Adhyaksa Dault Minta Negara Dukung Rio Haryanto
Editor Bolanet | 15 Maret 2013 20:45
- Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault meminta pemerintah memberi dukungan kepada Rio Haryanto untuk meningkatkan prestasinya di ajang balap mobil internasional GP2 sebelum menuju Formula 1.
Saya mohon pemerintah dan Pertamina jangan meninggalkan Rio, karena kalau dibiarkan begitu saja kita mungkin akan kehilangan banyak waktu, kata Adhyaksa saat memberi sambutan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/3). Perlu 25 tahun lebih untuk membina pebalap semacam Rio.
Menurut Adhyaksa, untuk bisa berkompetisi di level F1, Rio tentunya membutuhkan dukungan dari pemerintah. Saya tahu beberapa rekan dan rival Rio di GP3 dan GP2 sudah lebih dulu masuk ke F1. Mereka memiliki dukungan penuh dari negara masing-masing, ujarnya. Sementara Rio hanya dapat dari Pertamina, bukan dari negara secara penuh.
Nyatanya beberapa lawan Rio di GP3 dan GP2 sudah terlebih dulu melangkah ke F1, seperti rekannya di tim Carlin GP2 2012, Max Chilton yang musim ini akan membela Marussia F1 Team. Oleh karena itu Rio juga memilih bergabung dengan tim berpengalaman mengorbitkan pebalap ke F1, yaitu Addax Barwa.
Mereka tim berpengalaman, tim senior yang sudah ada sejak GP2 2007 silam. Mudah-mudahan mereka bisa memberi masukan banyak kepada saya, supaya bisa melangkah ke F1 musim depan, kata Rio.
Adhyaksa sendiri sempat menyatakan sebaiknya uang yang digunakan untuk membangun proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Jawa Barat, dialihkan untuk mendukung Rio.
Kita bangun Rp 700 miliar di Hambalang tidak ada hasil apa-apa. Jika diberikan ke Rio, saya yakin F1 sudah ada di tangan kita sekarang, ujar Adhyaksa.
Seri pembuka GP2 musim 2013 akan berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia pada 22-24 Maret. Rio akan bertanding dengan menggunakan nomor urut 17. Musim lalu, Rio menduduki peringkat 14 di klasemen akhir GP2 dengan memperoleh 38 poin. (ant/kny)
Saya mohon pemerintah dan Pertamina jangan meninggalkan Rio, karena kalau dibiarkan begitu saja kita mungkin akan kehilangan banyak waktu, kata Adhyaksa saat memberi sambutan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/3). Perlu 25 tahun lebih untuk membina pebalap semacam Rio.
Menurut Adhyaksa, untuk bisa berkompetisi di level F1, Rio tentunya membutuhkan dukungan dari pemerintah. Saya tahu beberapa rekan dan rival Rio di GP3 dan GP2 sudah lebih dulu masuk ke F1. Mereka memiliki dukungan penuh dari negara masing-masing, ujarnya. Sementara Rio hanya dapat dari Pertamina, bukan dari negara secara penuh.
Nyatanya beberapa lawan Rio di GP3 dan GP2 sudah terlebih dulu melangkah ke F1, seperti rekannya di tim Carlin GP2 2012, Max Chilton yang musim ini akan membela Marussia F1 Team. Oleh karena itu Rio juga memilih bergabung dengan tim berpengalaman mengorbitkan pebalap ke F1, yaitu Addax Barwa.
Mereka tim berpengalaman, tim senior yang sudah ada sejak GP2 2007 silam. Mudah-mudahan mereka bisa memberi masukan banyak kepada saya, supaya bisa melangkah ke F1 musim depan, kata Rio.
Adhyaksa sendiri sempat menyatakan sebaiknya uang yang digunakan untuk membangun proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Jawa Barat, dialihkan untuk mendukung Rio.
Kita bangun Rp 700 miliar di Hambalang tidak ada hasil apa-apa. Jika diberikan ke Rio, saya yakin F1 sudah ada di tangan kita sekarang, ujar Adhyaksa.
Seri pembuka GP2 musim 2013 akan berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia pada 22-24 Maret. Rio akan bertanding dengan menggunakan nomor urut 17. Musim lalu, Rio menduduki peringkat 14 di klasemen akhir GP2 dengan memperoleh 38 poin. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Usai Disingkirkan Manor, Begini Aktivitas Rio Haryanto
Otomotif 13 Agustus 2016, 23:02 -
Rio Tak Balapan, Pertamina Copot Atribut di Mobil Manor
Otomotif 13 Agustus 2016, 22:19 -
Tak Ada Ucapan Terima Kasih untuk Menpora dari Rio Haryanto
Bola Indonesia 11 Agustus 2016, 19:13
-
Terkait Rio, Pemerintah Akui Perencanaan Kurang Rapi
Otomotif 11 Agustus 2016, 14:56
-
Rio Haryanto Terima Jabatan Pebalap Cadangan Manor
Otomotif 11 Agustus 2016, 13:45
LATEST UPDATE
-
Julen Lopetegui Murka Usai Qatar Dibantai Kanada 0-6, Ini Penyebabnya
Piala Dunia 19 Juni 2026, 19:25
-
Cedera Horor Ismael Kone: Jesse Marsch Menangis Dengar Suara Tulang Patah
Piala Dunia 19 Juni 2026, 18:59
-
Lionel Messi Punya Jaya Atas Kemajuan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 19 Juni 2026, 17:11
-
Saddil Ramdani Dapat Banyak Pelajaran Berharga dari Piala Dunia 2026
Bola Indonesia 19 Juni 2026, 16:45
-
Cristiano Ronaldo Diminta Mengalah, Portugal Butuh Energi Baru
Piala Dunia 19 Juni 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











