Andrea Dovizioso, Inspirasi Aleix Espargaro Pimpin Aprilia di MotoGP
Anindhya Danartikanya | 27 November 2019 13:45
Bola.net - Tahun 2020 akan menjadi tahun keenam Aprilia Racing kembali berkompetisi secara penuh di MotoGP, sekaligus musim keempat Aleix Espargaro membela pabrikan Italia tersebut. Sayangnya, hingga kini Aprilia belum juga naik podium, dan hasil terbaik mereka adalah finis keenam.
Espargaro, bersama sang tandem, Andrea Iannone, sebagai ujung tombak pengembangan RS-GP, tentu ingin membawa Aprilia berjaya di MotoGP. Rider Spanyol ini pun mengaku lega komentarnya dengan Iannone sama, hingga tak membingungkan para insinyur dan teknisi.
"Saya dan Andrea punya keluhan yang 99% sama. Jadi kami menuju arah yang sama. Melanjutkan kerja sama dengan Andrea bakal menjadi keuntungan, seperti metode yang terinspirasi dari Andrea Dovizioso," tutur Espargaro kepada GPOne.
Dovizioso Rider Favorit
Ketika ditanya mengapa Dovizioso menjadi panutannya, Espargaro pun mengaku metode kerja rider Ducati Team itu sangat menginspirasi. Dovizioso memang diketahui nekat pindah dari Repsol Honda dan Tech 3 Yamaha menuju Ducati pada 2013, saat mereka tengah terpuruk.
Berkat kerja kerasnya dengan para insinyur Ducati dalam mengembangkan motor Desmosedici, Dovizioso kini justru menjadi salah satu rider papan atas MotoGP. Meski belum meraih gelar dunia di kelas tertinggi, Dovizioso telah menjadi runner up selama tiga tahun terakhir.
"Dovi adalah rider favorit saya di paddock ini, baik secara personal maupun profesional. Semua orang membicarakan Marc dan Vale, tapi Dovi juga impresif. Ia mengendarai Ducati yang tadinya tak kompetitif, dan kini meraih banyak kemenangan," ungkap Espargaro.
Ganti-Ganti Tandem, Tetap Terdepan
Sejak membela Ducati pula, Dovizioso enam kali berganti tandem, yakni Nicky Hayden, Cal Crutchlow, Andrea Iannone, Jorge Lorenzo, dan kini Danilo Petrucci. Meski begitu, ia tetap jadi ujung tombak Ducati. Konsistensi Dovizioso inilah yang ingin diikuti Espargaro di Aprilia.
"Tandemnya terus berganti-ganti, dari Andrea sampai Jorge, tapi Dovi selalu selalu jadi yang terdepan. Bagi saya, ia adalah referensi. Ia selalu 'seimbang', dan saya ingin seperti dia, meskipun kadang sayang tempramental!" ujarnya sembari tertawa.
"Saya ingin membawa Aprilia ke podium, seperti Dovi membawa Ducati. Satu-satunya masalah Dovi adalah ia melawan rider terbaik dalam sejarah (Marc Marquez), tapi menjadi runner up bagi saya ia seperti meraih gelar dunia," pungkas Espargaro.
Baca Juga:
Performa Maverick Vinales Bikin Valentino Rossi Optimistis Soal Progres Yamaha
Fabio Quartararo Tanggapi Cedera Bahu Kanan Marc Marquez
Maverick Vinales: Yamaha Makin Baik, Tapi Top Speed Masih Lemah
Quartararo Tak Nyaman Kendarai Motor Baru, Ogah Bikin Yamaha Marah
Waduh, Marc Marquez Lagi-Lagi Jalani Operasi Bahu
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 31 Mei 2026, 20:03
-
Klasemen Pembalap WorldSPB 2026
Otomotif 31 Mei 2026, 18:37
-
Hasil Race 2 WorldSPB Aragon 2026: Xavi Artigas Kalahkan Carter Thompson
Otomotif 31 Mei 2026, 18:33
LATEST UPDATE
-
10 Jersey Terbaik di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 3 Juni 2026, 16:00
-
Gattuso Minta Lazio Datangkan 4 Pemain Baru, Ini Posisi yang Diburu
Liga Italia 3 Juni 2026, 15:27
-
12 Wonderkid yang Siap Mencuri Perhatian di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 3 Juni 2026, 15:24
-
Barcelona Dapat Angin Segar, Joao Cancelo Berpotensi Turun Harga
Liga Spanyol 3 Juni 2026, 15:18
-
Status Nonunggulan Jadi Keuntungan Brasil di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 3 Juni 2026, 15:02
-
Piala Dunia 2026, Misi Terakhir Cristiano Ronaldo Bersama Portugal
Piala Dunia 3 Juni 2026, 14:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47












