mengikuti test kesehatan yang dimulai pertengahan April lalu. Dari 200 itu, 35% memiliki catatan kesehatan yang tidak sesuai dengan kriteria seorang atlet. Sementara para pelatih juga tetap diwajibkan mengikuti tes ini.
Bukan berarti mereka gagal dan tidak bisa ikut Puslatda, tapi mereka masih perlu rekomendasi dan pendalaman lebih lanjut. 35% ini masih bisa ikut tes fisik dan psikologi, katanya.
Erlangga menambahkan hasil tes ini nantinya juga akan berguna bagi para pelatih cabor-cabor yang sudah ditunjuk. Pelatih akan punya pegangan kalau atlet mereka punya riwayat cedera atau kelainan di organ tubuhnya. Pelatih akan lebih berhati-hati dalam menggembleng anak asuhnya, tutup Erlangga. (fjr/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Empat Petarung Jatim Melesat ke Final
Olahraga Lain-Lain 27 September 2016, 23:41
-
Jatim Jumpa Jabar di Final Basket Putra
Basket 27 September 2016, 23:33
-
Jatim dan Jateng Jumpa Lagi di Final Voli Putra
Voli 27 September 2016, 23:31
-
Dua Emas untuk Jatim dari Sepak Takraw
Olahraga Lain-Lain 27 September 2016, 23:22
-
Jatim Juara Umum Tenis Lapangan
Tenis 27 September 2016, 21:29
LATEST UPDATE
-
Prediksi FC Seoul vs Persib 16 September 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 15:24
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Dewa United 16 September 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 15:14
-
Serie A tak Lagi 'Boring': Belum Muncul Skor 0-0 hingga Pekan ke-4 Musim 2026/2027
Liga Italia 15 September 2026, 14:48
-
Harry Kane Tembus 150 Gol di Bayern Munchen, Lebih Cepat dari Robert Lewandowski!
Bundesliga 15 September 2026, 14:15
-
Kabar Mengejutkan FC Seoul: Turunkan Tim SMA untuk Hadapi Persib di ACL Two?
Bola Indonesia 15 September 2026, 13:48
-
Cristian Chivu Bela Josep Martinez, Tegaskan Kiper Inter Milan Bukan Masalah
Liga Italia 15 September 2026, 13:29
-
Prediksi Barcelona vs Racing Santander 17 September 2026
Liga Eropa UEFA 15 September 2026, 13:13
-
Lamine Yamal atau Kylian Mbappe: Siapa yang Lebih Layak Memenangkan Ballon d'Or?
Liga Spanyol 15 September 2026, 12:54
-
EMTEK Media Dapat Kepercayaan untuk Kelola Izin Nonton Bareng FIFA ASEAN Cup 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 12:45
-
Gabriel Jesus Siap Bersaing dengan Raphinha di Barcelona
Liga Spanyol 15 September 2026, 12:19
-
Prediksi Man Utd vs Brighton 17 September 2026
Liga Inggris 15 September 2026, 12:08
-
Mikel Arteta Tegaskan Arsenal Siap Hadapi Jadwal Padat
Liga Inggris 15 September 2026, 11:44
-
Prediksi Milan vs Benfica 17 September 2026
Liga Eropa UEFA 15 September 2026, 11:15
-
Rodri Sebut Barcelona Bukan Favorit Juara Liga Champions
Liga Spanyol 15 September 2026, 11:09
-
Bruno Fernandes Disebut Memalukan dalam Insiden Kartu Merah Phil Foden
Liga Italia 15 September 2026, 10:34
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
