10 Debutan Terbaik MotoGP, dari Nicky Hayden sampai Fabio Quartararo
Anindhya Danartikanya | 24 April 2020 14:27
Bola.net - Pada 2019, MotoGP dihebohkan oleh performa gemilang Fabio Quartararo, yang tengah menjalani musim debutnya. Belum pernah juara dunia dan hanya meraih satu kemenangan di kelas yang lebih ringan (Moto2), tak ada yang menyangka rider Petronas Yamaha SRT itu bakal tampil menggebrak.
Quartararo yang menjalani debut MotoGP ketika usianya belum genap 20 tahun, justru sukses mengakhiri musim di peringkat 5 pada klasemen akhir, meraih 7 podium dan 6 pole, serta dua kali bersaing sengit dengan sang juara dunia bertahan, Marc Marquez, sampai lap terakhir.
Meski begitu, sulit membandingkan kehebatan para debutan MotoGP dari berbagai era. Bukan hanya Quartararo yang pernah langsung menggebrak persaingan di kelas tertinggi pada tahun pertamanya berpartisipasi.
Berikut 10 debutan terbaik MotoGP yang dilansir dari Corsedimoto, Selasa (22/4/2020).
10. Nicky Hayden (2006)

Prestasi musim pertama: Peringkat 5, 130 poin, 2 podium
Pemilihan Nicky Hayden oleh Repsol Honda sebagai pengganti Tohru Ukawa cukup mengejutkan paddock MotoGP kala itu, karena Hayden tak pernah turun di ajang Grand Prix, dan merupakan juara AMA Superbike. Meski begitu, The Kentucky Kid berhasil membuktikan bahwa pilihan Honda tak salah.
9. Daijiro Kato (2002)

Prestasi musim pertama: Peringkat 7, 117 poin, 2 podium, 1 pole
Merupakan juara dunia GP250 2001, Daijiro Kato digadang-gadang menjadi bintang besar MotoGP suatu saat nanti. Ia pun terbukti kompetitif pada tahun pertamanya di kelas tertinggi. Meski sekadar menggunakan NSR 500cc 2-tak, ia mampu melawan motor-motor generasi baru MotoGP 990cc 4-tak.
8. Ben Spies (2010)

Prestasi musim pertama: Peringkat 6, 176 poin, 2 podium, 1 pole
Usai sukses menggebrak dengan merebut gelar dunia di WorldSBK 2009 pada musim debutnya, Ben Spies menjadi debutan yang paling disorot di MotoGP 2010. Membela Monster Yamaha Tech 3, ia pun membuktikan dirinya punya talenta dan kemampuan menaklukkan rider-rider dunia meski sebelumnya tak pernah turun di ajang Grand Prix.
7. Troy Bayliss (2003)

Prestasi musim pertama: Peringkat 6, 128 poin, 3 podium
Tiga kali juara WorldSBK, Troy Bayliss, menjalani debutnya di MotoGP dalam usia 34 tahun untuk membela Ducati yang juga menjalani debutnya di kejuaraan tersebut. Meski tak lagi muda, ternyata Baylisstic membuktikan dirinya juga bisa melawan para rider Grand Prix.
6. Johann Zarco (2017)

Prestasi musim pertama: Peringkat 6, 174 poin, 3 podium
Sebagai juara dunia Moto2 2015 dan 2016, Johann Zarco menjalani debutnya di MotoGP dengan performa yang sangat kuat meski membela tim satelit Monster Yamaha Tech 3. Ia memulai musim 2017 dengan memimpin balapan di Qatar, sebelum terjatuh di Tikungan 2. Ia pun konsisten bertarung di papan atas, dan mengakhiri musim di peringkat 6.
5. Fabio Quartararo (2019)

Prestasi musim pertama: Peringkat 5, 192 poin, 7 podium, 6 pole
Nyaris seperti Zarco, Fabio Quartararo menjalani musim debutnya di MotoGP dengan tim satelit Petronas Yamaha SRT dengan motor ala kadarnya. Meski begitu, ia mampu bertarung di papan atas, sengit melawan Marc Marquez, dan akhirnya meraih 7 podium dan 6 pole, duduk di peringkat 5, dan merebut gelar debutan dan rider tim independen terbaik.
4. Jorge Lorenzo (2008)

