Mampus Kau Dikoyak-koyak Ben Yedder dan Arti Puisi Sia-sia
Haris Suhud | 14 Maret 2018 17:05
Bola.net - - Manchester United mengalami kekalahan yang sangat mengejutkan. Bagaimana tidak, menghadapi Sevilla di Old Trafford, di kandang sendiri, mereka mengalami kekalahan dengan skor 1-2. Wissam Ben Yedder menjadi sosok yang menghancurkan mimpi besar Manchester United untuk membuktikan diri mereka sebagai klub besar musim ini. Kurang ajar sekali!
Siapa itu Ben Yedder? Dia hanyalah pemain 27 tahun yang pada awal-awal kariernya tak berani bermain bola di lapangan besar. Makanya, dia pilih main futsal.
Bahkan sebelum tahun 2009, ia belum pantas disebut sebagai pemain profesional. Bicara fakta saja, saat usia hampir 20 tahun, Yedder masih gabung sebuah klub futsal amatir Garges Djibson.
Nama Yedder baru dikenal cukup luas ketika ia mulai gabung dengan salah satu klub sepakbola di Prancis, Ia bertahan lama di sana karena tak kunjung menyita perhatian dunia.
Nah, setelah mencetak 71 gol dari 174 penampilan, Sevilla baru melirik Yedder pada tahun 2016. Harga pemain tersebut tak terlalu mahal kala itu. Ia hanya dihargai 9 juta euro dalam kepindahannya ke klub La Liga tersebut.
Performa Yedder di Sevilla musim ini sebenarnya juga tidak terlalu mengagumkan. Berposisi sebagai penyerang tengah, ia hanya 14 kali dipercaya sebagai starting eleven di La Liga hingga pekan ke-28. Hanya melongo di bangku cadangan sebanyak sembilan kali dan lima kali masuk sebagai pemain pengganti.
Kemudian di kompetisi Liga Champions, ia juga tidak serta merta mendapat kepercayaan dari pelatih Sevilla, Vincenzo Montella. Yedder hanya dua kali bermain penuh dari delapan pertandingan Liga Champions musim ini terhitung sejak babak penyisihan grup.
Ketika bermain di leg pertama babak 16 besar menghadapi Manchester United pekan lalu, Yedder hanya melihat teman-temannya bermain saja. Ia hanya melongo di bangku cadangan.
Entah apa sebabnya, mula-mula ia masuk sebagai pemain pengganti di leg kedua. Yang mengejutkan, ternyata ia tampil bak seorang pahlawan. Ia mencetak dua gol hanya dalam waktu empat menit. Tambahan dua gol tersebut kemudian membuatnya menjadi top skor sementara Liga Champions setelah Cristiano Ronaldo.
Ini seperti tak bisa dipercaya. Dua gol tersebut juga sekaligus meruntuhkan mimpi besar Manchester United menjadi tim juara musim ini, di Liga Champions.
Benar-benar Ben Yedder menjadi mimpi buruk bagi tim berjuluk Setan Merah tersebut. Kekalahan ini membuat MU terancam tak akan meraih gelar apapun. Di Premier League, sulit bagi MU mengejar Manchester City. Rasanya sudah tidak mungkin mengejar City yang sejauh ini bermain sangat konsisten di liga.
Menjuarai Piala Liga juga sudah tidak mungkin. Ketika sampai pada satu babak menghadapi Bristol, MU sudah kalah dan tersingkir. Harapan MU tinggal mengejar Piala FA musim ini, tapi trofi itu sering kali menjadi jatah klub asal London.
Bisa disimpulkan Ben Yedder telah membuat MU berantakan musim ini. Meminjam satu baris kalimat terakhir dalam sajak Chairil Anwar yang berjudul 'Sia-sia'-- untuk menggambarkan posisi MU saat ini, tepat sekali kata-kata berikut ini: 'Mampus kau dikoyak-koyak Ben Yedder'.
