Dani Pedrosa Tegas Tolak Gantikan Johann Zarco di KTM
Anindhya Danartikanya | 14 Agustus 2019 09:30
Bola.net - Test rider KTM, Dani Pedrosa, dengan tegas menampik peluang untuk menggantikan Johann Zarco di Red Bull KTM Factory Racing musim depan. Kepada Speedweek, rider Spanyol ini mengaku akan tetap fokus pada perannya sebagai salah satu pengembang motor RC16, yang telah diturunkan di MotoGP sejak 2017.
Pedrosa yang sebelumnya turun di MotoGP selama 13 tahun bersama Repsol Honda, memutuskan pensiun dari balapan pada akhir musim lalu. Ia pun menerima tawaran KTM sebagai test rider mulai tahun 2019 dan telah berkali-kali menyatakan tak lagi mau kembali membalap di lintasan.
Meski begitu, banyak pihak bertanya-tanya apakah ia akan kembali balapan, mengingat Zarco dan KTM telah sepakat berpisah pada akhir musim ini. "Saya ikut prihatin untuk Johann, karena ia harus melewati ini semua. Tapi jika ia memang sangat putus asa, ia tak punya pilihan selain keluar dari kontrak," ujar Pedrosa.
Lebih Santai Jadi Test Rider
"Saya sangat menghormati Johann, ia rider yang hebat. Tapi saya tak tahu bagaimana harus bereaksi. Saya punya tugas dari KTM sebagai test rider untuk motor MotoGP mereka. Itulah posisi saya di masa depan. Sangat sulit untuk menjawab pertanyaan ini," tuturnya.
Rider berusia 33 tahun ini bahkan menyatakan sangat menikmati perannya sebagai test rider, karena tak lagi perlu merasakan beban dan tekanan di sepanjang pekan balap. Ia pun bisa 100% fokus membantu KTM mengembangkan RC16.
"Kini saya merasa jauh lebih santai sebagai test rider ketimbang sebelum-sebelumnya. Kini saya tak punya beban dari balapan lagi. Saya bisa benar-benar konsentrasi pada uji coba. Itulah alasan mengapa menjadi pebalap reguler lagi tak ada dalam rencana saya," ungkapnya.
Minta KTM Memaklumi
Pedrosa juga menegaskan bahwa KTM harus paham benar posisi mereka, karena merekalah yang menginginkannya sebagai test rider. Lagipula kerja sama di antara mereka terbukti berbuah manis lewat aksi Pol Espargaro dan Miguel Oliveira di lintasan.
"Kini saya bisa berkendara lebih tenang, dan tak harus terlalu mengeluarkan energi lagi. Ini soal kebutuhan tim. Bukan saya yang datang lebih dulu, melainkan mereka yang datang kepada saya. Kami harus berpikir bersama untuk memperbaiki RC16. Kami sudah mengalami progres," pungkas Pedrosa.
Selama berkarier di arena Grand Prix, Pedrosa sukses mengoleksi tiga gelar dunia, yakni GP125 2003, serta GP250 2004 dan 2005.
Sumber: Speedweek
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
MotoGP Qatar 2026 Penuh Tanda Tanya, Bos Ducati Pasang Badan untuk Sikap Marc Marquez
Otomotif 28 Oktober 2026, 16:28
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18