Prestasi musim pertama: Peringkat 4, 190 poin, 1 kemenangan, 6 podium, 4 pole
Kedatangan Jorge Lorenzo ke MotoGP pada 2008 sangat dinanti-nanti banyak pihak, karena ia merupakan dua kali juara dunia GP250 dan sejak awal telah dianggap berbahaya oleh tandemnya di Yamaha, Valentino Rossi. Meski mengalami banyak kecelakaan hebat, Lorenzo terbukti langsung tampil kompetitif dengan meraih 6 podium, termasuk satu kemenangan.
3. Dani Pedrosa (2006)

Prestasi musim pertama: Peringkat 4, 215 poin, 2 kemenangan, 8 podium, 4 pole
Usai menjadi juara dunia GP125 2003 serta GP250 2004 dan 2005, Dani Pedrosa diduga bakal langsung tampil kuat di MotoGP, apalagi ia membela tim paling prestisius, Repsol Honda. Ia pun duduk di peringkat 4 pada klasemen akhir, dengan koleksi 8 podium, termasuk 2 kemenangan.
2. Valentino Rossi (2000)

Prestasi musim pertama: Peringkat 2, 209 poin, 2 kemenangan, 10 podium
Usai merebut gelar dunia GP125 dan GP250 pada tahun keduanya di masing-masing kelas, Valentino Rossi naik ke kelas GP500 pada 2000 dengan tim Nastro Azzurro Honda dan didukung perangkat pabrikan. Meski beberapa kali gagal finis, ia terbukti langsung tampil kompetitif, sengit memperebutkan gelar dunia dengan Kenny Roberts jr, walau akhirnya harus puas jadi runner up.
1. Marc Marquez (2013)

Prestasi musim pertama: Juara dunia, 334 poin, 6 kemenangan, 16 podium, 9 pole
Usai merebut gelar dunia GP125 2010 dan Moto2 2012, Marc Marquez naik ke MotoGP pada 2013 bersama Repsol Honda. Banyak orang menduga ia bakal langsung kompetitif, namun sedikit yang menduga ia langsung sukses merebut gelar dunia pada tahun pertamanya. Ia pun sukses jadi juara dunia termuda dalam sejarah GP500/MotoGP dengan usia 20 tahun, mengalahkan rekor Freddie Spencer pada 1983 silam.
Video: Pembangunan Sirkuit MotoGP Indonesia 2021 di Mandalika
Baca Juga:
Danilo Petrucci: Virus Corona Bikin Kacau Negosiasi Kontrak
Danilo Petrucci Minta Uji Coba MotoGP Tambahan Sebelum Balapan Lagi
Selamat Ulang Tahun, Alex Marquez: Debutan MotoGP 2020 yang Paling Disorot
Aprilia Sediakan Ape Car Jika Valentino Rossi Mau Bergabung
Sadar Iannone Diincar Banyak Tim, Aprilia Tekad Pertahankan Kedua Rider
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Akhirnya Naik Podium Tertinggi di ARRC 2026, Wahyu Nugroho Girang Bukan Kepalang
Otomotif 8 Agustus 2026, 15:33
-
Jadwal dan Live Streaming ARRC 2026 Mandalika Hari Ini, Sabtu 8 Agustus 2026
Otomotif 8 Agustus 2026, 08:00
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
LATEST UPDATE
-
Anthony Gordon Bantu Barcelona Kurangi Ketergantungan pada Lamine Yamal
Liga Spanyol 6 September 2026, 16:12
-
Xabi Alonso Yakin Reece James Bisa Jadi Salah Satu Gelandang Terbaik Dunia
Liga Inggris 6 September 2026, 15:37
-
Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
Bola Indonesia 6 September 2026, 14:30
-
Tantang Juventus, Ruben Amorim Indikasikan Rekrutan Baru AC Milan Bisa Debut
Liga Italia 6 September 2026, 14:02
-
Juventus Tim Kuat, Tapi AC Milan Siap Bawa Pulang 3 Poin dari Turin!
Liga Italia 6 September 2026, 13:52
-
Hadapi AC Milan, Juventus Nantikan Tuah Nick Woltemade
Liga Italia 6 September 2026, 13:41
-
Juventus Akui AC Milan Sekarang Makin Berbahaya Sejak Dilatih Ruben Amorim
Liga Italia 6 September 2026, 13:32
-
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tim Nasional 6 September 2026, 11:00
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
-
Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
Liga Spanyol 6 September 2026, 10:00
-
Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
Liga Spanyol 6 September 2026, 09:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