Menelaah Bahasa Simbol dalam Puisi 'Sia-sia'
Sajak yang ditulis pada tahun 1943 tersebut menyajikan bahasa simbol yang bisa dijabarkan untuk menggambarkan pertandingan antara Manchester United dan Sevilla pada hari Rabu (14/3). Ketepatan bahasa tersebut bisa saja hanya sebuah kebetulan atau memang prediksi sangat visioner. Pasalnya, kadang seorang sastrawan juga seorang peramal yang handal.
Berikut ini isi lengkap Sajak 'Sia-sia' karya Chairil Anwar:
Penghabisan kali itu kau datang
Membawaku kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan Suci
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang memastikan: untukmu.
Lalu kita sama termangu
Saling bertanya: apakah ini?
Cinta? Kita berdua tak mengerti
Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri
Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
'Penghabisan kali itu kau datang', memiliki arti bahwa pertemuan antara Manchester United dan Sevilla adalah sebuah babak penghabisan antara kedua tim di mana yang kalah dalam pertandingan tersebut akan habis, tidak lolos ke babak selanjutnya. Sevilla datang sebagai tim tamu setelah di leg pertama jadi tuan rumah. 'Membawaku kembang berkarang' adalah sebuah ungkapan tentang harapan indah Manchester United yang digambarkan seperti kembang. MU yakin lolos di leg kedua setelah di leg pertama mampu menahan imbang Sevilla di Ramon Sanchez Pizjuan.
'Mawar merah dan melati putih' merepresentasikan kedua klub. Manchester United adalah merah sementara Sevilla seperti melati putih, seperti yang dapat dilihat pada jersey utama kedua klub tersebut. Yang kalah akan terluka dan berdarah-darah sementara yang menang akan merasa suci setelah tak tersentuh kekalahan. Ini mewakili untuk 'Darah dan Suci'.
'Kau tebarkan depanku': ketika wasit meniup peluit tanda laga dimulai, setiap pergerakan pemain Sevilla menyita perhatian para pemain MU. 'Serta pandang yang memastikan: untukmu', setiap mata pemain MU harus memastikan mengikuti arah pergerakan pemain Sevilla agar tak membobol gawang David de Gea. Sementara itu di luar lapangan, jutaan mata sedang menikmati serunya pertandingan antara kedua kubu tersebut.
'Lalu kita sama termangu
Saling bertanya: apakah ini?
Cinta? Kita berdua tak mengerti.'
Stanza di atas menggambarkan sebuah perasaan gelisah di antara pemain dan pendukung saat pertandingan berjalan seru. Dalam pikiran mereka menyimpan perasaan penasaran tentang siapa yang akan menjadi pemenang dan siapa yang kalah. Dan kenapa mereka begitu antusias untuk mengikuti pertandingan tersebut; Kenapa mereka rela keluar duit untuk nonton pertandingan atau bahkan bergadang hingga tengah malam; Apa yang menyebabkan mereka mau berbuat seperti itu; Karena cinta? Ya, mungkin saja karena cinta pada klub.
'Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri', meskipun dua kubu antara pendukung atau pemain berada dalam satu tempat yang sama, mereka tak saling hampir-menghampiri dan bertegur sapa dengan ramah. Bagaimanapun, di antara mereka adalah lawan dan musuh selama 90 menit.
Dan kekalahan adalah sebuah kekecewaan yang begitu sakit. Maka, 'Ah! Hatiku yang tak mau memberi'. Tentu saja perasaan ini sangat dirasakan pihak Manchester United yang mengalami kekalahan. Mendadak muncul rasa marah pada pihak lawan.
'Mampus kau dikoyak-koyak sepi.' Begitulah jeritan sebuah perasaan yang berbicara pada dirinya sendiri setelah menelan kekalahan dalam hal apa saja, termasuk kalah dalam sepakbola.
'Dan mampus kau dikoyak-koyak Ben Yedder!' mungkin begitu pekik Sevilla kepada Manchester United.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
-
Prediksi Chelsea vs Man Utd 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 09:38
-
Sesko Cedera, Ini 5 Striker yang Bisa Direkrut Manchester United pada Januari
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 07:02
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




