Pasca PON, Stadion Palaran Terbengkalai

Editor Bolanet | 6 Februari 2009 18:20
Pasca PON, Stadion Palaran Terbengkalai
- Setelah pelaksanaan PON XVII/2008, nasib Stadion Utama Palaran, Samarinda, Kaltim, semakin tidak jelas. Padahal, dana pembangunannya menelan biaya Rp800 miliar.

Ketua Forum Peduli Atlet Kaltim (Frompak), Suryadi, mengaku sangat prihatin dengan kondisi stadion yang dibangun dengan anggaran Rp800 miliar tersebut.

"Sangat disayangkan, stadion yang menjadi kebanggaan rakyat Kaltim, terbengkalai. Miliaran uang rakyat terbuang percuma, sebab gedung megah itu hanya meninggalkan cerita tentang pelaksanaan PON XVII 2008," ujar Suryadi.

Stadion Utama Palaran menjadi stadion termegah dan termahal di Indonesia, karena selain dilengkapi berbagai sarana dan pra sarana olahraga yang cukup canggih, juga menggunakan berbagai ornamen yang banyak diimpor dari luar negeri, termasuk rumput berstandar FIFA seharga Rp2 miliar, serta atap Stadion Utama yang didatangkan dari Korea.

Stadion berkapasitas 50 hingga 60 ribu penonton itu, juga dilengkapi GOR khusus bela diri, basket, bulu tangkis dan senam, serta lintasan sepatu roda dengan biaya Rp350 miliar. Stadion yang digunakan sebagai tempat Upacara Pembukaan dan Penutupan PON XVII 2008, hingga saat ini masih dikelola pihak kontraktor.

"Mestinya, stadion itu segera diserahkan ke Pemerintah Provinsi Kaltim, sehingga ada upaya untuk segera memikirkan penggunaannya," kata Suryadi, yang juga Pelatih Gulat Kaltim.

Peralihan pengelolaan Stadion Utama Palaran tersebut menurut Suryadi harus segera dilakukan, sehingga Pemprov Kaltim bisa segera membentuk Badan Pengelola Stadion atau UPTD (Unit Pengelola Teknis Daerah),di bawah Dinas Olahraga. (kpl/bar)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE